Menguak Rahasia Penataan Toko sampai Penetapan Harga yang Jadi 4 Strategi Sukses IKEA

strategi bisnis ikea

Belakangan sempat ramai orang membicarakan tentang Ikea date alias kencan di Ikea terinspirasi dari film “500 Days of Summer.” Katanya sih toko yang satu ini bisa jadi tempat yang romantis karena bisa menghadirkan suasana seperti rumah dengan perabotan yang lebih komplet. Display toko yang satu ini memang bikin betah berlama-lama. Akan tetapi, kalau sudah selangkah masuk, yang tadinya cuma berencana kencan saja malah ujung-ujungnya jadi impulsif berdua.

Advertisement

Ternyata desain toko Ikea sengaja dibuat sedemikian rupa supaya para pengunjung yang datang tertarik untuk membeli banyak barang lo. Tak hanya itu, mereka juga memiliki beberapa strategi hingga sukses seperti saat ini. Kita simak yuk apa saja!

1. Desain toko mereka sengaja dibuat supaya para pengunjung bisa melihat semua barang yang dipasang sehingga bentuknya melingkar

Desain toko Ikea tak hanya menyenangkan untuk dilihat tapi dibuat seolah seperti labirin di mana semua yang masuk akan mengikuti jalur yang sudah dibuat sehingga semua barang akan terlihat. Dilansir dari BBC, desain ini membuat pengunjung penasaran akan apa yang ada di depannya dan takut akan ada yang terlewat jika memotong jalan walaupun sebenarnya ada satu dua kesempatan melakukannya.

Advertisement

Barang yang mudah dijangkau juga membuat konsumen kepo sehingga menyentuhnya yang secara psikologis menyebabkan adanya rasa memiliki terhadap barang tersebut dan akhirnya memutuskan untuk melakukan lebih banyak pembelian. Makanya nggak heran kalau pembeli yang hanya merencanakan membeli satu barang ternyata berakhir dengan keranjang yang penuh.

2. Perabotan rumah tangga biasanya dipakai dalam waktu yang lama sehingga orang baru akan kembali ketika barang tersebut rusak, Ikea punya tak-tiknya

Kamu mungkin sempat berpikir bahwa barang-barang yang dijual di Ikea seperti furnitur biasanya bisa dipakai dalam waktu yang lama sehingga pembelian pun hanya dilakukan dalam sesekali saja. Akan tetapi, bisa dilihat bahwa Ikea tetap saja ramai pengunjung dan pembeli. Alasannya mereka menawarkan beberapa trik seperti sifat fleksibel di mana pembeli bisa melakukan kustomisasi serta melakukan mix and match terhadap produk yang sudah dibeli sebelumnya. Mereka juga tak hanya menyediakan produk-produk besar yang tahan lama saja tapi juga printilan-printilan lainnya.

3. Ikea menawarkan harga yang nggak terlalu mahal namun juga nggak terlalu murah, bisa dikatakan harganya pas

Strategi menentukan harga menjadi salah satu hal yang harus dilakukan dengan penuh pertimbangan supaya konsumen bisa puas. Seringnya jika barang yang dijual terlalu mahal maka banyak yang tak mampu membeli apalagi jika sudah menentukan target pasar tertentu. Namun, jika harga yang ditawarkan terlalu murah, banyak juga yang akan menganggap bahwa kualitas produk yang diberikan biasanya juga rendah. Ikea mampu mengatasi hal ini melalui harga yang pas yang tak terlalu mahal namun dengan kualitas terjamin dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya.

4. Ikea juga menyasar pada demografi yang tepat sehingga penjualan mereka cenderung konsisten

Munculnya istilah Ikea date datang dari para anak muda yang secara mengejutkan menjadi pasar bagi toko ini. Hal tersebut membuktikan bahwa perabotan tak melulu identik dengan mereka yang sudah tua. Produk yang mereka jual sengaja dibuat dengan konsep yang clean, simpel, dan estetik dengan nama yang kadang nyeleneh, cocok dengan selera anak zaman sekarang. Tak hanya itu, biasanya anak muda juga lebih ingin tahu dengan value yang dibawa sebuah perusahaan. Dilansir dari Business Insider, Ikea membayarkan biaya hidup para pekerja dan lebih transparan akan proses produksi mereka.

Dari berbagai macam strategi tersebut, tak heran kalau kini Ikea menjadi salah satu toko perabotan yang paling terkenal dan banyak dikunjungi. Mereka memperhatikan bahkan sampai ke detail penataan barang di tokonya. Ssst, beberapa triknya bisa ditiru juga nih buat bisnismu!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE