Xiaomi Ganti Logo, Jadi Perbincangan Gara-gara Hampir Seperti Tak Ada yang Berubah

Banyak perusahaan yang memutuskan untuk melakukan rebranding setelah beberapa waktu logo dan namanya kurang lagi merepresentasikan nilai-nilai yang dibawa perusahaan. Biasanya sih perubahannya cukup signifikan hingga orang-orang akan tahu adanya rebranding tersebut. Akan tetapi, belakangan ini malah banyak perusahaan yang melakukan pergantian logo atau nama yang tak beda jauh dari sebelumnya. Misalnya logo Baskin Robbins yang kelihatannya hanya seperti mengubah pilihan font dan baru-baru ini ada merek Xiaomi yang seperti hanya mengubah bentuk sudut frame.

Pilihan untuk meredesain logo ini jadi banyak diperbincangkan karena masyarakat berspekulasi bahwa biaya yang dikeluarkan pasti banyak padahal perubahannya bahkan sulit untuk dilihat bagi mereka yang tak begitu memperhatikan.

ADVERTISEMENTS

Xiaomi menjadi bahan perbincangan belum lama ini karena mengubah logonya tanpa perubahan yang terlihat menyolok

Logo Xiaomi selama ini terlihat hanya terdiri dari huruf MI yang berada di dalam sebuah bingkai kotak warna oranye. Akhirnya, di akhir bulan Maret lalu mereka merilis telepon pintar lipat Mi Mix Fold sekaligus mengumumkan adanya perubahan logo mereka. Yang membuatnya jadi pembicaraan selama berhari-hari adalah perubahannya yang hampir nggak kelihatan. Mereka hanya mengubah bingkai yang tadinya kotak dengan ujung lancip menjadi squircle atau square circle alias persegi dengan ujung yang melengkung. Huruf di dalamnya tetap bertuliskan MI, warnanya juga tetap oranye. Mereka juga menyediakan warna suplemental yaitu hitam dan silver untuk produk-produk high-end karena pasar mereka yang kini berekspansi ke para pengguna premium.

ADVERTISEMENTS

Logo untuk perusahaan tentunya nggak bisa dibuat oleh sembarangan orang, mereka bahkan menggunakan desainer asal Jepang

logo xiaomi

Logo baru/ Credit: Xiaomi official site via blog.mi.com

Logo Xiaomi yang baru mungkin kelihatannya sederhana tapi pembuatnya ternyata merupakan seorang desainer terkenal serta profesor di Musashino Art University dan Presiden Nipon Design Center (NDC) asal Jepang yang bernama Kenya Hara. Makanya banyak yang berspekulasi bahwa harga desain baru ini pasti mahal, padahal perubahannya ‘hanya begitu.’

Eits, tunggu dulu, dilansir dari sebuah sumber, Kenya ternyata sampai menggunakan rumus matematika superelips ketika mendesain logo supaya memperoleh keseimbangan yang sempurna antara bagian persegi dan lingkarannya lo. Ia mengatakan bahwa ada filosofi di balik logo ini yaitu refleksi konsep Alive atau hidup. Tak hanya itu, redesain ini juga diwujudkan sebagai bentuk semangat dari Xiaomi.

ADVERTISEMENTS

Pernyataan Kenya Hara juga disetujui oleh pendiri Xiaomi, Lei Jun yang lebih menekankan pada nilai daripada bentuk itu sendiri

Dilansir dari The Verge, Lei Jun sempat mengajukan pertanyaan retoris di acara peluncuran Mi Fold mengenai kekecewaan orang-orang akan perubahan logo yang hanya mengalami perubahan dari original jadi lebih melengkung. Ia kemudian menyatakan bahwa perubahan yang terjadi bukan hanya pada bingkai tersebut namun juga pada semangat internal perusahaan serta mentalitas merek Xiaomi itu sendiri. Ujung yang melengkung tersebut juga menjadi representasi perusahaan Xiaomi akan fleksibilitas, kesabaran, dan keinginan untuk selalu maju.

Walaupun mungkin perubahannya tak terlalu besar, namun tentunya perusahaan telah memikirkannya matang-matang serta penuh perhitungan, bahkan mereka menggunakan rumus untuk mencapai logo yang seimbang. Makanya desainernya pun akan dibayar mahal. Bukan dilihat dari perubahan yang dibuat namun dari proses berpikir hingga sebuah logo bisa benar-benar jadi identitas yang paling pas. Gimana nih, menurut kamu SoHip?

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis