Debat kusir adalah penyakit kita semua. Diskusi yang harusnya menjadi sarana pertukaran ilmu malah menjadi arena debat yang kosong, alias nggak ada isinya, alias hanya sekadar ramai saja tapi nggak bisa ditarik kesimpulan. Bisa jadi karena topik perdebatan yang kemudian melebar dan tidak jelas ke mana arahnya, bisa juga karena argumen yang didebatnya memang cuma asal bunyi, nggak bisa dipertanggung-jawabkan.

Contoh yang paling mudah pastinya sering kita lihat di media sosial. Mulai dari twitwar, sampai perang komentar di postingan sebuah artikel di Facebook yang bisa lebih menarik dan lebih panjang daripada artikelnya sendiri. Biasanya perdebatan yang begini ini, nggak akan pernah ada ujungnya, dan tadinya membahas topik A bisa tiba-tiba sampai ke C.

Advertisement

Biar kamu nggak terjebak dalam debat kusir yang nggak berujung, sebelum berdebat, yuk perhatikan hal-hal ini. Agar waktumu berguna dan umur nggak terbuang sia-sia.

1. Jangan memotong pembicaraan lawan debat. Selain nggak sopan, juga membuatmu kurang paham permasalahan

Memotong pembicaraan

Memotong pembicaraan via giphy.com

Yang pertama harus kamu perhatikan tentunya attitude saat berdebat. Nggak memotong pembicaraan lawan adalah hal yang esensial. Kamu jengkel nggak ketika sedang mengemukakan pendapat, tiba-tiba dipotong padahal apa yang ingin kamu ungkapkan belum tersampaikan semua? Pertama, itu nggak sopan. Kedua, semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya. Ketiga, bisa saja kamu kehilangan poin krusial dari argumennya, karena lawanmu belum menyelesaikan opininya. Bila begini, tanggapan atau sanggahan yang kamu berikan juga bisa nggak maksimal.

2. Jadikan topik sebagai batasan argumen. Membuat argumen yang out of topic hanya akan menggagalkan maksud diskusi

Kali ini harus inside the box

Kali ini harus inside the box via blogs.warwick.ac.uk

Ini juga salah satu penyebab diskusi sehat berubah menjadi debat kusir semata. Karena argumen-argumen yang keluar sudah melenceng jauh dari topik yang sedang berlangsung. Yang tadinya diskusi tentang isu lingkungan hidup tiba-tiba sampai kepada persoalan kehidupan muda yang super hedon. Ini kan nggak ada hubungannya. Karena itu, yang perlu kamu perhatikan saat membuat argumen adalah kesesuaian dengan topik yang sedang dibicarakan. Jangan keluar dari sana. Karena bila pembicaraan melebar ke mana-mana, diskusi juga jadi hilang arah.

3. Sebelum kamu menyampaikan opinimu, coba kamu tes dulu opinimu sendiri. Coba buat argumen tandingan yang akan memperkuat argumenmu

Kritik dulu teorimu sendiri

Kritik dulu teorimu sendiri via creativethinkingmsu.tumblr.com

Advertisement

Dalam sebuah diskusi, argumen yang kamu berikan punya dua kemungkinan. Argumenmu bisa disetujui dan didukung oleh banyak orang, tapi bisa juga argumenmu dibantai oleh banyak orang. Karena itu, saat kamu membuat argumen, coba lakukan tes kepada argumenmu sendiri. Bila kamu membuat teori A, tentang kemiskinan misalnya, maka ciptakanlah atau temukan teori B, yang mungkin bisa menggagalkan teori A-mu. Mengkritisi pemikiran sendiri ini akan sangat berguna untuk menguatkan opini yang kamu kemukakan, sekaligus melatihmu untuk selalu berpikir kritis.

4. Dukung opinimu sendiri dengan argumen logis yang bisa kamu pertanggung-jawabkan. Jangan pakai feeling doang!

Cari dasar argumen yang paling kuat

Cari dasar argumen yang paling kuat via quirkbooks.tumblr.com

Setelah tahu pendapatmu bisa saja dibantai di luar sana, kamu harus mulai membangun argumen yang kuat. Jangan cuma pakai feeling dan “pokoknya-gitu”. Kamu harus punya dasar-dasar argumen yang logis. Bila dasar argumenmu sudah kuat dan memenuhi aturan logika, kamu juga tak perlu gentar menghadapi pembantaian dalam diskusi. Saat kamu punya bukti dan landasan yang kuat, pendapat yang kamu kemukakan di depan publik bisa kamu pertanggungjawabkan.

5. Walau nggak setuju dengan pendapat lawan, hindari kata-kata kasar yang sifatnya mencerca apalagi menghina

Mengkritik dengan sopan

Kritiklah dengan sopan via www.hipwee.com

Nggak setuju atas salah satu diskusi itu wajar. Kalau semua setuju kan malah nggak jadi ada diskusi. Tapi lagi-lagi etika dalam berdiskusi ini nggak boleh kamu lewatkan. Meskipun pendapat itu memang benar buruk dan nggak berdasar, kamu tetap harus menghormatinya. Jangan mengkritik dengan kata-kata kasar yang sifatnya menghina kayak gini:

Ih apaan tuh? Sampah banget! Nggak bisa mikir yang lebih cerdas lagi?

Seniat apapun kamu menyadarkan dia bahwa pendapatnya itu nggak tepat, tetap gunakan kata-kata yang sopan. Kamu juga bisa menggunakan cara satir untuk mengkritik sebuah pendapat. Lebih halus, elegan, dan kritik tersampaikan.

6. Debat lawanmu di level gagasan, bukan level personal. Supaya diskusi nggak berubah menjadi ajang perselisihan

Menyerang karakter

Menyerang karakter via www.ora.tv

Nah, ini juga salah satu penyakit yang sering menghinggapi kita. Perdebatan dan diskusi yang harusnya berjalan di level gagasan endingnya bisa melebar ke ranah personal. Yang harus kamu ingat baik-baik saat menyanggah pendapat, seranglah lawan debatmu dalam level gagasan, bukan personal. Yang artinya, kamu boleh membantai argumennya, tapi jangan menyerang pribadinya, kehidupan pribadi, keyakinan, fisik, dan segala hal yang berbau personal.

7. Baper is a big NO! Saat berdebat, kalian adalah lawan. Tapi di luar itu, bukan berarti kamu dan dia nggak bisa berteman

Ngambek

Jangan dikit-dikit ngambek ah via www.tumblr.com

Yang terakhir, jangan ada kata baper (di antara kita) atau bawa-bawa perasaan. Jangan seperti saat kamu main bentengan dengan teman-teman SD dulu, yang kalau kalah, kamu nggak terima, lalu berhari-hari setelahnya kalian musuhan. Berdebat dan saling serang argumen bukan berarti kamu dan dia ngga bisa berteman. Justru asyik bukan kalau pertemanan kalian diwarnai diskusi-diskusi yang saling memperdebatkan opini dan memperkaya pengetahuan?

Meski kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh negara, tapi caranya nggak bisa sembarangan. Meski kamu membantai sebuah pendapat, ada etika-etikanya. Dengan begitu, diskusi dan perdebatan bisa berjalan dengan maksimal dan bisa memberikan manfaatnya padamu. Kalau sudah begitu, lumayan kamu bisa menambah ilmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya