Obat yang bikin ngantuk

Kesal nggak sih kalau kita merasa mengantuk usai minum obat tertentu? Padahal harus fokus kerja atau ngerjain tugas kampus…

Kita semua tahu bahwa setiap obat (kimia) memiliki efek sampingnya masing-masing. Ada yang memicu sakit kepala, mual, mulut kering, mengantuk, konstipasi, dan efek samping lain yang lebih serius. Nah, meski nggak sebegitu seriusnya, obat-obatan dengan efek mengantuk lumayan mengganggu aktivitas. Sebenarnya efek samping mengantuk ini dibuat agar kamu beristirahat untuk memaksimalkan kerja obat, namun jadi bahaya jika kamu harus berkendara dan menurunkan produktivitas saat harus bekerja atau berkegiatan lain yang membutuhkan konsentrasi.

Advertisement

Nah, agar kamu lebih jeli lagi kapan sebaiknya meminum obat, kenali jenis-jenis obat tertentu yang memicu lelah dan kantuk berikut.

1. Obat anti alergi atau antihistamin seperti obat gatal, batuk, pilek, bersin-bersin, alergi mata, hingga obat mual dan muntah

Obat batuk pilek via www.webmd.com

Antihistamin merupakan komponen obat yang berfungsi menghalangi kerja zat histamin, yakni zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi. Antihistamin biasa digunakan untuk mengobati bersin, hidung tersumbat, gatal-gatal, gigitan serangga, alergi mata, alergi makanan, hingga gejala mual atau muntah karena mabuk kendaraan. Ada dua jenis antihistamin, antihistamin golongan pertamalah yang punya efek menenangkan. Senyawa antihistamin pada obat ini akan masuk ke otak dan mengganggu kesadaran sehingga cenderung menimbulkan rasa kantuk dan sulit berkonsentrasi.

Kandungan chlorphenamine (CTM), promethazine, ketotifen, alimemazine, cyproheptadine, hydroxyzine, atau clemastine dalam obat merupakan antihistamin golongan pertama yang menyebabkan lelah dan kantuk usai meminumnya.

2. Obat antidepresan yang kerap digunakan untuk mengurangi  gangguan kecemasan atau penyakit saraf

Obat anti kecemasan via www.bordova.com

Advertisement

Obat antidepresan biasanya diresepkan dokter untuk mengobati gejala gangguan depresi dan penyakit syaraf. Pasien yang mengalami kecemasan pada umumnya memang bisa mengendalikan keluhan yang dialaminya setelah mengonsumsi obat tersebut. Obat antidepresan tergolong dalam obat keras sehingga penggunannya harus di bawah pengawasan dokter. Salah satu efek samping yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obatantidepresan adalah mengantuk dan hilang konsentrasi.

Ada beberapa jenis obat antidepresan, namun kandungan yang paling sering ada dalam obat-obatana adalah fluoxetin, venlafaxine, dan amitriptyline.

3. Benzodiazepine, salah satu obat penenang yang banyak diresepkan dan menyebabkan kelelahan

Obat penenang via www.medicalnewstoday.com

Obat ini dikategorikan sebagai obat psikoaktif yang biasanya digunakan untuk mengatasi gejala gangguan psikologi seperti gangguan kecemasan dan insomnia. Benzodiazepine berperan sebagai obat penenang, anti-kecemasan, melemaskan otot-otot tubuh, dan efek hipnotik atau mudah tidur. Obat ini bekerja dengan mengikat ke reseptor di otak yang melepaskan sinyal ‘tenang’. Otak dan tubuh akan mendapat sinyal untuk bersantai sehingga menurunkan tekanan kecemasan. Kamu nggak bisa sembarangan mendapatkan obat ini karena benzodiazepine termasuk ke dalam daftar obat yang harus ditebus dengan resep dokter.

4. Obat darah tinggi generik jenis beta blocker memperlambat denyut jantung yang kerap memicu kelelahan

Obat darah tinggi via www.chicagotribune.com

Meski kebanyakan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi biasanya menyerang orang-orang berusia lanjut, namun nggak jarang juga menyerang anak muda. Beberapa obat darah tinggi generik biasanya diandalkan untuk meredakannya. Salah satunya adalah jenis beta blocker. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi efek dari hormon epinefrin (hormon adrenalin) yang membuat jantung bekerja lebih lambat, detak jantung dan kekuatan pompa jantung menurun. Sehingga, volume darah yang mengalir di pembuluh darah menurun, tekanan darah menurun sehingga menimbulkan efek kantuk.

Beberapa obat beta blocker yang menyebabkan kantuk antara lain: atenolol, propanolol, metoprolol, nadolol, betaxolol, acebutolol, bisoprolol, esmilol, nebivolol dan sotalol.

Efek samping yang dirasakan akibat mengonsumsi obat oleh setiap orang akan berbeda-beda tergantung dari kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. Karenanya, alangkah baiknya kamu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis tertentu meskipun sudah membiasakan diri membaca label dalam kemasan obat. Nah, jika obat yang kamu konsumsi menyebabkan efek kantuk, maka hindari meminumnya saat kamu sedang butuh konsentrasi penuh seperti  bekerja atau menyetir. Semoga membantu, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya