Sukses Usia Muda ala Karinna Lai. Jadi Senior Product Manager Decacorn Grab Saat 24 Tahun!

sukses usia muda

Banyak orang yang ingin sukses di usia muda tapi semua berakhir hanya sebagai wacana karena nyatanya rebahan lebih menggoda daripada melakukan hal-hal yang menunjang kemajuan. Akhirnya waktu terlewati begitu saja, usia pun bertambah tua. Hal ini nggak terjadi sama Karinna Lai, di usianya yang masih 24 tahun ia sudah mampu menjadi Senior Product Manager bukan hanya di perusahaan ecek-ecek tapi di perusahaan decacorn sebesar Grab.

Advertisement

Alih-alih rebahan, Karinna menggunakan waktu luangnya dengan cara yang berbeda. Makanya nggak heran kalau dia akhirnya berada di posisinya sekarang dan masih berpotensi makin maju lagi ke depannya. Mungkin kamu juga penasaran, apa sih yang sebenarnya dia lakukan. Hipwee Sukses dapat kesempatan untuk ngobrol dengannya, simak yuk perjalanannya!

Karinna memiliki latar pendidikan di bidang bisnis namun akhirnya ia banting setir ke bidang teknologi setelah magang beberapa kali

Sempat magang/ Credit: Karinna Lai via hipwee.com

Ia mengawali kariernya dengan hal yang mungkin juga dilakukan oleh mahasiswa lainnya yaitu magang. Dari magang di tempat yang lebih general seperti di consulting company dan venture capital, ia justru menemukan jodohnya dengan teknologi. Ketika di perusahaan consulting misalnya, ia mendapatkan proyek untuk melakukan market research untuk perusahaan fintech di Indonesia. Pun ketika di venture capital ia juga melakukan assessment dan analisis terhadap start-up yang tengah berkembang.

Walaupun nggak memiliki latar belakang teknologi tapi keinginan untuk selalu maju yang dimiliki membuat Karinna terus belajar termasuk dari tempat magangnya. Menurutnya magang menjadi batu loncatan penting karena kita jadi tahu bagaimana sebenarnya suatu pekerjaan dilakukan hingga proyek seperti apa yang dijalankan. Jadi, saat kerja full time akan ada pengalaman yang sudah dikantongi walaupun berstatus sebagai fresh graduate. 

Advertisement

Banyak yang magang namun justru kurang produktif atau begitu saja berlalu setelah kontrak selesai, makanya penting untuk benar-benar tahu tempat magangmu

Karinna Lai/ Credit: Karinna Lai via hipwee.com

Magang merupakan sebuah sarana untuk mengasah hard skill dan soft skill sekaligus. Akan tetapi, seperti yang kita tahu banyak magang yang justru nggak produktif dan membuat para intern seolah hanya tenaga tambahan. Menurut Karinna penting untuk melakukan riset sebelum mendaftar, perusahaannya seperti apa dan apa yang dikerjakan.

Ia cukup beruntung mendapatkan perusahaan yang produktif dan mengizinkannya untuk terlibat dalam proyek yang dibuat. Jika sudah ada di dalamnya maka jangan sungkan untuk bertanya kepada senior dan belajar sebanyak mungkin. Hal tersebut yang membuat Karinna bertahan magang di Grab selama 6 bulan dan ketika lulus bisa langsung bekerja full time di sana.

Sebagai milenial yang bekerja di start-up, kreativitas untuk menciptakan inovasi adalah yang utama, menjadi peka adalah kuncinya

Advertisement

Melihat sekitar/ Credit: Karinna Lai via hipwee.com

Milenial selama ini identik dengan rebahan dan berakhir dengan nggak produktif, padahal justru dari sana inovasi bisa ditemukan. Makin banyak produk-produk, aplikasi, atau situs yang tercipta untuk memudahkan berbagai kegiatan. Yang tadinya harus ribet melakukan segala hal secara manual, kini lebih simpel dan praktis dengan adanya teknologi. Untuk menciptakan hal tersebut dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Akan tetapi, ide tak melulu harus muluk-muluk lo.

“We can start form the small things.” Begitu ucap Karinna

Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah riset dan banyak ngobrol dengan orang-orang di sekitar tentang kesulitan yang ditemui sehari-hari kemudian berangkat dari sana dan berpikir apa yang bisa dilakukan untuk membantu mereka, selanjutnya tetap mengobrol tentang reaksi mereka terhadap produk yang sudah dibuat.

Karinna menceritakan perjalanannya dalam membuat fitur baru untuk membantu para pelaku UMKM

Fitur baru/ Credit: Karinna Lai via hipwee.com

Dari riset yang dilakukan Karinna, ia menemukan fakta bahwa ternyata para pelaku UMKM di Indonesia kurang digital savvy serta selalu mau dibimbing, mereka butuh banyak bantuan dan menginginkan informasi secara langsung. “Mereka mau dipegang tangannya.” Sehingga ia menciptakan fitur yang mudah digunakan dengan informasi selengkap mungkin untuk para pelaku UMKM. Fitur ini dinamai Pendaftaran Mandiri untuk GrabMerchant yang sudah digunakan oleh lebih dari 500 ribu orang di Indonesia yang ingin mendaftarkan bisnis kuliner dengan cepat dan mudah.

Meskipun sudah menjadi seorang Senior Product Manager dan menemukan fitur-fitur, namun Karinna masih punya mimpi berhubungan dengan latar belakangnya dan keluarga yaitu untuk membantu orang-orang yang ingin mandiri secara keuangan. Ia juga percaya bahwa semua orang bisa mewujudkannya, bukan hanya yang punya privilese saja.

Tak hanya Karinna yang bisa mencapai mimpi-mimpinya di usia yang masih muda, kamu juga bisa.

“Jangan mudah terintimidasi dengan istilah-istilah tertentu misalnya teknologi itu sendiri. Mungkin kita belum punya cukup banyak ilmu tapi harus dicoba dulu sambil belajar sebanyak mungkin. Jangan ragu-ragu.”

Karinna juga berpesan walaupun milenial dituntut untuk serba cepat namun kita juga tak boleh lupa untuk istirahat. Membaca buku atau berkumpul dengan keluarga justru akan membuat kita lebih produktif setelahnya. Kerja keras tentu perlu tapi melambatkan langkah untuk istirahat sejenak juga berhak dilakukan. Siapa setuju dengan Karinna?

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE