6 Teknik Menentukan Harga untuk Produkmu, Lengkap Sama Plus Minusnya Juga!

teknik menentukan harga

Mari memposisikan diri sebagai pembeli! Saat akan membeli sesuatu, selain visual dan fitur dari produk yang akan dibeli, apalagi yang selanjutnya akan kamu lihat? Jawabannya biasanya adalah harga. Benar sih ada juga orang-orang yang rela mengeluarkan berapa saja asal barang yang diinginkan bisa dimiliki, tapi orang-orang tersebut biasanya hanya sebagian kecil saja. Makanya sebagai seorang penjual, harga adalah hal yang perlu ditentukan dengan hati-hati supaya calon konsumen tetap jadi membeli.

Advertisement

Sudah tahu belum kalau ternyata untuk menentukan harga produk yang pas maka ada tekniknya sendiri lo? Nggak bisa cuma asal murah aja ternyata. Nah, kalau belum tahu, intip di sini yuk selengkapnya!

1. Keystone pricing merupakan metode yang sering digunakan untuk menentukan harga barang-barang yang mewah

Keystone pricing biasanya digunakan oleh para retailer dengan melipatgandakan harga produk dari harga produksi itu sendiri. Metode ini bisa digunakan jika produk yang dijual membutuhkan waktu lama untuk balik modal, memerlukan biaya pengiriman dan penanganan yang mahal, unik atau memiliki jumlah yang langka. Sebaliknya, jika produk ini sudah banyak di pasaran dan mudah ditemukan maka strategi ini akan kurang pas. Meskipun dapat memperoleh keuntungan dengan mudah namun laku tidaknya tetap tergantung dengan permintaan.

2. Penetration pricing dan discount pricing adalah salah satu strategi top yang menarik hati banyak konsumen

Diskon/ Credit: Artem Beliaikin on Pexels via www.pexels.com

Menurut sebuah penelitian dari Software Advice, 97% reponden mengaku bahwa mereka menggunakan metode ini untuk berbagai sektor. Alasannya karena banyaknya orang yang menyukai diskon, sales, promo musiman, dan sesuatu yang membuat harga kelihatan lebih rendah lainnya. Makanya hal ini bisa meningkatkan penjualan dan membuat para konsumen berbondong-bondong ke tokomu. Penetapan harga ini akan efektif digunakan untuk mengeluarkan persediaan yang sudah lama tak terjual. Meskipun terlihat menguntungkan namun jika keseringan menggunakan metode ini maka bisa jadi tokomu dianggap sebenarnya memiliki harga yang murah dan membuat kosumen malas membeli dengan harga asli.

Advertisement

3. Psychological pricing digunakan untuk membuat konsumen secara sukarela mengeluarkan uang mereka

Mungkin kamu sudah mendengar atau juga sering mengalami sendiri bahwa ketika seseorang mengeluarkan uang untuk belanja, ada perasaan sakit ketika harus mengeluarkannya. Nah, di sinilah tugas penjual yaitu untuk mengurangi rasa sakit tersebut dengan metode penetapan harga secara psikologis. Misalnya menuliskan harga dengan menaruh angka 9 di bagian belakang seperti Rp299.000,00 alih-alih Rp300.000,00. Tak hanya itu, ada beberapa macam penetapan harga psikologis lainnya yang bisa kamu baca di sini.

4. Pesaing bisa jadi tolok ukur untuk menentukan harga yang juga bersaing, metode ini disebut sebagai competitive pricing

Competitive pricing artinya menggunakan data harga milik para kompetitor sebagai tolok ukur dan berusaha untuk menetapkan harga di bawah mereka. Hal ini biasanya berlaku jika semua value yang dimiliki oleh produkmu dan produk pesaing kurang lebih sama, sehingga harga lah yang akan menjadi pembeda untuk memenangkan hati konsumen. Hal ini mungkin akan membuat produkmu jadi lebih laku namun rasanya kurang bisa dilakukan secara berkelanjutan apalagi jika produksimu masih kecil, alasannya margin keuntungan yang didapatkan pun juga kecil.

5. Premium pricing digunakan untuk menjual barang dengan harga yang tinggi dengan memengaruhi konsumen bahwa produkmu lebih eksklusif

Eksklusif/ Credit: Cup of Couple on Pexels via www.pexels.com

Banyak brand yang menggunakan strategi ini untuk membuat produk terlihat lebih mewah, bergengsi, atau eksklusif. Untuk melakukan hal ini maka yang dibutuhkan untuk meyakinkan konsumen adalah dengan memastikan bahwa produkmu memiliki value seperti customer service yang tinggi dan branding yang bagus. Sayangnya, strategi ini sedikit lebih sulit untuk dilakukan tergantung dengan lokasi toko dan target pasar. Makanya penting untuk melakukan riset untuk menentukan target pasar tersebut.

6. Mencipatakan harga tandingan melalui anchor pricing akan membuat konsumen merasakan perbandingan yang dirasa akan menguntungkan mereka

Strategi anchor pricing bisa dilakukan dengan membuat daftar antara harga yang didiskon dengan harga original untuk memperlihatkan para konsumen berapa banyak yang bisa mereka simpan dengan melakukan pembelian ini. Selain itu, penjual juga bisa menaruh barang dengan harga yang tinggi di samping barang dengan harga lebih rendah untuk menarik perhatian para konsumen. Akan tetapi, hindari menaruh harga dengan jarak yang jauh supaya konsumen tak kehilangan kepercayaan atas kualitas produk ya.

Nah, itu dia beberapa teknik dalam menentukan harga untuk produkmu. Mungkin rasanya gampang-gampang susah makanya tak bisa dilihat dari satu sisi saja namun juga sisi yang lainnya supaya bisa menemukan yang paling menguntungkan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE