Di perhelatan EURO 2016 kali ini, ada sesuatu dari Indonesia yang nyempil dari kamp latihan salah satu peserta acara akbar 4 tahunan Eropa ini loh. Adalah Timnas Jerman yang membawa sebuah produk minuman berkarbonasi Coca Cola di sela-sela latihannya. Usut punya usut, di minuman kaleng yang Ozil dan kawan-kawan tenggak itu terdapat sebuah gambar wajah para pemain Der Panzer. Lalu, di mana Indonesia-nya, ya?

Ternyata, gambar wajah dengan teknik WPAP para pemain Timnas Jerman itu adalah buah karya anak bangsa Indonesia! Sekadar informasi, kaleng Coca Cola yang mensponsori Timnas Jerman itu hanya beredar di Jerman dan limited edition! Sebuah pencapain yang langka untuk desainer muda Indonesia. Siapa sih sebenarnya pelukis WPAP ini?

Sebelum membahas siapa putra bangsa yang mengukir prestasi apik ini, ada baiknya kita mengenal dulu soal WPAP. Ini makanan apa sih?

Pak Wedha Abdul Rasyid.

Pak Wedha Abdul Rasyid. via mantonlausma.wordpress.com

Advertisement

WPAP adalah salah satu aliran pop art yang dicetuskan oleh Wedha Abdul Rasyid pada 1990-an. Di usia 40 tahun, seorang ilustrator kelahiran Pekalongan, 10 Maret 1951 itu kehilangan ketajaman penglihatannya untuk melukis gambar-gambar yang detil. Dari sinilah ia memulai mencoba illustrasi bergaya kubisme. Dan, jadilah WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) yang kini telah mendunia!

Ilustrasi wajah skuat Jerman di kaleng Coca Cola pun ikut menggunakan teknik WPAP. Yuk kenalan sama Bogy, mahasiswa UNS yang mendesainnya!

Bogy in action!

Bogy in action! via www.instagram.com

Bernama lengkap Gilang Bogy Indiana Saputra, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta ini adalah desainer yang melukis wajah para pemain Timnas Jerman di kaleng limited edition Coca Cola khusus EURO 2016. Lahir di Sukoharjo, 23 Maret 1994, anak pertama dari dua besaudara itu sebelumnya sudah mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya: karya terbaik lomba “TECHNOART Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) Contest 2014” oleh KMTI UMY, serta karya terfavorit lomba WPAP Brazil FIFA World Cup 2014 oleh WPAP Community dan Grup Belajar WPAP Yuk. Wah, emang passion sih, ya? 😉

Orderan dari pihak Coca Cola ini bukan yang pertama. Sudah sering Bogy menerima permintaan dari mancanegara

*share lg sampe bosen* Singkat cerita, ngWPAPin buyer meubel papah. Semoga WPAP makin dikenal dunia :3

A photo posted by Gilang Bogy | W P A P (@gilangbogy) on

Advertisement

Sebelumnya, Bogy bercerita bahwa dia pernah menerima permintaan pembuatan WPAP dari orang Amerika, Irlandia, Spanyol, Polandia, dan lain-lain. Pernah satu waktu, ada sebuah email masuk yang memintanya untuk mendesain WPAP, tapi sayang, dia terlambat membalas email tersebut. Pengalaman pertamanya yang sampai saat ini masih ia kenang sebagai penyesalan. Namun, penyesalan ini akhirnya terbalas setelah pihak Coca Cola perwakilan dari Jerman memintanya mendesain beberapa gambar wajah para pemain Timnas Jerman yang berlaga di Perancis dalam EURO 2016. Ternyata, rezeki memang tak ke mana, ya?

Dari kecintaannya pada WPAP-lah Bogy bisa belajar mandiri. Kuliah tanpa merepotkan orangtuanya lagi

Terlalu cinta!

Terlalu cinta! via www.instagram.com

Ketika ditanya, seberapa susah membuat gambar WPAP, dia mengaku gambar seperti itu sebenarnya gampang-gampang susah. Susah buat yang tak berani mencoba, dan tetap susah walau sudah merasa bisa. Nah loh! Ya, intinya, kata dia, bikin WPAP itu harus pakai cinta.

“Honornya alhamdulillah bisa buat bayar kuliah semester depan kalo belum wisuda.”

– Gilang Bogy

Apapun yang dilandasi dengan cinta, tentu tidak akan terasa berat dan mengganjal. Seperti WPAP bagi Bogy. Dia mengerjakannya dengan cinta. Dan berkat cinta ini, dia tak perlu lagi merepotkan orangtuanya untuk membiayainya kuliah hingga semester akhir. Salut!

Kuliah di jurusan yang beda dengan passion? Nggak masalah, kalau kamu mampu mengasah skill-mu dengan baik

Waktu luang buat desain. Ntap!

Waktu luang buat desain. Mantap! via metrotvnews.com

Kalau kamu kuliah di jurusan yang nggak mengajarkanmu untuk mengasah skill-mu, nggak perlu khawatir! Bogy yang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis pun bisa mengembangkan sayapnya untuk menekuni desain visual. Dari pengalaman Bogy, kamu bisa melihat bagaimana dia belajar untuk membuktikan bahwa beda jurusan tak memengaruhi kecintaannya pada hobi yang baru ditemukannya pada 2013 lalu. Namanya cinta, dia akan selalu mengusahakan yang terbaik, bukan? Begitulah yang Bogy lakukan.

Belajar nggak cuma dari ruang kelas. Belajar dari lingkungan dan semesta justru bisa menambah wawasan semakin luas

Bogy dengan piala juara 3 untuk kontes WPAP di UMY Yogyakarta.

Bogy dengan piala juara 3 untuk kontes WPAP di UMY Yogyakarta. (2014) via www.instagram.com

“Pandangan pertama sama WPAP langsung jatuh hati, terus ya udah mulai giat bikin sejak saat itu.”
– Gilang Bogy

Bogy mengaku, selama ini dia nggak pernah belajar WPAP dari kelas kuliah atau kursus lainnya. Cowok yang juga menggulati fotografi ini belajar WPAP dari grup di media sosial Facebook “Belajar WPAP Yuk!” Pada tahun 2013, Bogy baru mengenal WPAP dari grup yang berisikan orang-orang yang memang jatuh hati pada teknik menggambar cetusan Wedha ini. Di grup itu semua anggotanya memberi motivasi, kritik, saran yang membangun. Inilah yang membuat Bogy semakin tertantang dan semangat untuk belajar. Setelah itu, barulah ia belajar bersama komunitas WPAP Chapter Solo. Ternyata, semesta memang memiliki berjuta ilmu dan inspirasi, ya?

Berhasil mengukir karya di event kelas dunia tidak membuatnya  besar kepala. Inilah harapan Bogy sebagai anak muda Indonesia

Semoga banyak yang pesan! :D

Semoga banyak yang pesan! 😀 via www.instagram.com

Perasaannya awalnya kaget dengan project ini, tapi ya akhirnya seneng bisa dapet kepercayaan kayak gini. Kesempatan yang tidak datang dua kali, tapi semoga ya ke depan ada kesempatan/project-project yang lain.

Kita juga harus yakin kalo kita anak Indonesia punya potensi di luar sana, jangan takut untuk keluar dan mencoba.
– Gilang Bogy

Ungkapan suka cita seolah tak percaya yang dirasakan seorang mahasiswa yang bukan jurusan seni atas rezeki yang diberikan Tuhan olehnya. Selain itu, desainer yang mengaku sulit untuk menggambar wajah Bellarabi ini berharap semoga WPAP semakin dikenal dunia dan komunitas WPAP semakin besar dan dewasa. Tak lupa, dia menambahkan, semoga semakin banyak pula yang pesan WPAP ke dia. Hehe

Bagaimana, keren, ‘kan, mahasiswa asli Solo ini? Keren banget dong! Tertarik untuk pesan dan berdialog dengan Bogy? Silakan kunjungi media sosialnya di sini. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya