Begini Cara Praktis Tentukan Produk yang Banyak Diminati Pasar. Biar Nggak Asal Jualannya~

produk yang paling diminati pasar

Ketika ingin merintis sebuah bisnis, apa hal yang pertama kali terpikirkan olehmu? Apakah menentukan produk yang ingin kamu jual dulu? Atau mengamati kebutuhan dan keinginan pasar terlebih dulu? Cara menentukan produk yang diminati pasar adalah hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis. Namun, ada hal yang sering luput dari perhatian ketika ingin memulai bisnis yaitu nggak mempertimbangkan kondisi pasar. Misalnya, apa yang sedang orang-orang butuhkan dan apa yang sedang orang-orang inginkan.

Advertisement

Kadang kita justru terlalu fokus pada produk yang ingin kita buat atau produk yang ingin kita jual.

Nggak salah kok, kalau dari awal kamu udah fokus sama produk dulu dan produkmu memang sedang dibutuhkan pasar. Tapi, yang menjadi masalah ketika kamu udah fokus banget sama produk, eh ternyata pasar nggak butuh produk itu. Alhasil, produkmu bisa jadi malah kurang diminati. Nah, bagaimana cara mentukan produk yang diminati pasar? Yuk kita coba belajar dari Teori Kebutuhan yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow, seorang teoritik beraliran humanistik yang teorinya bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan berikut ini~

1. Kamu bisa mulai dari mengamati apa yang sedang orang-orang butuhkan. Kalau kamu fokus pada kebutuhan, produkmu punya potensi untuk dicari dan diminati pasar

Kebutuhan bisa menciptakan peluang pasar yang lebih bagus | Photo by Jack Sparraw via www.pexels.com

Pada teori kebutuhan atau Hierarki Kebutuhan Maslow, kebutuhan paling dasar adalah sesuatu yang membuat manusia hidup dengan layak. Kalau kita terapkan dalam menentukan produk, berarti kita cari tahu apa yang membuat orang hidup dengan layak di kondisi saat ini. Maka, sebelum menentukan produk, coba deh amati dulu lingkungan sekitarmu atau circle pertemananmu. Lalu amati juga kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi. Dari pengamatan ini, kamu bisa tahu apa yang sedang mereka butuhkan.

Advertisement

Misalnya, di kondisi pandemi gaya hidup sehat adalah suatu kebutuhan dasar supaya punya imun yang kuat dan nggak gampang terkena virus. Hal ini bisa kamu jadikan peluang untuk membuat suatu produk yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Contohnya produk makan sehat, vitamin herbal, dan minuman penguat imun.

2. Kamu juga perlu meriset tren atau apa yang sedang orang-orang inginkan. Sama seperti kebutuhan, keinginan juga bisa membuat produkmu diminati pasar lo

Konsumen yang membeli produk karena trend dan keinginan biasanya nggak perlu banyak berpikir untuk berbelanja | Photo by Andrea Piacquadio via www.pexels.com

Teori kebutuhan menjelaskan bahwa keinginan adalah hal yang membuat manusia senang. Maka ketika diterapkan dalam menentukan produk, kamu bisa melihat tren sebagai pertimbangan untuk mencari sesuatu yang orang-orang inginkan. Misalnya, kegiatan berkebun yang saat pandemi justru meningkat dan menjadi tren yang cukup banyak diminati.

Nah, dari tren berkebun ini, coba pikirkan produk yang bisa kamu jual untuk mewujudkan keinginan tersebut. Contohnya tanaman hias dan benih sayuran. Nggak heran kalau produk-produk semacam perlengkapan berkebun laku keras, karena sedangmenjadi tren dan orang-orang ingin melakukan kegiatan yang membuat mereka nggak gampag bosan ketika harus di rumah terus.

3. Bangun branding produkmu dari yang asalnya kebutuhan diubah menjadi keinginan yang harus banget dibeli, meski nggak butuh~

Ubah nilai produkmu dari kebutuhan menjadi sesuatu yang ingin orang-orang beli | Photo by Sam Lion via www.pexels.com

Membuat nilai produk adalah proses branding yang bisa membuat produkmu tetap makin diminati oleh pasar. Misalnya, buat tagline atau gerakan yang membuat orang-orang ingin membeli produkmu, meski sebenarnya nggak terlalu butuh. Contohnya, ketika kamu memilik produk tas belanja dari kain yang bisa dipakai berkali-kali. Awalnya konsumenmu mungkin  para adalah ibu rumah tangga aja.

Nah, supaya produkmu juga diminati oleh kalangan yang lebih luas, kamu bisa membuat tagline atau gerakan tentang diet plastik dan kampanye berbasis kelestarian lingkungan. Hal ini bisa meningkatkan kesadaran orang-orang tentang bahaya plastik untuk lingkungan. Sehingga mereka yang nggak butuh tas belanja, jadi ingin membeli produkmu karena ingin mengurangi penggunaan tas plastik.

4. Buat rencana inovasi terhadap produk yang kamu jual. Sering diabaikan padahal ini penting banget lo

Lakukan inovasi produk | Photo by Rodnae Production via www.pexels.com

Mengikuti tren memang punya peluang bagus supaya produkmu diminati pasar. Namun, perlu diingat jika mengikuti tren saja kadang nggak cukup untuk membuat suatu produk bertahan lama. Ketika tren berganti, otomatis keinginan orang-orang juga akan berubah. Sehingga kamu harus bisa berinovasi supaya ketika tren berganti atau mulai meredup, produkmu masih terus diminati pasar. Salah satu caranya adalah dengan membuat branding yang menciptakan nilai bahwa produkmu bisa memenuhi kebutuhan selamanya.

Nah, selain harus diminati pasar, produk kamu juga harus bisa bertahan supaya bisnismu bisa terus berkembang. Makanya, menentukan produk yang diadaptasi dari teori kebutuhan ini cukup penting menjadi salah satu pertimbangan sebelum menentukan produk yang ingin kamu jual. Selamat mempraktikkan ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE