Memulai Side Hustle yang Berikan ‘Kesejahteraan Psikologis’ Lebih dari Sekadar Side Job

Side Hustle

Beberapa tahun mendatang hal apa yang akan berubah dari hidupku?

Akankah hidupku semakin sejahtera atau gini-gini aja?

Pernahkah kamu merenungkan pertanyaan-pertanyaan itu?

Siklus kehidupan manusia nggak melulu tentang proses bertumbuh secara fisik. Idealnya, seseorang akan menjalani tahapan kehidupan; menempuh pendidikan di bangku sekolah hingga perguruan tinggi, memiliki pekerjaan tetap, menikah dan memiliki keturunan, kemudian menua hingga ajal menyapa.

Bila beruntung, kamu dapat menjalani tahap demi tahap itu dengan menyenangkan. Sayangnya, sebagian orang memiliki kisah hidup yang pedih sehingga sudah harus banting tulang di usia muda karena nggak bisa menempuh pendidikan yang layak. Bahkan, tak sedikit orang yang jungkir balik menjalani dua pekerjaan sekaligus demi bisa  memenuhi kebutuhan. 

Tuntutan kebutuhan hidup yang bertambah acap kali menjadi alasan utama orang-orang mengambil side job meski sudah punya pekerjaan tetap. Sayangnya, tak semua orang memilih pekerjaan sampingan yang disenangi. Pekerjaan ini dianggap sebagai sumber penghasilan tambahan semata yang membuat si pelaku stresnya jadi dua kali lipat.

Kebalikan side job, muncul istilah side hustle yang dinilai lebih ramah untuk kesejahteraan psikologis.

Menurut Winda Tanujaya melalui penelitiannya “Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well Being) pada Karyawan Cleaner”, mengungkapkan bahwa kesejahteraan psikologis (psychological well-being) sebagai kondisi saat seseorang merasa sejahtera ketika mengisi kehidupannya secara bermakna serta memiliki tujuan dan penilaian yang positif atas kehidupannya. 

Nah, dampak side hustle ini sejalan dengan istilah ‘bekerja untuk hidup.’ Dengan side hustle, seseorang merasa lebih senang melakukan pekerjaannya. Perasaan enjoy tersebut tentu membuatnya lebih semangat dalam menjalani pekerjaan, hasilnya pun lebih maksimal.

Mengenal side hustle, pekerjaan sampingan yang dijalani dengan puas dan sesuai potensi. Hidup jadi terasa bermakna~

Apa sih itu side hustle? | Photo by Austin Distel on Unsplash

Umumnya, pekerjaan sampingan memiliki dua istilah dalam bahasa Inggris yaitu side job dan side hustle. Meskipun memiliki arti terjemahan yang sama, tapi  side job dan side hustle merupakan dua hal yang berbeda lo.

Side job  dilakukan dengan mengutamakan kesejahteraan secara materi, yakni berupa penghasilan tambahan. Orang yang memilih side job cenderung mengabaikan kesejahteraan psikologis. Ia tidak peduli pekerjaan tambahan tersebut disukai atau tidak. Sedangkan side hustle, berpaku pada kepuasan batin dan potensi diri. Para pelaku side hustle mengutamakan kesenangan atas pekerjaan yang dilakukan sehingga mereka cenderung dapat lebih menikmati pekerjaan. Hidup pun jadi kian bermakna.

Contohnya, seorang karyawan perusahaan swasta yang memilih menjadi fotografer pernikahan saat akhir pekan. Hal ini ia lakukan sesuai passion dan bakatnya di bidang fotografi. Selain bekerja, ia mendapatkan kepuasan dari memotret para pengantin. Ada juga beberapa jenis lain side hustle yang sering ditemui di media sosial, misalnya seperti influencer, content creator, content writer, dan masih banyak lagi.

Cerita dari dia yang memilih 5 side hustle sekaligus. Gampang-gampang susahnya menyeimbangkan pekerjaan utama dan tambahan

Pengalaman mereka yang memilih side hustle | Photo by KAL VISUALS on Unsplash

Ethly Johannis Alfaris (35 tahun) adalah seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) multitalenta yang bekerja pada Dirjen Perhubungan Laut di Kota Ambon. Ethly adalah pelaku side hustle  selama 16 tahun. Baginya, menjadi seorang ASN tidak membatasi langkahnya untuk tetap mengembangkan potensi diri. Melakukan side hustle  dapat memberikan kepuasan batin tersendiri untuknya, bahkan ia nggak pernah merasa lelah. Pasalnya, apa pun yang  dikerjakan, ia lakukan dengan sepenuh hati

Tak tanggung-tanggung, Ethly memiliki 5 side hustle sekaligus mulai dari penyanyi, pembawa acara, pembawa berita, pembicara, sampai motivator. Terbaru, Ethly merilis single lagu di kanal YouTube Dirjen Perhubungan Laut. Keren, kan? Keberhasilannya ini membuktikan kalau ia bisa menyeimbangkan antara pekerjaan utama dan sampingan. Manajemen waktu adalah kunci di baliknya.

Kalau kamu adalah ibu rumah tangga, bisa kok memiliki kerja sampingan. Diam di rumah, penghasilan tetap bisa bertambah

Ibu rumah tangga menjalani side hustle | Photo by Alexander Dummer on Unsplash

Side hustle nggak cuma bisa dilakukan oleh pekerja kantoran. Kamu yang menghabiskan sebagian besar waktu di rumah juga bisa punya kerja sampingan. Pun, ibu rumah tangga bisa turut bekerja juga. Lewat usaha kecil-kecilan yang bisa dijalankan dari rumah, penghasilan keluarga bisa bertambah. Tak hanya menjalankan pekerjaan yang disukai, tapi waktu kerja pun lebih fleksibel.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini