Salah Kaprah tentang ‘Local Pride’. Pebisnis Jangan Batasi Diri Gegara Embel-Embel ini ya~

salah kaprah merek lokal

Belakangan ini kampanye tentang bangga menggunakan merek lokal kian santer digembar-gemborkan. Hasilnya, makin banyak orang yang percaya diri untuk memasarkan produknya karena mendapatkan pasar di wilayah sendiri. Mungkin kamu juga mendapati makin banyak orang di sekitarmu yang membuka usaha mereka lalu memberikan embel-embel bangga dengan produk lokal seperti ini di setiap promosi yang ia lakukan.

Advertisement

Sebenarnya, maksud dari kampanye ini bagus yakni untuk menghilangkan stigma bahwa merek lokal biasanya memiliki kualitas yang lebih rendah daripada merek luar. Sayangnya, makin ke sini istilah yang satu  ini malah jadi salah kaprah dalam penggunaannya yang membuat pengusaha bisa jadi malah enggan berinovasi. Nah, jika kamu salah satu penggiat produk lokal, simak yuk apa yang sebaiknya dilakukan atau dihindari berikut ini!

1. Jangan hanya menggunakan embel-embel ‘produk lokal’ untuk memasarkan produkmu. Pastikan juga kualitas tetap nomor satu

Ayo dong beli produkku, soalnya ini merek lokal lo.

Banyak yang memanfaatkan kampanye ini untuk berjualan, malah banyak yang terang-terangan mengatakan untuk membeli produk dari produsen lokal supaya bisa memberikan kesempatan bagi para pebisnis tersebut dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru. Akhirnya alih-alih mempromosikan produk yang bagus, penjual jenis ini malah melakukan guilt trip supaya orang membeli hanya karena alasan produk lokal saja. Padahal kalau kualitasnya bagus, produk lokal maupun internasional punya kesempatan yang sama.

Advertisement

2. Banyak produk lokal yang hanya meniru produk-produk dari luar negeri yang sudah terkenal, akhirnya karena malas inovasi usahanya jadi di situ-situ saja

Harus inovatif/ Credit: photoboom on Deposit Photos via depositphotos.com

Jika diperhatikan ada banyak merek lokal yang menjual produk yang mirip dengan produk terkenal yang sudah ada sebelumnya. Pengusaha ini biasanya akan membuat model yang serupa dengan sedikit saja modifikasi namun dijual dengan harga murah yang menyasar target market orang-orang lokal saja. Akhirnya karena malas melakukan inovasi, bisnis tersebut hanya akan berhenti di situ saja dan kalah saing dengan bisnis yang lebih inovatif di luar sana.

3. Biasanya seseorang akan mengatakan hal-hal bagus saja terhadap produk yang dijual oleh temannya, hal ini yang bikin produk jadi nggak berkembang

Kampanye lain yang tak kalah ramai dilakukan adalah membeli produk yang dijual oleh teman. Sayangnya, kebanyakan mereka akan membeli karena alasan teman saja sehingga walaupun produknya kurang bagus maka ia akan tetap mengatakan bahwa produk tersebut bagus karena ada perasaan tak enak hati, parahnya mereka akan mempromosikan ke orang lain padahal kualitas belum diperbaiki yang akan membuat konsumen baru tersebut kapok. Makanya jika memiliki teman sebagai seorang pelanggan, kamu bisa secara terbuka meminta kritik dan saran mereka supaya produkmu pun bisa lebih berkembang ke depannya.

4. Produk lokal biasanya identik dengan harga yang lebih murah, demi mencapainya bahkan banyak yang merelakan kualitasnya. Yah, sayang banget sih kalau begini

Sepatu/ Credit: swisshippo on Deposit Photos via depositphotos.com

Advertisement

Adanya batasan antara produk lokal dan produk asing ini membuat adanya ciri-ciri yang disematkan kepada produk-produk tersebut, salah satunya bahwa produk lokal selalu lebih murah. Sayangnya, supaya bisa menjual dengan harga ini akhirnya banyak yang rela mengurangi kualitasnya. Padahal jika memiliki kualitas yang bagus, kamu tak perlu minder untuk menetapkan harga yang sesuai lo.

5. Jangan sampai embel-embel produk lokal membuatmu membatasi diri dalam menentukan pasar, produkmu juga layak kok go international!

Kini dengan adanya bantuan internet, sistem jual beli jadi lebih mudah dan kamu bisa melakukan pemasaran secara global. Jangan sampai embel-embel bangga dengan produk lokal membuatmu membatasi diri hanya dengan pasar lokal saja. Walaupun ada persaingan dengan bisnis dari luar sana, namun kesempatan akan selalu terbuka jika memang kualitas yang dimiliki bagus dan branding yang juga baik.

Walaupun produk yang dibuat asli lokal namun kamu juga berhak kok mendapatkan pasar yang lebih luas dengan kualitas yang dimiliki. Jangan sampai embel-embel local pride membuatmu jadi malas berinovasi ya~

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE