Jadi, bisa cerita dikit nggak tentang dirimu?

(Jeng-jeng, mendadak panas dingin)

Anehnya menjawab pertanyaan sederhana ini justru seringkali bikin otak buyar di kala wawancara kerja. Padahal ya bukan soal matematika, pengetahuan umum, atau profil perusahaan, cuma pertanyaan tentang dirimu sendiri. Bisa jadi saking dianggap remeh dan tak diperhitungkan, pelamar kerja malah sering kebingungan menghadapi pertanyaan ini di depan pewawancara. Hati-hati lho karena pertanyaan yang sangat mendasar ini justru mungkin jadi penentu nasibmu diterima atau tidak.

Karenanya untuk menjawab pertanyaan sederhana ini juga juga dibutuhkan persiapan yang matang. Hipwee bakal membagikan cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan ceritakan tentang dirimu.

1. Mereka nggak kepingin tahu keseluruhan perjalanan hidupmu atau mendengarmu baca ulang CV. Berilah rangkuman menarik tentang detail atau insight mendalam dari profilmu di CV

Ceritakan pengalaman profesionalmu saja via 5why.com.au

Interview kerja adalah saatnya kamu mempertajam kemampuanmu mengemas diri. FYI nih guys, perusahaan nggak hanya ingin mengenalmu sebatas siapa dan apa aja pencapaianmu. Tapi juga alasanmu dibalik semua keputusanmu memilih studi, pekerjaan, atau episode-episode menarik yang membuat datamu di CV terasa lebih nyata. Penting juga menyertakan bagaimana akhirnya perjalananmu tersebut mendorongmu untuk melamar ke perusaahan tersebut.

Advertisement

Pastikan kamu nggak hanya menceritakan apa yang sudah jelas tertera dalam CV-mu seperti skill dan pengalaman, tapi keterkaitan skill dan pengalamanmu tadi dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan tujuan. Nggak kalah pentingnya, sebisa mungkin kamu harus memberikan kesan yang positif saat wawancara dan buktikan bahwa kamu adalah orang yang cocok untuk perusahaan tersebut.

2. Supaya nggak blank saat menjawab pertanyaan tersebut, kamu bisa gunakan formula past, present, future. Biar jawabanmu rapi dan mudah dimengerti

Tulis cerita perjalanan kariermu dengan formula past, present, future via mirror.co.uk

Formula ini dicetuskan oleh pakar karier bernama Lily Zang. Jadi, formula tersebut bakal membantu kamu untuk menjawab dengan tepat dan nggak bertele-tele tentang perjalanan kariermu selama ini. ‘Past’ di sini maksudnya adalah apa saja pengalaman yang sudah kamu punya dalam bidangmu saat ini. Misalnya kamu yang alumni jurusan komunikasi dan ingin melamar ke perusahaan media online, kamu bisa menceritakan pengalaman magangmu di startup media atau pernah menulis di media online. Sementara itu ‘present’ di sini maksudnya apa yang saat ini kamu lakoni dan masih berkaitan dengan  – misalnya menjadi freelance di sejumlah media cetak atau online.

Terakhir, ‘future’ berisi tentang apa yang selanjutnya akan kamu lakukan untuk perusahaan bersangkutan dan apakah skill dan pengalamanmu itu dibutuhkan untuk kemajuan perusahaan tersebut. Pada akhirnya formula past-present-future ini memungkinkanmu untuk merangkai pengalaman profesional yang utuh.

3. Kerangka formual past, present, dan future tersebut bisa kamu rancang dengan menggunakan kolom-kolom

Atau kamu bisa menulis dalam bentuk mind map begini via pinterest.com

Secara praktis, kamu bisa merangkai formula ini dalam bentuk kerangka tulisan. Lebih tepatnya dalam bentuk kolom. Jadi, kamu bisa memetakan pengalaman profesionalmu baik dari kerja atau magang, dengan 3 kolom. Kolom pertama, tulis jobdesk dari pekerjaan yang selama ini pernah kamu lakukan. Di kolom dua, tulis skill atau ilmu yang berhasil kamu dapat selama menjalani pekerjaan-pekerjaan tersebut. Di kolom terakhir, gabunglah informasi di kolom 1 dan 2 dengan keterangan waktu past-present-future di atas.

Kalau kamu nggak begitu paham dengan sistem kolom ini, kamu bisa merangkainya dengan konsep bagan pohon atau mind map gitu. Tinggal pilih aja yang memudahkanmu yang mana.

4. Biar makin meyakinkan saat wawancara, kamu bisa latihan menjawab pertanyaan bersama teman. Karena practice make perfect

Kamu bisa latihan wawancara dengan teman via huffingtonpost.com

Kalau sudah berhasil merunutkan cerita pengalaman karier profesionalmu, saatnya kamu mengalokasikan waktu untuk latihan wawancara. Kamu bisa minta tolong temanmu untuk membantumu simulasi wawancara kerja. Kamu bisa berbagi peran dengannya. Kamu sebagai yang diwawancara dan temanmu yang bertindak sebagai pewawancara. Pastikan kamu giat berlatih menjawab pertanyaan setidaknya setiap hari selama 5 hari atau seminggu sebelum wawancara.

Formula past-present-future tadi berguna dalam membantumu untuk merangkai cerita perjalanan kariermu, sehingga tidak terkesan mengawang-ngawang dan bertele-tele. Dengan formula tersebut, HRD juga semakin paham bahwa kamu tahu apa kelebihan dan potensimu yang bisa kamu tawarkan pada perusahaan tujuan. Ini bisa menjadi nilai lebih bagi perusahaan yang bersangkutan sebagai tanda kamu memang benar-benar niat menjadi karyawan di sana.

Praktikan ya, guys, biar kamu nggak nge-blank lagi saat wawancara kerja. Dan kesempatanmu diterima naik tingkat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya