6 Tips Kumpulkan Modal Usaha dari Gaji Pas-pasan. Asal Disiplin, Mimpimu Bisa kok Diwujudkan

tabungan modal usaha

Tanggal 25 sampai tanggal 1 setiap bulannya biasanya menjadi peralihan antara masa-masa kritis bokek di tanggal tua dan berubah jadi sultan setelah gajian. Biasanya sih mereka yang sudah kehabisan dana di akhir bulan mendadak jadi sosok yang impulsif dalam berbelanja ketika gajian karena uang bulan sebelumnya sudah habis juga. Hal ini juga sering dijadikan dalang di balik alasan ‘belum ada modal’ ketika katanya mau buka usaha. Jangan-jangan kamu salah satunya?

Advertisement

Sebenarnya mungkin saja lo mengumpulkan modal dari hasil gajimu walau pas-pasan tapi tentunya diperlukan komitmen yang tinggi untuk melakukannya. Simak yuk tipsnya untuk mewujudkan mimpimu mencapai modal usaha yang dibutuhkan!

1. Sebelum menyimpan uang untuk modal sebaiknya buat dulu detail usaha yang akan dibuat, kapan dimulai dan berapa modal yang perlu disiapkan

Walau masih akan memulai usahamu dalam jangka waktu tertentu namun kamu bisa mulai membuat perencanaan secara detail seperti berapa modal yang diperlukan untuk jumlah produk yang ingin diproduksi pertama kali serta waktu yang diperlukan sehingga bisa mengira-kira berapa tabungan per bulan yang harus disiapkan. Misalnya jika kamu butuh modal Rp5 juta dan ingin memulai usahamu dalam waktu 5 bulan artinya setiap bulan kamu harus menyisihkan uang sebesar Rp1 juta. Membuat perencanaan usaha juga akan memotivasimu untuk lebih giat menabung lo.

2. Membuat perencanaan keuangan bulanan adalah hal yang wajib dilakukan untuk mengatur pengeluaranmu

Perencanaan keuangan/ Credit: snowing on Freepik via www.freepik.com

Seorang penulis buku berjudul “Become Your Own Boss in 12 Months,” Melinda Emerson mengatakan bahwa kamu bisa memiliki kemungkinan untuk membuka usaha dengan modal sendiri ketika mampu menyisihkan 30% sampai 40% uangmu. Untuk mencapai jumlah tersebut artinya kamu harus membuat perencanaan setelah menerima gajimu dengan membaginya ke bagian pengeluaran untuk kebutuhan yang rutin seperti makan dan cicilan hingga pengeluaran yang sifatnya hiburan. Sepertinya kamu harus rela mengikhlaskan beberapa pos misalnya langganan streaming yang hanya ditonton sesekali atau kopi yang biasanya dibeli dari kafe dengan harga yang relatif mahal. Sisihkan uang modal lebih dulu baru gunakan sisanya untuk kebutuhan yang lain, jangan sebaliknya.

Advertisement

3. Usahakan untuk tidak menyimpan terlalu banyak uang tunai di dompet yang akan membuatmu merasa masih punya banyak duit

Sebisa mungkin hindari transaksi yang melibatkan kartu kredit atau semua dengan embel-embel paylater yang akan membuatmu lebih boros. Sebaiknya gunakan uang tunai untuk bertransaksi termasuk ketika belanja online (e-money). Selain itu, sebaiknya sisihkan uang seperlunya saja di dompet misalnya disesuaikan dengan rencana anggaran pengeluaran yang sudah dibuat secara mingguan. Membawa terlalu banyak uang di dompet akan menciptakan ilusi bahwa kamu masih punya banyak uang sehingga bisa lebih mudah memutuskan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tak terlalu penting untuk dibeli. Sebaliknya, usaha untuk ke ATM akan membantumu untuk menahan diri.

4. Tak perlu ngoyo menabung dalam jumlah yang besar, yang penting dilakukan dengan disiplin sesuai dengan rencana

Biasanya ketika memulai sesuatu maka seseorang akan bersemangat sehingga ingin menabung dalam jumlah besar saat awal. Akan tetapi, bisa jadi di tengah jalan kamu akan merasakan kesulitan lalu mengubah rencana dan malah merusak keseluruhan perencanaan yang sudah dibuat. Menabung dalam jumlah yang besar juga bisa berarti menghapuskan pengeluaran yang bisa membuatmu mengalami tekanan. Sebaiknya menerapkan prinsip disiplin dan konsisten untuk menabung.

5. Kamu bisa menyisihkan tabungan modalmu di bank dengan rekening yang berbeda supaya tak tercampur

Beda rekening/ Credit: Dragana Gordic on Freepik via www.freepik.com

Advertisement

Jika menggunakan satu rekening yang sama dengan rekening untuk pengeluaran yang lain maka uangmu mungkin akan tercampur dan malah salah-salah berakhir dengan digunakan untuk keperluan yang lain sehingga sebaiknya memisahkannya ke dalam rekening yang berbeda. Melalui rekening tersebut kamu juga bisa memantau sudah berapa persen targetmu tercapai yang juga akan memotivasi.

6. Jika dirasa uang dari gaji terlalu mepet maka langkah yang lain adalah mendapatkan penghasilan dari kerja sampingan yang memungkinkan

Mungkin jika mengandalkan satu sumber pendapatan saja maka kamu mengalami kesulitan bahkan untuk memenuhi kebutuhan utama maka sebaiknya cari sumber dari ‘keran’ yang lain. Jika memiliki keahlian tertentu maka kamu bisa memanfaatkannya, misalnya kemampuan akademis untuk menjadi guru privat, kemampuan desain atau menulis untuk menjadi seorang freelancer, dan lain sebagainya.

Walaupun awalnya sulit, kamu perlu mengingat-ingat lagi target yang sudah dibuat. Kalau perlu target tersebut bisa ditempel di dinding supaya kamu bisa makin termotivasi. Langkah yang paling sulit mungkin adalah untuk disiplin sehingga kamu perlu memiliki kontrol diri yang kuat.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE