Apakah sistem bekerja dari hari Senin-Kamis lebih efektif dibandingkan Senin-Jumat? Paling tidak itulah yang dikatakan Ryan Carson, CEO dan pendiri dari Treehouse, sebuah perusahaan rintisan (startup company) di bidang tutorial perancangan dan pengembangan website.

“Awalnya sih karyawan kami curiga kalau mereka bakal tetap harus kerja di hari Jumat — semacam ‘boleh nggak ke kantor, tapi tetap ada pekerjaan rumah’,” kata Carson. “Mereka kaget sendiri waktu sadar bahwa kami benar-benar meliburkan mereka.”

Dituntut lebih efektif

Treehouse Company Logo via wpreviews.net

Karena para karyawan Treehouse sadar bahwa waktu mereka untuk menyelesaikan suatu tugas tidak banyak, mereka akan berusaha untuk bisa lebih efektif dalam bekerja. “Orang pemalas nggak akan bertahan disini,” ujar Carson. Saat ini, Treehouse memiliki 75 karyawan — diantaranya mereka-mereka yang menolak tawaran dari perusahaan besar seperti Twitter dan Facebook.

“Saya ingin sekali percaya bahwa mereka menolak job di Twitter atau Facebook karena idealisme untuk mengajarkan internet ke masyarakat luas,” lanjut Carson. “Tapi sebenarnya sih mereka lebih memilih Treehouse karena kami libur di hari Jumat.”

Pekerja keras harus lembur terus? Mitos!

Advertisement

Ryan Carson, CEO Treehouse

“Seorang entrepreneur nggak harus kerja 16 jam sehari, tujuh hari seminggu,” kata Carson. “Banyak entrepreneur meng-klaim mereka bekerja sekeras itu hanya karena mereka ingin merasa penting.”

Sebuah studi di tahun 2010 juga mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawan yang masuk cuma sampai Kamis lebih mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan profesional mereka. Hasilnya? Mereka jadi lebih memiliki pembawaan positif. Selain itu, kerja empat hari alih-alih lima hari juga dapat menekan pengeluaran perusahaan dengan membebaskan perusahaan dari biaya operasional di hari Jumat.

Jadi,  bagaimana menurutmu?