Mengenal 5 Love Language dalam Marketing. Trik Mengerti Konsumen Supaya Mereka Setia

love language of marketing

Kalau membuka media sosial belakangan ini mungkin kamu akan sering melihat orang menuliskan “… is a love language.” Kalimat tersebut mungkin sedikit membingungkan untukmu yang belum mengerti istilah dari love language itu sendiri. Ternyata istilah ini dipopulerkan oleh Gary Chapman penulis buku “The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate,” di mana ia mengategorikan orang berdasarkan caranya mengekspresikan rasa cinta dan cara menerimanya melalui 5 cara berbeda.

Advertisement

Uniknya hal ini tak hanya bisa diterapkan dalam sebuah hubungan romansa tapi juga bisa dimasukkan ke dalam strategi marketing lo. Pasalnya, antara penjual dan pembali juga butuh saling pengertian supaya kesetiaan bisa ditingkatkan. Ciee~ Nah, yuk kenalan dulu dengan 5 macam love language yang dimaksud dan bagaimana menerapkannya dalam marketing!

1. Receiving gifts alias menerima hadiah adalah salah satu love language yang disukai oleh kebanyakan orang

Dalam hubungan mungkin ada sebagian orang yang merasa nggak nyaman ketika menerima hadiah karena merasa malah jadi beban, tapi sebagian yang lain baru merasa dicintai ketika mendapatkan hadiah lo. Nah, dalam marketing kebanyakan orang malah sangat suka dengan hal ini. Untuk menerapkannya kamu bisa melakukan give away, memberikan diskon, kupon, poin, dan sejenisnya. Jika ingin membuatnya lebih menguntungkan, kamu bisa melakukan kontes atau kompetisi kecil-kecilan melalui media sosial dan memberikan hadiah untuk juaranya.

2. Words of affirmation artinya kata-kata yang penuh dengan apresiasi, pujian, dan berbagai kalimat positif lainnya

Telihat bagus/ Credit: pch.vector on Freepik via www.freepik.com

Walaupun kelihatan sepele ternyata kata-kata memiliki kekuatan yang mungkin tak kita bayangkan. Hal sesimpel mengucapkan terima kasih atas pembelian yang dilakukan konsumen serta mengucapkan dengan ramah “Semoga harimu menyenangkan” pun akan membuat mereka bahagia lo. Ketika menjual pakaian misalnya, kamu juga bisa mengatakan bahwa baju yang dipilih tampak bagus dipakai oleh konsumen. Mengapresiasi konten yang dibuat oleh konsumen terkait dengan produkmu juga akan membuat mereka senang.

Advertisement

3. Walaupun tak bisa diartikan secara sama persis namun physical touch bisa diterapkan dengan cara selalu dekat dengan konsumen

Jika diartikan maka love language yang satu ini artinya adalah sentuhan. Kamu bisa juga melakukannya dengan membuat iklan atau kampanye yang relate dengan apa yang dirasakan dan dilakukan oleh target pasar. Tak hanya itu, kamu juga bisa muncul menjadi bagian dari keseharian para konsumen, sebagai contoh menjadi sponsor di event yang mungkin didatangi konsumen, memasang iklan di tempat-tempat yang bisa mereka lihat, dan yang terpenting produk itu sendiri bisa memenuhi kebutuhan mereka.

4. Act of service ternyata juga bisa menjadi salah satu love language ampuh yang dilakukan oleh sebuah brand

Ada yang bisa dibantu?/ Credit: pressfoto on Freepik via www.freepik.com

Act of service artinya adalah seseorang yang senang ketika mendapatkan bantuan. Saat konsumen merasa kesulitan, di situlah kamu harus membantu mereka melalui layanan customer service. Hindari penjelasan yang berbelit-belit dan membuat mereka semakin bingung, jangan pula lekas emosi. Bantuan sekecil apapun bisa bikin mereka senang dan merasa diperhatikan. Selain melakukannya langsung pada konsumen, act of service juga bisa diterapkan dengan memberikan pelayanan sosial terhadap suatu komunitas yang membutuhkan bantuan. Pasalnya, saat ini orang tak hanya peduli terhadap kualitas produk yang dibuat semata namun juga terhadap pandangan suatu brand terhadap dunia serta kontribusi mereka.

5. Quality time adalah waktu yang disediakan untuk dihabiskan bersama dengan para konsumen, kuncinya jangan terburu-buru

Tak harus mengobrol tentang hal-hal yang tak perlu dengan konsumen namun kamu hanya perlu menyediakan waktu untuk bersama dengan mereka terutama saat dibutuhkan. Misalnya meluangkan waktu untuk menanggapi komentar mereka di media sosial, melakukan sesi tanya jawab, atau memberikan after selling service. Hal tersebut bisa menaikkan brand loyalty para konsumen karena merasa sudah dekat dengan brand sehingga kemungkinan berpaling hanya sedikit.

Nah, itu dia cara untuk menerapkan love language dalam dunia marketing. Bukan cuma doi kamu aja yang butuh dipehatikan supaya setia dan bisa langgeng tapi para konsumen juga.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE