LG Tutup Bisnis Smartphone Setelah Merugi. Padahal Produk-produknya Penuh Inovasi~

lg tutup bisnis smartphone

Di antara perang raksasa produsen smartphone, ada satu merek yang sebenarnya selama ini sudah eksis menciptakan ponsel bahkan sejak masih CDMA dan bersaing dengan merek Nokia pada awal tahun 2000 lalu, yaitu merek LG. Kala itu, merek asal Korea Selatan ini mampu bersaing dan mendapatkan pendapatan yang tinggi. Untuk mengikuti perkembangan zaman, mereka juga terus beradaptasi menciptakan telepon pintar baru namun sayangnya tetap harus merugi hingga mengumumkan menutup bisnis tersebut pada awal bulan April lalu.

Advertisement

Berbagai inovasi yang canggih dan mungkin nggak terpikirkan mereka buat namun ternyata tetap tak mampu untuk membawa mereka bertahan di arena persaingan. Kenapa ya kok begitu? Simak yuk penjelasan selengkapnya berikut ini!

Telepon pintar milik LG dinilai sulit untuk bersaing dan menyebabkan mereka terus merugi bahkan sampai bertahun-tahun

LG pernah menempati posisi ketiga tahun 2013, bersaing dengan dua raksasa lain yang masih bertahan di posisi atas saat ini yaitu Samsung dan Apple. Sayangnya posisi ini harus lengser setelahnya hingga puncaknya membuat mereka merugi sampai harus melakukan penutupan yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada 31 Juli 2021 mendatang. Dilansir dari beberapa sumber, hal ini juga disebabkan karena mereka hanya menguasai 2% dari keseluruhan pangsa pasar.

Dilansir dari CNN, bisnis smartphone milik LG ternyata sudah mengalami kerugian sebesar US$4,5 miliar atau sekitar Rp65,3 triliun selama hampir enam tahun. Smartphone buatan mereka dengan kelas high-end sulit bersaing dengan merek yang juga berasal dari negara yang sama yaitu Samsung, sedangkan ponsel dengan harga yang lebih murah juga kalah saing dengan produk-produk dari Tiongkok yang berani memberikan kualitas bersaing dengan harga yang lebih rendah.

Advertisement

LG sebenarnya sudah melakukan berbagai inovasi pada smartphone yang tak dilakukan oleh merek lain lo

Tahun ini bahkan sebenarnya merek LG juga akan merilis ponsel layar gulung yang tahun lalu sudah dipamerkan lo, namun hal ini terpaksa dibatalkan. Sebelumnya mereka juga membuat berbagai inovasi seperti kamera sudut ultra lebar hingga ponsel modular yang bisa dibongkar pasang sendiri tanpa perlu bantuan teknisi. Akan tetapi, alih-alih membuat para pengguna merasa bahwa kebutuhan mereka terpenuhi, inovasi yang dilakukan malah terasa seperti bereksperimen. Hal ini berbeda dengan inovasi-inovasi yang dilakukan oleh merek lain yang lebih mengedepankan fitur dan tepat dengan kebutuhan pengguna.

Keputusan untuk menutup bidang yang satu ini juga dilakukan supaya merek LG bisa fokus dengan bidang lain yang lebih berpotensi

Seperti yang kita ketahui merek LG bukan hanya menggeluti bidang bisnis smartphone saja namun juga bidang elektronik lainnya. Makanya, mereka merasa bahwa keputusan untuk menutup lini bisnis yang satu ini dinilai tepat supaya sumber daya yang dimiliki bisa diarahkan ke sektor lainnya yang lebih menguntungkan seperti rumah pintar, robotika, kecerdasan buatan, dan macam-macam produk yang lainnya. Lagipula ternyata divisi smartphone tersebut merupakan divisi yang menyumbang pendapatan terkecil di antara 5 divisi lain dari merek LG dengan 7% saja.

Penutupan lini smartphone milik LG ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi terus-terusan dengan cara yang nyeleneh pun belum tentu bisa membuat sebuah bisnis bertahan jika tak disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selain kualitas produk itu sendiri, kegiatan marketing juga memegang peran penting supaya produk mampu bersaing.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE