Sadar nggak sadar, banyak ucapan yang selama ini kita lontarkan yang sebenarnya “kurang pintar”. Alih-alih membantu percakapan, ucapan-ucapan ini justru bisa bikin obrolanmu berhenti, canggung, bahkan kadang membuat yang mendengarnya sakit hati.

Memang sih, kita nggak berniat bikin orang kesal – apalagi sakit hati – ketika melontarkan ucapan-ucapan ini. Tapi sebenarnya, kita bisa mengganti mereka dengan kalimat-kalimat yang lebih cerdas lagi. Baca yuk kalimat-kalimat seperti apa yang dimaksud Hipwee!

1. Kata “Terserah” jangan diucapkan lagi. Coba bilang “Mungkin kita bisa ke… atau ke…” — temanmu nggak akan bingung dengan begini

Sampai dibikin restorannya tuh via twitter.com

“Kamu mau makan apa?”

“Hmmm… terserah, deh.”

“Duh, jangan bilang terserah dong… Bingung nih jadinya.”

Memang sih, pertanyaan seperti “Mau makan di mana?”, “Enaknya kita ngapain ya?” sering bikin bingung. Apalagi kalau kita sebenarnya nggak punya keinginan untuk makan atau melakukan hal tertentu. Tapi kalau kamu kurang yakin sama pilihanmu, atau memang nggak punya pendapat yang cukup baik, usahakan jangan selalu bilang “terserah kamu,” Selain bisa membuat orang menjadi serba salah, kalimat itu juga bisa menandakan kalau kamu malas mikir atau berkontribusi pada percakapan.

Advertisement

Mending kamu bilang terus terang kalau kamu nggak bisa menetukan, tapi tetap memberikan beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan.

“Sebenarnya aku nggak masalah ke mana aja. Tapi mungkin kita bisa ke X? Di sana murah soalnya. Atau Y? Nasi gorengnya enak sih!”

2. Daripada “Good luck ya, Kakak!”, lebih baik bilang “Pasti kamu bisa”. Toh, bukankah kesuksesan temanmu bukan hanya karena keberuntungan saja?

Sebagai bentuk penyemangat dan doa, kamu sering bilang “good luck ya!” ke orang-orang sekitarmu yang sedang melakukan atau menjalankan sesuatu yang penting. Memang terdengarnya tulus dan baik, tapi ternyata kalimat itu seperti menjelaskan kalau dia bisa sukses hanya karena sebuah keberuntungan.

Padahal lebih enak kalau kamu bilang, “aku tahu, kamu mampu menyelesaikannya.” Itu lebih memotivasi teman kamu untuk percaya sama kemampuannya sendiri, daripada larut dengan harapan keberuntungan yang belum pasti.

3. Kalimat “Kamu gendutan ya?” bisa bikin teman kesal setengah mati. Kamu nggak tahu, jangan-jangan dia sudah jumpalitan ngurusin badan selama ini

“Beratnya berapa?” via www.flickr.com

Perkara berat badan itu sangat sensitif. Kalau saja kamu melihat teman yang sudah lama tak bertemu, dan tiba dia terlihat lebih gemuk, kamu rasanya ingin mengomentarinya. Tapi kadang cara penyampaiannya kurang tepat, seperti “Eh, gemukan ya? Sekarang beratmu berapa kilo?”

Daripada bikin sakit hati, mending kamu memuji dengan kalimat “Eh, kamu segeran, deh.” Temanmu pun jadi tahu, penampilan dia oke menurutmu 😉

4. “Mukamu pucet banget sih?” “Itu kantong matamu emang gede ya?” “Kamu keliatan capek banget…”

Kamu lelah, ya? via genius.com

Menurut kamu nggak ada yang salah dengan kalimat itu. Mungkin kamu juga sebenarnya berniat untuk membantu, siapa tahu dia butuh istirahat bentar, gitu.

Tapi coba deh, pikirkan lagi apa orang suka dibilang pucat, punya kantong mata besar, atau tampak lelah. Jangan-jangan, ini bikin mereka jadi canggung dan sama penampilannya sendiri.

Mungkin lebih enak kalau kamu bilang “Kamu nggak papa? Ada yang bisa kubantu?” Nggak ada penegasan tentang wajah capeknya, dan niat kamu untuk membantu dan berbagi akan terlihat jelas.

5. “Kamu putus? Bagus! Mending juga kamu nggak sama dia…”

Udahlah, mending juga kamu nggak sama dia… via www.rgbstock.com

“Kenapa sih sedih mulu? Udahlah, nggak usah gitu. Mending juga kamu kayak gini, nggak sama dia. Cowok payah kayak gitu…”

Saat baru banget habis putus, temanmu pasti sedih luar biasa. Bahkan, kesedihan ini bisa bikin dia “mengidealisasi” mantannya. Dia akan ingat kembali kebaikan-kebaikan yang pernah mantannya lakukan buat dia, dan kehilangan yang dia rasakan ketika mantannya itu nggak lagi ada di sampingnya.

Karena itulah, ucapan “Bagus deh! Mending kamu nggak sama dia!” justru bisa tambah menyakitkan hatinya.

Tahu sih, sebenarnya kamu cuma mau memberikan dukungan. Kalau memang niatmu begini, kamu juga bisa bilang “Kalau kamu lagi sedih, ke tempatku aja ya. Kita makan atau main bareng, lah. Kamu nginep juga boleh” — supaya dia tahu kamu tetap ada buat dia.

6. “Kamu ngerti ‘kan maksudku?”

“Kamu ngerti kan?” via www.cooladvices.com

“Kamu ngerti ‘kan maksudku apa?”

“Ya ngerti lah. Emang aku bego?”

Saat kamu melontarkan pertanyaan ini, kesannya adalah kamu meremehkan kemampuan orang lain untuk memahami kalimat dan pikiranmu. Meskipun mungkin bukan ini maksudmu, kamu jadi terdengar angkuh dan menyanjung kepintaran sendiri.

Kalau kamu memang pintar, kamu pasti bisa menjelaskan sesuatu dengan ringan dan nggak memusingkan, ‘kan? Dan kalau kamu bisa menjelaskannya dengan ringan, kamu nggak perlu deh tanya “Ngerti nggak?” ke temanmu sendiri.

7. Hati-hati juga dengan kalimat yang menggeneralisasi. Misalnya: “Kamu selalu kayak gitu, deh!” atau “Kenapa sih kamu nggak pernah kayak gini?”

Kamu selalu kayak gini! via youqueen.com

Saat pacar kamu lupa janjinya, kamu pasti sering bilang “Kamu selalu aja gitu, lupa melulu.” atau “Kamu nggak pernah ya nggak lupa?”

Kata-kata “selalu” atau “nggak pernah” seperti itu memperlihatkan sesuatu yang terjadi terus-menurus. Padahal kan sebenarnya orang tidak selalu lupa. Gitu-gitu, pacarmu juga ingat tanggal ulang tahunmu, hari jadian kalian, serta permintaanmu yang macam-macam.

Daripada generalisasi, coba deh berkata dengan jernih dan tenang. “Kamu lupa, ya? Gimana caranya biar besok nggak lupa lagi?” Artinya, kamu percaya bahwa dia bisa berubah. Dia pun akan merasa dihargai, dan bisa menerima kritikanmu dengan lebih senang hati.

8. “Kok sendirian saja? Temennya mana?” AGGGHH! Kenapa harus selalu sama temen, sih?

Lah, salah ya kalau sendiri?

“Eh, Nana, kok sendirian aja….”

Lho? Padahal nggak apa-apa juga kan kalau dia sendirian? Mungkin dia lagi pengen sendiri, jadi memang nggak minta ditemani.

Sebenarnya ini bukan masalah besar sih. Orang yang kamu tanya mungkin juga nggak akan marah cuma gara-gara ini. Tapi, ada kalimat basa-basi yang lebih cerdas daripada “Sendirian aja?” Mulai sekarang, nggak ada salahnya kalau kamu memakainya.

Sendirian aja, Na? Lagi ngapain di sini, Na?”

Siapa tahu dia dengan senang hati bercerita, sebenarnya apa yang sedang dia lakukan di sana. Obrolan pun jadi lebih berkualitas. Iya ‘kan?

Kadang memang kita sering nggak sadar atas apa yang kita ucapkan. Padahal, bisa jadi kalimat-kalimat ini bikin canggung atau menyakiti hati orang. Yuk, jadi lebih hati-hati atas apa yang kita ucapkan di masa depan!

Lihat juga tips lainnya dari Dwitasari di akun migme nya ya.