6 Kiat Memulai Ternak Ayam Kampung dengan Modal di Bawah 1 Juta. Diumbar Saja Bisa Hidup Lama

Ternak ayam

Mengingat daging ayam merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi, ternak ayam rumahan cocok dijadikan sebagai alternatif bisnis. Selain ternak ayam petelur, kamu juga bisa menjajal peruntungan untuk beternak ayam potong. Ada beberapa jenis ayam potong yang mudah diternakkan, salah satunya ialah ayam kampung. Dibanding jenis ayam lainnya, ternak ayam kampung cenderung lebih mudah. Selain karena perawatannya yang gampang, ayam ini juga nggak perlu kandang khusus. Cukup diumbar saja, ayam kampung bisa hidup dan bertelur. Apalagi harga ayam kampung juga lebih mahal daripada ayam pedaging lainnya. Nilai gizinya pun cukup kaya.

Advertisement

Untuk menernak jenis ayam yang satu ini, kamu mesti perhatikan daur hidupnya agar ternak ayam jago kampung ini membuahkan hasil dengan cepat. Lewat artikel berikut, Hipwee Sukses jabarkan bagimana cara beternak ayam kampung biar cepat besar dan β€˜cuan’. Khususnya bagi yang berencana ternak ayam modal 1 juta saja.

1. Sama dengan bisnis lainnya, ternak ayam Jawa juga mesti memperhitungan modal awal

hitung modal | Photo by Ashraf Ali via unsplash.com

Ternak ayam modal kecil mungkin-mungkin saja. Berarti, kamu nggak bisa beli bibit terlalu banyak. Setidaknya milikilah dua atau tiga ekor ayam sebagai bibit awal supaya bisa berkembang biak. Selama benar perawatannya, pelan-pelan ayam akan bertelur dan punya banyak anakan. Berikut rincian modal ternak ayam kampung yang lebih murah daripada modal usaha ternak ayam petelur.

Bibit ayam kampung 3 ekor = 24 ribu
Biaya pakan = 200 ribu
Kandang = 250 ribu
Obat dan vitamin = 100 ribu
Alat pemanas = 300 ribu
Total = 874 ribu

Advertisement

2. Kalau sudah ada rincian modalnya, mulailah pikirkan kandang untuk ternak ayam joper atau hasil persilangan ayam kampung dengan ayam petelur

kandang ayam | Photo by Will H McMahan via unsplash.com

Enaknya ternak ayam kampung ini, kamu bisa menggunakan kandang umbaran atau semi intensif, jadi pas buatmu yang nggak telaten. Tapi kalau kamu takut ayam ternakmu kenapa-kenapa, mending pakai semi intensif saja. Sebenarnya sama dengan sistem umbaran, hanya saja pada kandang semi intensif, kamu mesti menyiapkan sekat untuk membatasi ruang gerak ayam. Sekatnya bisa dibuat dengan bambu yang dipaku atau dianyam. Untuk luasnya, sesuaikan dengan jumlah bibit ayam yang dipunya.

3. Pilihlah indukan ayam kampung super yang cenderung lebih kuat dan estimasi waktu panennya singkat yakni sekitar 60 hari

induk ayam | Photo by William Moreland via unsplash.com

Kunci ternak ayam Jawa super alias ayam joper yang berhasil ada di pemilihan induknya. Untuk pejantan, pilih yang kokokannya lantang, bulu mengilap, serta agresif geraknya. Sedang untuk indukan betina, pilih yang ukuran tubuhnya besar, bulu mengilap, dan siap kawin. Setelah dilepas beberapa hari di kandang, indukan ayam akan beradaptasi. Selang beberapa minggu, biasanya indukan akan mulai kawin secara alami. Keberhasilan perkawinan umumnya ditunjukkan dengan si betina yang lebih rewel atau berkokok terus.

4. Pastikan ayam diberi pakan dan vitamin supaya cepat bertelur dan segera menghasilkan anakan

memberi pakan | Photo by Brett Jordan via unsplash.com

Supaya ternak ayam kampung super cepat berhasil, berilah pakan sebanyak 3 kali dalam sehari. Pakan yang diberikan bisa berupa pelet yang dicampur dengan jagung giling. Sesekali ayam juga perlu diberi vitamin supaya terhindar dari penyakit.

Advertisement

5. Beda dengan ternak ayam bangkok petelur, ternak ayam Jawa super mesti benar-benar memperhatikan anakannya, sebab ini merupakan sumber cuanmu

pelihara anakan ayam | Photo by Gilmer Diaz Estela via www.pexels.com

Untuk mempercepat proses penetasan, lakukan secara manual saja β€” biar menetas setelah 14 sampai 20 hari. Caranya yakni dengan membuat kotak penetas, lalu beri lampu daya 10 Watt dan letakkan telur di bawahnya. Selanjutnya, perawatan dan pemeliharaan intensif harus mulai dilakukan.

Setelah menetas, pisahkan dulu anakan dari ayam dewasa biar nggak kalah saing. Selain itu, beri juga pakan khusus yang jauh lebih halus daripada indukannya. Pakan ini bisa diberikan sampai anakan berusia 2 bulan. Kalau sudah dua bulan, anakan bisa dilepas ke kandang dewasa. Kalau sudah di tahap ini, bisa dibilang ternak ayam rambon atau ayam kampungmu ini berhasil.

6. Sambil menunggu anakan proses kawin dan anakan menetas, pikirkan media pemasaran dan target marketmu. Tujuannya agar nanti nggak gelagapan saat ternak ayam joper mulai membuahkan hasil

siap dipasarkan | Foto oleh cottonbro via www.pexels.com

Sama dengan bisnis lainnya, ternak ayam potong juga butuh media promosi untuk memasarkannya. Kamu dapat memanfaatkan media sosial untuk memasarkan ayam potongmu nanti.

Agar bisnismu makin berkembang, pahami segmen pasar dari penjualan ayam kampung ini. Selain dari penjual pasar, ayam kampung juga banyak dicari restoran maupun distributor swalayan. Untuk itu, pastikan kamu juga menjaring segmen ini agar budidaya atau ternak ayammu makin banyak hasilnya. Jangan salah, ternak ayam modal kecil ternyata bisa untung berkali-kali lipat kalau kamu pintar memahami segmen pasar.

Jika melihat dari segmen pasar, umumnya ayam kampung berbobot 1 sampai 2 kg sudah ideal untuk dijual. Tapi ini pun tergantung dari pembelimu. Salah satu tipsnya, juallah ayam yang jarang berkembang biak atau bertelur, supaya indukan yang bagus bisa terus kamu pelihara dan menghasilkan anakan. Selain itu, kamu juga dapat menjual telur ayam kampung yang punya protein lebih banyak dibanding ayam pedaging untuk menambah penghasilanmu. Selamat mencoba, semoga hasilnya pas dengan modalnya, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE