Gagal menyelesaikan tugas tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Melewatkan tenggat waktu yang sudah ditetapkan atasan atau dosenmu meninggalkan perasaan berdosa yang tidak nyaman. Akhirnya seringkali kamu merasa kesal lantaran tidak bisa memenuhi tanggung jawabmu dengan baik.

Padahal kamu merasa sudah memaksimalkan kinerjamu setiap harinya. Lantas kenapa kira-kira kamu tetap gagal menyelesaikan tugas? Mungkin, tanpa disadari kamu melakukan hal-hal di bawah ini…

1. Kamu mulai mengerjakan tugas seperti pengelana yang hilang arah, tanpa punya tujuan dan ekspektasi yang jelas.

ekspektasi yang tidak jelas via brooksbail.com

Agar bisa sukses menyelesaikan tugas, kamu butuh ekspektasi yang jelas. Bukan sekedar “pokoknya selesai secepatnya”, jelaskan dengan rinci bagaimana kamu harus menuntaskan tugas-tugasmu itu. Jangan biarkan pikiran yang berantakan justru memperburuk keadaanmu. Misalnya Hipwee pernah mengulas tentang metode mengelola ruang pikiran dengan cara kompartementalisasi ini.

Dari beberapa tugas yang diberikan padamu, buat perbandingan dalam 4 poin penting: kualitas, kuantitas, urgensi, dan kecepatan. Kamu harus menentukan prioritas tugasmu. Urutkan mana yang paling menyita tenaga dan pikiranmu. Misalnya kamu seorang staff marketing, maka rincikan tugasmu sebagai berikut:

Advertisement

– Membuat laporan penjualan bulan kemarin di awal hari.

– Setelah makan siang, selesaikan rancangan promosi untuk bulan depan.

– Gunakan sisa waktu untuk menyiapkan materi rapat untuk besok.

2. Jadwal dan prioritasmu sudah tersusun rapi. Tapi kamu terlalu malas untuk mentaati.

Kamu malas menaati tugasmu sendiri via thesnapper.com

Jadwal kerja akan membantum mengingat tugas-tugas satu persatu, mulai dari yang paling sulit hingga yang paling mudah dan cepat diselesaikan. Tanpa jadwal kerja dan komitmen kuat untuk menerapkannya, mustahil kamu bisa bekerja dengan baik.

Namun menuntaskan semua tugasmu tak selalu mudah. Ada kalanya kamu terganjal rasa malas hingga akhirnya gagal mengikuti jadwal kerja yang sudah disusun dengan rapi.

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melawan rasa malasmu sendiri. Jam kerja sebaiknya bisa dimanfaatkan dengan baik. Daripada terpaksa lembur dan menyelesaikan pekerjaan di rumah, sebaiknya tuntaskan kewajibanmu segera.

3. Imanmu terlalu lemah hingga mudah menyerah pada distraksi yang bertebaran di sekitar.

distraksi via blog.marketo.com

Penting untuk menganalisa kinerjamu sendiri. Ketika gagal menyelesaikan laporan praktikum atau tugas-tugas di kantor, tentu ada alasan-alasan yang melatarbelakanginya. Pikirkan hal-hal yang bisa mendistraksi pekerjaan dan membuatmu malas.

Misalnya, kamu terbiasa meletakkan ponsel di atas meja kerjamu dan sesekali akan memeriksanya ketika ada pesan masuk. Selain itu, kamu mungkin tidak bisa lepas dari media sosial dan terbiasa membuka akun pribadimu setiap saat.

Singkirkan hal-hal yang mendistraksi pekerjaanmu. Pikirkan bahwa kamu akan punya waktu luang untuk ponsel dan media sosial setelah semua pekerjaanmu selesai.

4. Kegagalan memenuhi tenggat waktu disebabkan luputnya kepekaanmu untuk memanfaatkan momen emas di awal hari itu.

Terlambat memulai juga bisa jadi penyebab kegagalanmu via cunyprotest.files.wordpress.com

Yang paling sulit dalam menyelesaikan pekerjaan adalah saat memulainya. Kadang, kamu terlebih dulu membayangkan bahwa tugas-tugasmu terlalu sulit sehingga kamu tidak akan mampu untuk menyelesaikannya. Rasa takut membuatmu enggan segera membuka folder pekerjaan yang sudah menunggu.

Sebaiknya, datanglah lebih awal ke kantor. Luangkan waktu untuk tenang dan meyakinkan diri bahwa kamu bisa menyelesaikan semua tugasmu. Jangan membuang waktu di awal hari dengan memikirkan tugas yang akan kamu kerjakan. Ingatlah bahwa kamu sedang berpacu dengan waktu – menyelesaikan semua tugas tepat saat jam kerjamu berakhir.

5. Prioritasmu disusun berdasarkan keinginan, bukan diurutkan berdasar kemampuan.

tidak membuat prioritas via www.theawsc.com

Sukses atau tidaknya kamu menyelesaikan pekerjaan juga ditentukan oleh kemampuanmu menentukan prioritas. Sekalipun bisa menyusun daftar tugas dengan baik, kamu masih bisa gagal ketika tidak memprioritaskan pekerjaan di atas hal-hal lain.

Atasan bisa sewaktu-waktu memberimu tugas tambahan. Rekan kerja mungkin juga meminta bantuanmu. Dosen juga bisa seenak jidat memberikan tugas paper yang harus selsai dalam semalam. Tapi, kamu bisa meyakinkan dirimu untuk tetap memprioritaskan tugasmu sebelumnya sekalipun menerima tugas lainnya. Catatannya, kamu tetap harus bisa mengukur kemampuanmu sendiri.

6. Alasan “Nanti saja”, “Main Twitter dan Facebook dulu”, “Tugas ini bisa menunggu, kok” — jadi musuh terbesarmu!

Nanti dulu ah, bisa menunggu via huffingtonpost.con

Menunda pekerjaan berarti kamu merelakan hari kerjamu berantakan. Menunda pekerjaan sama halnya mengacaukan jadwal kerja yang sudah kamu susun sebelumnya.

Biasanya, menunda pekerjaan erat kaitannya dengan distraksi yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Kamu bisa menunda pekerjaan karena rasa malas dalam dirimu sendiri. Tapi, ada kalanya kamu terpaksa menunda pekerjaan lantaran kondisi kantor yang tidak kondusif atau rekan kerja yang mengganggu.

Menunda pekerjaan dapat dihindari dengan cara menjaga fokusmu. Jadikan deadline dan keinginan menyelesaikan tugas sebagai motivasi dalam dirimu sendiri.

7. Deadline kamu perlakukan seperti mantan. Sering ada di pikiran tapi berusaha dilupakan.

melewatkan deadline via www.bridgepc.com

Deadline punya peranan penting dalam pencapaianmu. Jangan anggap deadline sebagai tekanan, melainkan sebuah motivasi. Ketika bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline, berarti kamu sudah mencapai sukses.

Jangan sekali-kali melewatkan deadline pekerjaanmu karena hal ini sama saja membiarkan diri menjadi malas. Jika hari ini kamu melewatkan deadline, bisa-bisa besok dan lusa kamu akan melakukan hal yang sama.

8. Kegagalanmu juga bisa datang dari rasa takut yang berlebihan. Sebelum mulai mengerjakan tugas kamu sudah tertekan duluan.

Kamu tertekan bahkan sebelum mulai mengerjakan tugas via i.huffpost.com

Ada kalanya kamu bekerja dengan tidak efektif. Berjam-jam duduk di depan layar komputer menghadapi tugas-tugasmu, tapi tidak bisa menyelesaikan satu tugas pun.

Ini biasanya disebabkan kurangnya kemampuan mengontrol diri. Kamu tidak fokus, tidak percaya diri, bahkan merasa tertekan dengan tugas-tugasmu sendiri. Selain tidak bisa maksimal, bekerja dengan cara ini hanya akan membuatmu lelah.

Daripada memforsir diri, lebih baik kamu beristirahat sejenak. Gunakan 15-20 menit untuk bermeditasi, tidur siang, atau menenangkan pikiran. Jangan merasa bersalah meninggalkan pekerjaan selama 15-20 menit ini. Ketika kamu sudah segar kembali, kamu akan bisa bekerja dengan jauh lebih baik. Pikirkanlah tujuan ini saja.

Jangan hanya sedih atau kesal ketika gagal menyelesaikan tugas-tugasmu. Daripada menyesal, lebih baik temukan apa sebabnya. Ketika sudah menyadari kesalahan yang kamu lakukan, kamu bisa mulai memperbaikinya dari sekarang. Semangat!