5 Tantangan Buka Toko Baru di Marketplace. Kalau Bisa Taklukkan, Untung pun Berdatangan~

tantangan toko baru marketplace

Marketplace alias pasar virtual merupakan tempat di mana banyak pelapak yang bisa dengan bebas menjual barang dagangannya. Akses yang mudah membuat banyak orang ingin ikutan nimbrung buat mencoba mencari cuan di sana. Akan tetapi, layaknya dunia perdagangan lainnya, akan ada yang bertahan, ada pula yang tumbang. Malah banyak juga yang tumbang setelah baru beberapa waktu memutuskan untuk buka toko mereka.

Advertisement

Mengambil langkah pertama mungkin memang jadi fase yang paling berat. Kamu masih belum tahu rimba seperti apa yang akan dihadapi dan bagaimana untuk berjalan di atasnya. Untuk memberikanmu gambaran, berikut ini tantangan yang mungkin akan kamu hadapi. Simak yuk biar sekaligus tahu jalan keluarnya!

1. Namanya baru nyemplung mungkin kamu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai fitur yang ada di sana

Marketplace biasanya akan menyediakan berbagai fitur untuk menunjang kenyamanan penjual maupun konsumen, makin hari fitur-fitur ini akan semakin lengkap. Namun, artinya makin banyak pula hal yang harus dipelajari dari sana. Sayang kan kalau kamu bisa memaksimalkannya namun kurang tahu kegunaan macam-macam perlengkapan yang disediakan? Tenang, apapun yang berkaitan dengan teknologi bisa kok dipelajari sendiri. Luangkan waktu untuk mencoba fitur yang tersedia atau cari tutorial di internet yang akan mengajarimu secara detail.

2. Saat toko masih baru, biasanya sih masih sepi dan sulit untuk menarik para pembeli karena belum ada kepercayaan yang terbangun

Masih sepi/ Credit: snowing on Freepik via www.freepik.com

Toko yang sudah besar sekalipun nggak bisa ujug-ujug ramai pengunjung, mereka juga akan mengalami masa-masa sulit di mana toko masih sepi ketika baru dibuat. Pasalnya, orang cenderung akan memilih berbelanja di tempat yang sudah ramai karena merasa sudah terpercaya. Oleh sebab itu, kamu nggak bisa hanya memanfaatkan marketplace untuk berjualan saja. Media sosial yang lain juga harus digunakan untuk promosi dan melakukan branding. Giveaway kecil-kecilan, mengunggah testimoni, dan memasang iklan bisa dilakukan.

Advertisement

3. Perang harga di marketplace rasanya makin sengit apalagi makin ke sini jadi makin terasa gempuran produk impor dengan harga yang sangat murah

Jika masih baru dan mematok harga tinggi mungkin tokomu terancam tak bertahan lama, konsumen akan cenderung memilih toko yang murah dan sudah banyak pengikutnya. Akan tetapi, kamu tak perlu ikut-ikutan menurunkan harga jualanmu dengan signifikan juga kok. Trik untuk mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan value added alias penambahan nilai pada produk, dapat berupa bonus produk yang lain, keramahan customer service, menerapkan after selling service, pengiriman barang yang lebih cepat, dsb.

4. Jangan dikira hanya pembeli saja yang bisa mengalami penipuan online, nyatanya penjual juga bisa lo mengalami hal ini

Ketika baru membuka toko dan mendapatkan pesanan pasti akan timbul rasa bahagia di benakmu, apalagi kalau pesanannya dalam jumlah banyak. Akan tetapi, kamu tetap perlu berhati-hati karena ternyata penjual pun juga rawan ditipu. Ada konsumen yang memesan banyak barang tapi baru mengirim DP, begitu sudah dikirim ternyata tak dilunasi. Makanya pilih marketplace yang menjamin keamanan dan meminimalisir terjadinya penipuan. Hindari transaksi di luar marketplace seperti lewat chat pribadi jika ingin menghindari risiko ini.

5. Penjual yang masih baru mungkin juga merasa bingung bagaimana mengatur alur stok supaya terjaga

Mencatat/ Credit: tirachardz on Freepik via www.freepik.com

Saat pertama kali jualan mungkin kamu masih merasa aman dengan stok yang dimiliki. Akan tetapi, ketika barang sudah mulai terjual maka mengatur stok adalah salah satu hal yang mungkin sedikit membingungkan. Jangan sampai keseringan bilang barang habis saat ada yang mau memesannya karena hal ini akan membuat konsumen kecewa dan memilih memesan di tempat yang lainnya. Untuk mengatasi hal ini kamu bisa mulai mengategorikan kira-kira barang mana saja yang paling laku dan sering dipesan kembali sehingga bisa menyediakan stok yang lebih banyak. Jangan lupa juga untuk mengorganisirnya sesuai kategori supaya lebih mudah dicari ketika ada yang bertanya.

Walaupun langkah pertama cenderung sulit untuk dilakukan dan penuh tantangan namun kamu tetap bisa kok bertahan asal tetap gigih dan mempraktikkan trik-trik tersebut. Semoga jualanmu semakin laris ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE