Sosok satu ini sedang menjadi topik perbincangan lagi. Yup! Sri Mulyani – sosok yang dulu pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini kembali menduduki posisi tersebut. Pergantian ini terjadi karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet jilid II pada 27 Juli 2016.

Ani (panggilan akrab Sri Mulyani) dianggap kompeten dan punya jam terbang tinggi menangani masalah perekonomian. Oleh karena itu, wanita berkacamata ini diminta kembali untuk Indonesia, demi perekonomian negara yang lebih baik. Ketangguhan Ani dalam menyelesaikan masalah ekonomi Indonesia dan dunia membuatnya sangat disegani. Sederet prestasi dan karier cemerlangnya sering dijadikan inspirasi, apalagi buatmu yang punya ketertarikan pada bidang ekonomi.

Apa saja yang kamu ketahui tentang Sri Mulyani, wanita berpengaruh ke-23 dunia pada 2008 ini? Kayak gimana ya sepak terjang hidupnya? Hipwee akan mengulasnya untukmu. 

Sederet jenjang pendidikan telah ditempuh oleh Sri Mulyani sampai level tertinggi. Soal ilmu ekonomi, pastilah sudah dalam ia pahami

Yuk kayak dia! via www.thisismoney.co.uk

Dirinya yang konsisten mendalami ekonomi mengantarkannya pada karier cemerlang. Hal ini nggak terlepas dari latar belakang pendidikannya, yaitu gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia yang diambil pada 1981-1986. Ani pun nggak berpuas diri karena selanjutnya dia menimba ilmu ekonomi S2 dan S3 di University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Gelar S2 ditempuhnya dengan mengambil Master of Science of Policy Economics (1988-1990). Sedangkan untuk jenjang S3, beliau memilih Ph.D of Economics (1990-1992).

Advertisement

Kamu yang punya tertarikan pada bidang ekonomi maupun nggak, bisa nih menjadikan Sri Mulyani sebagai panutan. Karena kegigihannya dalam mempelajari bidang yang disenanginya nggak setengah-setengah. Berbagai karya ilmiah dan seminar rajin dia ikuti, makanya nggak heran kariernya sangat membanggakan.

 

Selain pendidikan, karier Sri Mulyani juga cemerlang. Salah satu yang mendunia yaitu pernah menjadi Managing Director – Chief Operating Officer Bank Dunia

Jadi orang terpenting kedua di bank dunia via www.maxmanroe.com

Latar belakang pendidikannya yang keren ini mengantarkan Sri Mulyani mendapat posisi-posisi penting. Tercatat sebelum kembali menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani pernah menjadi Managing Director – Chief Operating Officer Bank Dunia dan Executive Director International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara Asia Tenggara.

Selain itu, berbagai jabatan menteri pernah didudukinya. Ani pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas) dan Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (saat itu merangkap tugas juga sebagai Menteri Keuangan).

FYI, karir Ani juga pernah dilewatkan di perusahaan swasta. Posisi Komisaris pernah ia duduki di Astra International, begitu juga dengan posisi Komisaris Independen di Unilever Indonesia. Kedua posisi tersebut dia tinggalkan saat berkarir di IMF. Ibu tiga anak ini juga nggak melepas ketertarikannya pada dunia pendidikan. Karier sebagai dosen, pengamat, dan pembicara dalam berbagai seminar pernah digelutinya.

Tumbuh dalam keluarga berpendidikan membuatnya berhasil meraih prestasi. Siapa sangka dia terpilih sebagai wanita berpengaruh ke-23 dunia pada 2008?

Saat ini ia menduduki posisi ke-37 via www.goodnewsfromindonesia.org

Memiliki orangtua berpendidikan tinggi membuat Sri Mulyani terdorong meraih berbagai prestasi. Ani terpiih sebagai wanita berpengaruh ke-23 dunia versi majalah Forbes pada 2008 dan nomor 2 di Indonesia versi majalah Globe Asia pada 2007. Nggak hanya itu, dia pun tercatat sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia pada 2006 oleh Emerging Markets, serta Menteri Keuangan terbaik pada 2006 versi majalah Euromoney.

 

Sejak kecil Sri Mulyani tumbuh dalam keluarga penuh kehangatan. Sikap terbuka telah dibiasakan antar anggota keluarga

Penuh kehangatan via www.worldbank.org

Bersama 9 saudara kandungnya, Sri Mulyani tumbuh dalam keluarga penuh kehangatan. Keterbukaan antar anggota keluarga selalu ditanamkan sejak kecil oleh kedua orangtuanya. Sang ayah yaitu Prof. Satmoko (alm.) dan ibundanya yaitu Prof Dr. Retno Sriningsih Satmoko (alm.) sering berinteraksi dengan anak-anaknya. Momen makan bersama menjadi ajang mereka saling bercerita tentang kejadian sehari-hari yang dialami. Dengan begitu kedekatan antar anggota telah tercipta.

Pendidikan tinggi sangat diutamakan oleh orangtuanya. Nggak heran kalau Ani dan 9 saudara kandungnya ini berprestasi sehingga sering mendapat beasiswa sekolah dan kuliah gratis. Berkat didikan keluarga, Ani dan saudara-saudarinya mayoritas menempuh pendidikan hingga S3.

Bersama saudara kandungnya, Sri Mulyani giat meraih cita-cita. Selain terdepan dalam akademik, mereka juga aktif dalam kegiatan lainnya

Aktif diberbagai kegiatan via www.flickr.com

Kesibukan Sri Mulyani bersama saudaranya nggak cuma berisi hal-hal akademik aja, tapi juga kegiatan lainnya di luar pelajaran. Orangtua mereka telah mengarahkan anak-anaknya untuk aktif dalam bidang olahraga seperti voli dan basket. Kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan paduan suara turut digeluti oleh mereka.

Saat ada waktu luang pun hobi membaca disalurkan, misalnya membaca berbagai berita dan artikel media massa. Bukan hanya media massa berupa surat kabar, namun media seperti majalah anak-anak dan remaja juga menjadi salah satu pilihan bacaan.

 

Di tengah kesibukan, Sri Mulyani tetap mengedepankan keluarga kecilnya. Perhatiannya tak pernah luput untuk ketiga anaknya, terutama soal pendidikan

Tetap jalani tugasnya sebagai istri dan ibu via bisnis.liputan6.com

Ketika membicarakan Sri Mulyani, rasanya belum lengkap kalau nggak menyinggung tentang keluarga kecilnya. Yup! Wanita kelahiran Lampung, 26 Agustus 1962 ini telah memiliki tiga anak hasil pernikahannya dengan Tony Sumartono. Dirinya yang sibuk berkarier nggak membuatnya lalai menjalani tugas sehari-harinya sebagai istri dan ibu.

Ani pun tetap mengedepankan perhatian untuk keluarga kecilnya ini, misalnya selalu menyiapkan makanan sendiri di rumah. Oh iya sikap khawatir khas seorang ibu pun tak luput dari kesehariannya. Salah satunya saat anak keduanya – Adwin Haryo Indrawan mengikuti ujian nasional (UN). Ani cukup ketar-ketir nilai UN Bahasa Indonesia Adwin hasilnya seperti apa, karena sehari-hari mereka berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

 

Dibalik kehebatannya, Sri Mulyani tetaplah manusia biasa yang bisa rapuh. Kesedihan melandanya saat ibunda wafat dan dia tak berada di sampingnya

Dia pun juga seperti manusia lainnya via news.detik.com

Sri Mulyani tetap Sri Mulyani Indrawati. Sosok wanita yang tak pernah luput dari kerapuhan. Dibalik kehebatannya, Ani tetap manusia biasa seperti yang lain. Posisinya sebagai pejabat mengharuskan dia menghadiri rapat dengan pelaku usaha dan emiten untuk membicarakan krisis ekonomi 2008. Namun sebagai seorang anak, kewajibannya untuk menjenguk ibunda yang sedang kritis di rumah sakit juga harus dilakukan. Jarak tempuh antara kota dan rumah sakit tempat ibundanya dirawat hanya berjarak sekitar 45 menit.

Dilema dalam 2 pilihan, akhirnya Ani memutuskan untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang menteri. Dia memilih tetap melaksanakan tugasnya memimpin rapat, hingga kabar wafat sang ibunda didapatkannya. Rasa kehilangan pun menyelimuti diri Sri Mulyani. Yah, mau bagaimana pun bu Menteri Keuangan kita ini juga manusia biasa yang akan sedih dan rapuh saat kehilangan orang tercinta.

Terlepas kritik yang menghantuinya selama ini, nggak ada salahnya kalau kita petik hal-hal positif dalam diri Sri Mulyani. Berbagai pelajaran berharga bisa diambil untuk menyemangati diri dalam menjalani kehidupan. Diri Sri Mulyani yang penuh inspirasi ini semoga selalu memiliki pengaruh positif buat generasi penerus bangsa. Yuk ah ikuti jejaknya dalam menyelami ilmu yang disukai dan meraih cita-cita. 😉