Pak, Bu. Maafkan saya yang belum punya status mapan. Yang jelas sekarang saya paham, bahwa tak ada hal lain yang lebih penting dibanding menghormati keberadaan kalian.

Tidak sedikit dari kamu yang masih minder dengan diri sendiri. Dibalik status mahasiswa yang sedang kamu sandang ini, kamu juga merasa kurang percaya diri. Atau, predikat pengangguran yang saat ini kamu sandang, membuatmu pasrah dan pesimis terhadap masa depan. Lalu, perasaan kedua orang tua lah yang akhirnya kamu pertaruhkan.

Advertisement

Kamu takut mereka kecewa, bahkan enggan untuk kembali bertatap muka. Kamu juga terlalu ragu untuk menginjakan kaki di rumah, walau sebenarnya kamu bukan tipe penjelajah. Tapi sekali lagi, ini cuma perasaanmu saja. Masih banyak hal yang bisa menyenangkan hati mereka, orang tuamu.

1. Orang tuamu nggak minta macam-macam, yang penting kamu masih punya harapan untuk ‘bertanding’ di masa depan

yang penting kamu jangan menyerah

yang penting kamu jangan menyerah via femina.in

Yakinkan pada Bapak-Ibu kalau kamu bukan tipe pengecut yang nyalinya gampang ciut. Kamu masih bisa diandalkan meski bukan untuk sekarang, tapi kelak di masa depan. Tunjukkan bahwa apapun statusmu sekarang itu cuma ujian dari Tuhan, yang justru akan lebih menguatkan.

Bapak-Ibumu juga pasti maklum, bahwa anak kesayangannya ini ingin selalu membahagiakan mereka bagaimana pun caranya. Intinya, jangan sampai kata menyerah ada di dalam kamus hidupmu.

2. Daripada kamu bingung dan terus mengeluh, mengabari Bapak-Ibu setiap hari adalah satu-satunya obat yang paling ampuh

kabari mereka dengan setia

kabari mereka dengan setia via villages-news.com

Advertisement

Hallo… Pak, Bu. Apa kabar? Sehatkah hari ini? Semoga selalu sehat, ya. Jangan lupa, makan yang teratur.

Simpelnya, orang tua tak pernah minta apa-apa selain kabar baik dari anaknya. Asal anaknya bisa makan saja, mereka sudah senang luar biasa. Mereka hanya ingin tahu bagaimana keadaanmu, bukan cuma materi atau bahkan uangmu.

3. Sesekali, belikan mereka hadiah kecil juga tak ada salahnya. Di sini, kamu bisa membuktikan kalau keberadaan mereka itu berharga

gampang kok nyenengin mereka!

gampang kok nyenengin mereka! via oprah.com

Seberapa mahalnya sih harga brownies cokelat di toko roti yang biasa kamu lewati itu? Seberapa juga arti uang 10.000 untuk mentraktir mereka bakso hangat di pinggir jalan dekat rumahmu? Rasanya, hal ini sepele sekali. Tapi kalau kamu ‘cerna’ lebih dalam, ini adalah segelintir bukti dari kasih sayang.

Bahkan kamu rela untuk menyisihkan sedikit uang demi membelikan mereka barang, yang memang sekiranya mereka butuhkan. Terharu, satu hal yang pasti akan Bapak-Ibumu rasakan.

4. Kamu hanya cukup meluangkan waktu. Jangan berlebihan atau muluk-muluk dulu

bagi waktu dulu aja

bagi waktu dulu aja via hipwee.com

Apalagi yang Bapak-Ibumu harapkan selain kehadiran anak kesayangannya di sisi? Ah, sepertinya tidak ada.

Jika ada kesempatan bertanya dan Bapak-Ibumu mampu menjawab, kamu mungkin akan terkejut dengan rentetan kalimat yang terlontar dari bibir mereka. ‘Nak, Bapak-Ibu cuma pengen kamu betah di rumah. Udah, itu saja’ adalah kata-kata yang pasti terucap ketika kamu bertanya, ‘Pak, Bu. Sebenarnya, keinginan terbesar kalian itu apa?’. 

Agak klise memang. Tapi inilah keadaan yang sebenarnya. Orang tuamu juga pasti sadar betul kalau ukuran sukses seseorang tak selalu berwujud materi, tapi tingkah laku serta sebaik-baiknya kamu mengelola hati. Anggaplah ini sebagai pacuan, supaya kamu tetap gigih demi satu kata yang disebut perjuangan.

Pak, Bu. Saya sayang kalian berdua…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya