4 Prinsip Hidup Sederhana ala Warren Buffett, Crazy Rich Sungguhan yang Belinya Mobil Diskonan

Prinsip hidup Warren Buffet

Bagi kebanyakan orang, gaya hidup dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya tingkat kesuksesan atau kekayaan. Semakin kaya seseorang, maka akan meningkatkan gaya hidupnya. Misalnya semakin berkelas atau mewah, karena mereka punya banyak uang untuk membeli apa pun yang mereka mau. Hal tersebut memang sangat umum terjadi. Biasanya, semakin bertambah penghasilan maka gaya hidupnya selangkah lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, hal tersebut ternyata nggak berlaku bagi Warren Buffett, seorang miliader asal Amerika Serikat, lo.

Advertisement

Nama Warren Buffett mungkin sudah nggak asing lagi bagi kamu yang mengikuti berita bisnis internasional. Warren merupakan pemilik Barkshire Hathaway yang mengelola 60 perusahaan. Selain sebagai pengusaha, pria berumur 90 tahun ini juga dikenal sebagai investor sukses sepanjang masa. Bahkan, menurut Forbes kekayaan Warren saat ini mencapai 101,5 miliar USD atau sekitar Rp 1.400 triliun.

Melihat pencapaian dan kekayaan yang dimiliki Warren mungkin banyak orang mengira ia punya rumah modern yang megah, mobil canggih dan hobi mahal. Namun, ternyata Warren nggak demikian lo. Ia memiliki prinsip hidup yang sederhana dan sangat bijak dalam menggunakan uangnya. Apa saja hal yang bisa dipelajari dari sikap sederhana seorang Warren Buffet?

1. Belum pernah pindah tempat tinggal sejak pertama kali punya rumah sendiri pada tahun 1958. Pun dengan gedung tempatnya bekerja selama lebih dari 50 tahun

Rumah Warren |Credit by TEDizen on Common Wikimedia

Bagi kebanyakan orang, setelah memiliki banyak uang dari bisnis yang mereka jalankan pasti akan mengutamakan memiliki hunian yang mewah. Ternyata, hal ini nggak berlaku bagi Warren, lo. Dilansir dari Forbes, hingga saat ini Warren dan keluarganya masih menempati rumah yang dulu dibelinya seharga 31.500 USD pada tahun 1958. Rumah yang terletak di lingkungan elit kawasan Omaha, Nebraska tersebut sekarang ditaksir senilai 915.000 USD.

Advertisement

Bagi Warren, rumah tersebut merupakan investasi terbaik ketiga yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. Bahkan harga rumahnya hanya 0,001 % dari total kekayaan bersihnya. Namun, Warren mengaku lebih menyukai kesederhanaan meski ia bisa membeli rumah semewah apa pun. Bahkan, Warren mengaku sangat nyaman dan bahagia tinggal di sana.

Selain rumah, Warren juga belum pernah memindah kantor Barkshire Hathaway sejak ia bergabung di sana pada 1960-an. Bagi Warren ia nggak pernah mempermasalahkan tempat, selama gedung tersebut layak dan cukup digunakan seiring perkembangan Barkshire Hathaway.

Warren memilih membeli mobil murah karena ia mempertimbangkan kebutuhan mobilitasnya yang jarang menggunakan mobil, jadi ia merasa nggak perlu membeli mobil terlalu mewah

Advertisement

Warren saat baru membeli mobil | Credit by Marry GM Motors on Medium

Setelah rumah, biasanya tolok ukur kesuksesan yang paling umum berikutnya adalah kendaraan. Padahal, kendaraan nggak selalu bisa menjadi indikasi kesuksesan seseorang. Salah satunya adalah mobil milik Warren Buffett. Bahkan, orang terkaya ke-6 di dunia versi Forbes ini memilih membeli mobil yang harganya murah. Dilansir dari Medium, sebenarnya Warren belum ingin mengganti mobilnya setelah dipakai selama 8 tahun. Namun, karena terlibat obrolan dengan seorang marketing mobil, akhirnya Warren memutuskan mengganti mobilnya dengan Cadillac XTS baru dan sederhana seharga 46.000$.

Keputusan membeli mobil tersebut sempat menjadi perbincangan, karena Cadillac XTS tersebut bukanlah golongan mobil mewah untuk kalangan miliader seperti Warren. Bahkan mobil tersebut pun didapatnya dengan pertimbangan harga diskon. Saat ditanya alasannya memilih mobil tersebut, Warren hanya mempertimbangkan kebutuhannya. Ia mengaku jarang menggunakan mobil, bahkan hanya sekitar 3500 mil setahun, sehingga ia merasa nggak terlalu butuh mobil baru yang mewah. Hmm.

Nggak perlu mewah untuk bergaya, Warren justru lebih menikmati hobi yang murah dan sederhana tapi tetap membuatnya bahagia

Warren sedang bermain ukulele | Credit by thetaxhaven on Flickr

Bagi orang-orang kaya pada umumnya, hobi adalah hal penting yang menunjang eksistensinya di dunia bisnis. Apalagi jika hobi juga dijadikan sebagai penghargaan atas pencapaian diri sendiri. Namun, berbeda dengan Warren yang memilih menikmati hobi sederhana yakni bermain ukulele. Bahkan, Warren mengaku sangat menikmati waktunya saat memainkan ukulele. Hal tersebut bisa membuatnya merasa bahagia, apalagi jika memainkannya setelah ia lelah bekerja. Bahkan pada banyak kesempatan, Warren sering menunjukkan kepiawaiannya memainkan alat musik tersebut.

Warren lebih menghargai hubungan pertemanan yang membuatnya nyaman daripada hubungan yang menyangkut materi

Menghargai pertemanan dengan cara yang berbeda | Credit by Fghyaat on Commons Wikimedia

Dalam persoalan kepedulian sosial, Warren memang nggak perlu diragukan lagi, karena ia bergabung dengan beberapa filantropi salah satunya Gates Foundation milik Bill Gates. Sementara untuk hubungan pertemanan, Warren mengaku lebih nyaman bergaul dengan orang-orang yang nggak memedulikan kemewahan yang bisa saja ia lakukan. Warren selalu menghargai pertemanan dengan melakukan hal yang bisa ia perbuat daripada memberikan sebuah kemewahan sebagai rasa terima kasih.

Misalnya, ia lebih memilih bermain golf di lingkungan biasa daripada bermain golf bersama rekan bisnisnya di lapangan mewah dengan peralatan serba mahal. Warren juga lebih memilih menghargai temannya dengan cara berkunjung ke rumah, mengantarkan temannya pulang atau memberikan perhatian daripada memberi teman-temannya kemewahan. Menurut Warren, hal tersebut justru membuatnya banyak belajar bijaksana dan sederhana dalam menjalani hidup.

Nah, itulah 4 hal yang membuat seorang Warren Buffett dikatakan memegang prinsip hidup yang sederhana. Dari Warren, kita bisa belajar nih, kalau kesuksesan nggak selalu diukur dengan barang apa yang kita miliki tapi bagaimana kita menikmatinya dan bisa bermanfaat dalam kehidupan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE