Sejarah di Balik Biskuit Favorit yang Legendaris, Oreo. Sudah Hapal kan Kalian Sama Slogannya?

sejarah oreo

Diputar, dijilat, dicelupin.

Begitulah tagline dari cookie merek Oreo yang udah akrab banget di telinga karena sudah terdengar selama bertahun-tahun. Bentuknya yang terdiri dari dua keping biskuit dan krim di tengahnya walau terlihat sederhana namun berhasil jadi favorit banyak orang. Walaupun banyak yang mencoba untuk menirunya namun tetap saja cookie ini tetap menjadi juara soal rasa.

Oreo juga tak hanya dimakan begitu saja, bahkan sudah ada banyak kuliner lain yang menggunakannya sebagai topping juga. Cookie ini juga sempat menimbulkan perdebatan karena ternyata ada yang lebih suka bagian biskuitnya atau justru krimnya. Sederhana dan punya banyak cerita, bagaimana sejarah Oreo? Simak yuk kisahnya!

ADVERTISEMENTS

Oreo ternyata sudah ada sejak tahun 90-an awal lo, ditemukan oleh seorang ilmuwan yang mengalami buta warna

View this post on Instagram

A post shared by OREO (@oreo)

Pada tahun 1898, beberapa perusahaan pembuat kue melakukan merger membentuk sebuah perusahaan baru bernama National Biscuit Company atau disingkat menjadi Nabisco dan berkantor di New Jersey. Tahun 1902 mereka sudah membuat sebuah crackers yang dijual di dalam kotak berbentuk sepeprti kandang hewan dengan tali sehingga bisa digantung di pohon natal. Tahun 1912, mereka mendapatkan sebuah ide untuk membuat cookie yang terdiri dari dua kepingan biskuit dengan isisan krim di bagian tengahnya. Penemuan ini dibuat oleh seorang ilmuwan pangan yang bernama Samuel J Porcello yang sudah bekerja di Nabisco selama 34 tahun.

ADVERTISEMENTS

Penemuan tersebut ternyata diterima dengan cepat, akhirnya berbagai inovasi rasa pun terus dilakukan

View this post on Instagram

A post shared by OREO (@oreo)

Ternyata tak butuh waktu lama untuk Oreo menjadi cookie yang naik daun, produk ini bahkan mampu melampaui kompetitor dalam bidang serupa. Akhirnya, produk ini didaftarkan hak patennya hingga membuat Porcello memegang 5 paten dari produk ini. Walaupun rasa dan signature dari Oreo tak banyak berubah namun mereka mulai menjual cookie dengan berbagai macam variasi baru. Kebanyakan variasi yang dibuat tetap memepertahankan bentuk yang sama namun dengan isian yang berbeda, yang mungkin sekarang kamu temukan di rak-rak supermarket juga seperti Oreo Strawberry Creme, Blueberry Creme, Double Stuff, Peanut Butter, dan beberapa rasa limited edition yang lain.

ADVERTISEMENTS

Oreo ternyata juga sempat mengalami berbagai perubahan slogan hingga proses penamaan misterius yang tak kunjung diungkap

View this post on Instagram

A post shared by OREO (@oreo)

“Dicelup, dijilat, dicelupin” rupanya merupakan slogan yang ada di Indonesia. Sementara dilansir dari Insider , di luar sana mereka memiliki slogan yang berbeda seperti tahun 1950 yang berbunyi “Oh! Oh! Oreo!” Tahun 1980, mereka bahkan mengubah slogan selama 5 kali dalam satu tahun seperti “For All The Kids in All of Us” atau “Untuk semua anak-anak dalam diri kita,” “The One and Only” yang berarti “Satu-satunya,” dsb. Kini mereka terkenal dengan “Milk’s Favorite Cookie” atau “Cookie favorit susu” karena bisa dicelup ke minuman tersebut.

Tak hanya slogannya saja, ternyata nama Oreo juga memiliki cerita yang misterius. Pada saat cookie ini pertama kali muncul, namanya adalah Oreo Biscuit, lalu berubah menjadi Oreo Sandwich, Oreo Creme Sandwich, hingga terakhir menjadi Oreo Chocolate Sandwich Cookie pada tahun 1974.

Meskipun begitu, tetap saja produk ini terkenal dengan sebutan Oreo saja. Namun, bukan di situ menariknya. Ternyata kata Oreo itu sendiri memiliki berbagai cerita. Ada yang menganggapnya berasal dari bahasa Perancis ‘emas’ karena warna kemasan kala itu, ada juga menyebut bahwa Oreo adalah kombinasi huruf-huruf tertentu dari creme dan chocolate.

Meskipun sejarah dari nama itu sendiri tak diungkap hingga kini namun perusahaan ini terus meraup keuntungan dari produk cookie-nya yang masih jadi juara di antara yang lain. Hayo, siapa sekarang yang jadi malah ngidam makan biskuit lapis krim ini?

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An avid reader and bookshop lover.