“Bagai sayur tanpa garam. Hambar!”

Pepatah ini pasti sudah sering kamu dengarkan. Saking pentingnya peran garam dalam melezatkan aneka masakan membuat garam jadi salah satu bumbu paling esensial yang harus ada di hampir semua dapur di muka bumi. Kecuali bagi mereka yang karena alasan medis khusus sehingga nggak boleh banyak mengonsumsi garam, kita pasti sangat sering mengandalkan bumbu dapur yang satu ini. Hidup tanpa micin mungkin bisa, tapi tanpa garam? Rasanya nyaris mustahil ya!

Advertisement

Faktanya, garam sebenarnya nggak sejahat yang orang kira. Banyak yang berdiet mencoba hidup tanpa garam, padahal garam merupakan salah satu elemen penting yang dibutuhkan tubuh.

Hanya saja, jumlahnya perlu diperhatikan karena kalau berlebihan tentu akan memicu banyak penyakit berbahaya. Ingat, salah banget kalau kamu pikir tubuhmu bisa berfungsi normal tanpa garam. Dilansir dari publikasi terbitan Harvard Medical School ini, tubuh manusia nggak bisa hidup tanpa asupan sodium (termasuk garam). Zat ini dibutuhkan untuk menghantar impuls syaraf, meregang dan merilekskan serat otot termasuk yang di jantung dan pembuluh darah serta menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Tak cuma garam dapur atau garam meja yang biasa, ternyata ada banyak macam garam di dunia yang juga kamu konsumsi lho. Apa saja jenis garam tersebut? Simak ulasannya kali ini bareng-bareng yuk!

1. Garam meja atau garam dapur merupakan jenis garam yang paling umum dan paling sering kita temukan sehari-hari. Garam ini merupakan jenis garam yang dipanen dari endapan bawah tanah dan sudah dibersihkan dan ditambahkan yodium yang dibutuhkan manusia

Garam meja, yang biasa kita konsumsi sehari-hari via www.thoughtco.com

Kebanyakan garam meja mengandung yodium yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah kekurangan zat yodium yang dapat memicu hypotiroid dan berbagai macam gangguan kesehatan lainnya.

2. Garam Kosher merupakan garam yang memiliki ukuran kepingan lebih kasar dan besar daripada garam biasa. Garam yang lebih populer di luar negeri seperti Amerika ini lebih sering digunakan untuk keperluan memasak, khususnya taburan di atas olahan daging

Garamnya punya butiran yang cukup besar via www.livestrong.com

Advertisement

Garam yang dibuat melalui proses evaporasi ini juga biasanya nggak mengandung zat tambahan seperti yodium atau zat anti gumpal sehingga lebih alami dari garam meja.

3. Garam laut atau sea salt merupakan garam yang diolah dari laut dan memiliki butiran yang lebih kasar dari garam meja. Garam ini juga mengandung mineral bawaan dari tempat asal panennya, seperti zat zinc, potasium dan besi sehingga memiliki profil rasa yang kompleks

Garam laut nggak sama lho dengan garam meja~ via www.wideopeneats.com

4. Himalayan pink salt cukup populer beberapa waktu belakangan ini sebagian dari makanan sehat. Dibandingkan dengan jenis garam lain, garam ini sangat istimewa karena diklaim sebagai salah satu garam paling murni di dunia

Garamnya lucu ya, merah muda~ via www.wideopeneats.com

Dibanding garam lainnya, garam Himalaya atau Himalayan pink salt merupakan bentuk garam paling murni di dunia dan dipanen dari pertambangan garam Khewra di pegunungan Himalaya, Pakistan. Warnanya juga beragam, mulai dari putih tulang sampai ke merah muda pekat. Garam ini juga mengandung 84 mineral dan elemen penting yang dibutuhkan tubuh sehingga garam ini tak hanya digunakan di dapur untuk memasak, tapi juga untuk keperluan perawatan spa.

5. Celtic sea salt merupakan salah satu garam jenis yang dipanen dari kolam-kolam di pesisir Prancis dan kaya mineral dari air laut. Warnanya cenderung abu-abu, teksturnya lembap dan  kasar serta memiliki cita rasa asin yang khas untuk memasak atau membuat kue

Garam laut yang dipanen dari pesisir Prancis via www.wideopeneats.com

6. Fleur del salt atau ‘Flower of Salt’ juga merupakan garam dari kolam-kolam pesisir Brittany, Prancis. Karena rumitnya proses pemanenan garam ini, garam ini sampai dijuluki “caviar of salts” lho!

Garam dari Perancis juga via www.wideopeneats.com

Sesuai dengan namanya, yaitu flower of salt, garam ini dipanen dengan tangan di kolam-kolam garam di pesisir Brittany, Prancis. kristal garam yang setipis kertas diangkat perlahan dari permukaan air, seperti mengambil krim di atas susu. Pemanenan hanya bisa dilakukan di hari yang cerah dan kering menggunakan tongkat kayu tradisional. Karena kerumitan ini, 2 kg garam dibandrol dengan harga $80 sehingga dijuluki “the caviar of salts”. Kaya akan kandungan mineral dan kelembapan, garam ini punya cita rasa unik yang nikmat.

7. Kana namak yang artinya garam hitam dalam bahasa Nepal merupakan garam Himalaya yang dikemas dalam toples arang, herba, biji-bijian dan kayu-kayuan, dibakar dalam perapian selama 24 jam, lalu didinginkan, disimpan selama beberapa waktu

Garam berempah via www.wideopeneats.com

Karena keunikan proses dan campurannya, garam ini punya warna merah kehitaman, rasa tajam, asin dan aroma khas telur sehingga kerap digunakan para kaum vegan dan vegetarian untuk memberikan sensasi rasa khas telur pada makanan bebas telur.

8. Flake salt atau kepingan garam diproses melalaui proses evaporasi atau direbus, memiliki bentuk yang tipis dan tak beraturan serta punya rasa asin yang cukup kuat serta rendah kandungan mineral. Garam ini kerap digunakan untuk memasak daging

Mirip sama garam laut via www.wideopeneats.com

9. Sesuai dengan mananya, Black Hawaiian Salt atau garam hitam Hawaii merupakan garam yang dipanen dari kepulauan vulkanik di Hawaii. Warnanya yang kehitaman berasal dari tambahan arang aktif atau activated charcoal

Mirip kayak arang via www.wideopeneats.com

Juga dikenal sebagai black lava salt, garam yang berbutir kasar dan renyah ini sangat baik untuk tambahan rasa pada masakan babi dan olahan seafood.

10. Red Hawaiian salt atau alaea salt merupakan garam kasar dari Hawaii juga dan berwarna kemerahan, kaya akan kandungan zat besi dari volcanic clay alaea

Warnanya cantik ya? via www.spiceography.com

Selama berabad-abad, garam ini digunakan untuk membersihkan, menyucikan dan mendoakan alat-alat. Garam ini juga baik digunakan untuk masak memasak karena bisa memberikan rasa kuat yang nikmat untuk daging atau seafood.

11. Smoked salt merupakan gara yang diolah dengan diasapi perlahan selama 2 mingguan di atas perapian kayu. Garam ini memberikan rasa khas masakan asap yang kuat pada menu masakan dan cocok untuk menu daging dan kentang

Warnanya unik~ via memphisgrills.com

12. Pickling salt atau garam acar merupakan garam yang kerap digunakan untuk membuat acar atau asinan. Garam ini biasanya nggak mengandung zat tambahan seperti yodium, anti gumpal atau sisa mineral garam laut agar nggak mengubah warna makanan

Acar timun, nyam~ via www.wideopeneats.com

Nah, jadi sekarang sudah tahu kan kalau ada bermacam-macam pilihan garam dari berbagai belahan dunia? Buat kamu yang sedang ingin memasak dengan cita rasa baru atau ingin mencoba diet makanan sehat, bisa coba garam-garam tak biasa ini. Selamat mencoba ya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya