Saat ini aktivitas menikmati alam telah menjadi pilihan alternatif untuk mencari hiburan. Kepenatan karena hingar bingar kota, kesibukan kerja yang makin padat, hingga tidak adanya ruang terbuka untuk sekadar menghela nafas menjadikan hijaunya alam terbuka jadi hal yang selalu dinantikan.

Keinginan untuk berburu wisata alam semakin menjadi sebab media kian gencar memberitakan berbagai destinasi wisata alam yang memanjakan mata. Masalahnya kita sebagai manusia dewasa tak bisa pergi berlibur seenak hati sebab ada kewajiban yang harus dilakoni.

Bersepeda jadi alternatif bagi keadaan ini. Perpaduan alam dengan tren bersepeda telah menjadi hobi dan liburan yang banyak digandrungi oleh berbagai kalangan. Kamu masih kurang alasan kenapa harus mulai menambahkan bersepeda gunung sebagai aktivitas outdoor yang menyenangkan? Di artikel ini Hipwee akan kupas jawabannya.

1. Ketika jalan sedang macet-macetnya bersepeda bisa jadi pilihan untuk menyingkir sejenak dari hingar-bingar kota

Menjauhkan diri dari kepenatan kota via pinkbike.com via www.pinkbike.com

Keadaan kota yang penuh dengan hingar-bingar kendaraan dan lautan manusia kadang jadi penyebab tersulutnya emosi saat berkendara. Kendaraanmu dikepung motor dari kanan-kiri, kamu yang naik motor juga harus bersabar ketika harus naik turun trotoar demi mendapatkan jalan yang lebih longgar.

Advertisement

Ketika kejemuan berkendara di tengah padatnya kota melanda bersepeda bisa jadi pilihan yang membuat otakmu beristirahat sejenak. Dengan bersepeda kamu dipaksa melakoni perjalanan yang lebih lambat, setiap kayuhan mengeksposmu pada pemandangan sederhana yang selama ini sering tidak tertangkap mata.

Keberadaan perpustakaan kecil di ujung gang, ramainya warung nasi kuning yang ada di pinggir jalan, sampai hijaunya pepohonan yang tumbuh di halaman tetangga bisa terlihat dengan jelas. 

Mulai sekarang jangan ragu mengeluarkan sepeda dari garasi jika jalanan sedang macet-macetnya. Dengan bersepeda kamu akan tahu car amenikmati pelannya perjalanan dengan cara berbeda.

2. Menyusur jalur di Gunung Bromo, sampai menikmati hutan pinus di Jogja terasa lebih ringan dengan sepeda. Sarana transportasi ini akam membuat perjalananmu makin kaya

Menikmati alam dengan cara yang berbeda via hipwee.com

Sebutlah kamu cuma punya 1-2 hari saat akhir pekan untuk berlibur ke destinasi yang sudah diidamkan sekian lama. Jika hanya dengan tracking seperti biasa maka waktumu bisa habis di perjalanan. Pulang ke rumah tinggal pegal dan capeknya saja yang tersisa, sementara rasa penasaran akan indahnya keseluruhan lanskap destinasi itu belum terjawab sempurna.

Efisiensi waktu dan kesempatan yang lebih banyak untuk menikmati alam menjadi keuntungan dari sepeda gunung. Dengan sepeda gunung track yang tampak terlalu curam untuk didaki dengan kaki bisa dilibas. Turunan yang kelihatannya berbaya justru bisa memberimu pemandangan yang mendebarkan. Perjalanan dengan sepeda tak hanya terasa lebih efisien, melainkan juga bisa memberimu pengalaman yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

3. Di tengah medan yang menantang, sepeda gunung bisa jadi kawan baik untuk meninggikan adrenalin. Kamu tinggal memilih trek yang menguji keahlian

Pemacu adrenaline yang pas via pinkbike.com via www.pinkbike.com

Tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menikmati sensasi dari roller coaster yang belum tentu ada di daerahmu. Lupakan juga wahana kora-kora yang hanya ada di amusement park atau di pasar malam yang diadakan satu tahun sekali. Adrenalin bisa kamu panggil dengan cara-cara yang jauh lebih sederhana.

Cukup dengan membawa sepeda gunung untuk menyusuri track alam yang masih terbebas dari polusi kendaraan kamu sudah bisa memulai sebuah pertualangan. Kombinasi trek penuh bebatuan, tanah basah, debu, dan genangan air yang lengkap dengan tanjakan dan turunan menjadikan sepeda gunung sebagai alternatif lain aktivitas penguji adrenalin yang menyenangkan.

4. Dalam kegiatan komunitas sepeda kamu bisa menemui berbagai pribadi dari latar belakang berbeda. Bergaul dengan mereka membuat wawasan dan matamu jadi lebih terbuka

Teman-teman dari latar belakang yang berbeda via facebook.com via www.facebook.com

Seperti kegiataan outdoor lainnya, separuh kesenangan dari aktivitas blusukan dengan sepeda gunung datang dari orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Seiring meroketnya ketenaran sepeda sebagai alternatif sarana transportasi dan sarana olahraga makin banyak orang yang bisa kamu temui dalam komunitasnya. Mulai dari mahasiswa, pegawai negeri, karyawan swasta, pengusaha, dokter, dan banyak profesi lain yang masih jarang terdengar di telinga.

Bahkan saat ini komunitas-komunitas outdoor macam komunitas parkour, mobil offroad, airsoft, dan komunitas selam mulai memasukkan kegiatan bersepeda gunung sebagai kegiatan sampingan. Tentunya ini tak bisa dilepaskan dari kedekatan aktivitas yang satu ini dengan alam bebas.

5. Di dalam aktivitas menguji nyali ini kamu bisa merasakan dekatnya kebersamaan, ringannya satu sama lain memberikan bantuan. Tak ada lagi tempat bagi keegoisan

Melatih rasa kebersamaan

Bersepeda di gunung biasanya dilakukan secara berkelompok dalam suatu komunitas. Salah satu alasannya karena apabila salah satu dari personil kita mengalami masalah dengan sepedanya (bocor ban, rantai putus, dsb) maupun cedera akibat terjatuh maka teman-teman yang lain akan dengan sukarela membantu teman tersebut, karena di alam segala sesuatu harus dilakukan secara mandiri).

Kebersamaan macam ini akan melatih sense empatimu di tengah kondisi masyarakat modern yang sedang didera krisis komunikasi empatik akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak ada lagi ruang untuk jadi individu yang individualis, kalian harus saling membantu agar bisa bertahan di tengah kejamnya alam.

6. Ketahanan fisikmu dijamin teruji. Angkat-jinjing sepeda tak sekali dua kali akan kamu lakoni

Melatih kekuatan fisik via pinkbike.com via www.pinkbike.com

Bersepeda gunung merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan aktivitas fisik yang tak sedikit. Trek yang kita lalui di gunung tidak semulus jalanan aspal yang ada di kota. Tanjakan yang melatih kesabaran menjadikan kita mengayuh pedal dengan hati-hati, bahkan ketika tanjakannya dianggap tidak manusiawi, mendorong sepeda bahkan mengangkat sepeda menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari.

Belum lagi ketika melewati track downhill yang penuh dengan kombinasi batu, akar pohon, rumput yang licin, dan tanah yang lembab — melatih kekuatan tangan kita dalam mempertahankan keseimbangan dari handlebar agar kita tidak terjatuh. Sepeda gunung juga melatih kemampuan endurance yang baik untuk kesehatan jantung.

7. Lewat aktivitas outdoor ini kecepatan berpikir dan gerak reflekmu tak akan tumpul. Berubahnya medan secara tiba-tiba memaksamu harus mengambil keputusan dengan segera

Melatih refleksitas tubuh dan pikiran via pinkbike.com

Setelah melewati tanjakan biasanya para goweser akan menemukan track downhill yang menjadi tujuan mereka. Kecepatan sepeda ketika downhill dapat kita samakan dengan ketika kita menaiki sepeda motor, tergantung dari bentuk geografis suatu daerah. Dengan kecepatan seperti itu secara tidak langsung kita akan mengasah kecepatan berpikir untuk menentukan jalan yang paling aman untuk dilalui.

Belokan tajam, drop tiba-tiba, tanjakan tinggi terkadang menjadi kombinasi yang tak mampu kita prediksi ketika blusukan. Dalam kegiatan ini kecepatan berpikir dan gerak reflek harus berada dalam kondisi terbaiknya. Semakin lama melakoni aktivitas outdoor ini kamu akan jadi orang yang terbiasa bergerak cepat, gerak reflek dan kecepatan berpikirmu secara perlahan akan berkembang pesat.

8. Sepulang blusukan dengan sepeda gunung kamu akan belajar bahwa tidak ada trek yang pantas membuatmu putus asa. Apapun caranya kamu harus tetap mengayuh pedal dan terus berusaha

Tidak mudah putus asa via pinkbike.com via www.pinkbike.com

Dengan kondisi trek sedemikian rupa, kemungkinan terjatuh dari sepeda menjadi hal yang akan sering kita temui ketika bersepeda gunung. Namun para penggiat sepeda gunung meyakini bahwa setiap tanjakan tinggi akan selalu diikuti dengan “surga” — turunan yang membuat mereka bisa sedikit melemaskan otot kaki sementara.

Berawal dari keterpaksaan yang dibalut dengan rasa senang maka lama-kelamaan rasa pantang menyerah akan muncul di dalam diri, keterpaksaan tersebut muncul karena mau tidak mau kita harus mengayuh sepeda untuk pulang menuju rumah untuk beristirahat. Atau menyerah dan menunggu diselamatkan oleh Tim SAR dan merepotkan banyak orang.

Jadi, tertantang untuk mencoba aktivitas sepeda gunung? Tenang, saat ini telah banyak komunitas dunia virtual yang mudah kita temui. Cukup dengan bergabung di dalam grup tersebut dan memiliki sepeda lengkap dengan protector yang menempel di badan, maka kamu akan menikmati sensasi-sensasi seperti yang disebutkan di atas.