Hayoo, siapa yang lagi skripsian??

Masa-masa pembuatan skripsi adalah momen yang dianggap paling menyulitkan bagi sebagian besar mahasiswa. Nggak hanya membutuhkan proses yang menyita waktu dan tenaga, hambatan yang dihadapi pun ada-ada saja macamnya. Dosen yang sulit ditemui, kesulitan mencari referensi, hingga masalah teknis seperti laptop yang tiba-tiba macet, flashdisk yang terkena virus atau file yang terhapus atau hilang. Belum lagi proses pembuatan skripsi yang dari awal hingga akhir membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Terutama soal cetak mencetak.

Advertisement

Cobalah beberapa trik dari Hipwee Tips berikut untuk berhemat anggaran skripsi sehingga nantinya kamu nggak kesulitan secara finansial dan bisa lebih fokus.

1. Pastikan judul yang diajukan ke dosen pembimbing berdasarkan riset yang mendalam dan sudah kamu kuasai betul topiknya

tentukan judul yang dikuasai via www.sumber.com

Buatlah penelitian skripsi terhadap sesuatu yang benar-benar kamu pahami. Jangan lupa lakukan riset terkait apa pun yang nantinya bakal dibutuhkan oleh penelitianmu. Pastikan artikel, jurnal, atau buku-buku yang akan dijadikan referensi mudah didapatkan dan terjangkau harganya. Nggak mau kan tiba-tiba harus ganti judul di tengah jalan karena merasa nggak sanggup akibat kurang menguasai topik atau kesulitan mencari referensi. Kan jadi buang-buang biaya~

2. Jadikan tempat magang sebagai objek penelitian. Tentu bakal lebih mudah menggali informasi dan juga irit biaya

penelitian di tempat magang via informatika.uc.ac.id

Sebelum menggarap skripsi, biasanya mahasiswa sudah melakukan magang atau praktek lapangan lebih dulu. Nah, jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan penelitian skripsi sembari magang. Tentu bakal menghemat waktu dan biaya. Di tempat magang, kamu akan lebih mudah mendapatkan informasi maupun data dari responden untuk dijadikan bahan penelitian. Izinnya pun nggak berbelit-belit, apalagi kalau sudah ada beberapa orang yang dikenal baik yang akan membantu menyediakan data yang dibutuhkan.

Advertisement

Tentunya kamu harus sudah memikirkan topik yang akan dijadikan penelitian skripsi jauh-jauh hari, agar bisa memilih tempat magang yang sesuai.

3. Cobalah untuk membantu mengerjakan proyek penelitian dosen, keuntungannya bisa kamu dapatkan saat menyusun skripsi

bantu proyek dosen via genta.fkip.unja.ac.id

Kalau ada tawaran untuk membantu dosen mengerjakan proyek penelitiannya, cobalah untuk ikut ambil bagian, terlebih kalau topik penelitiannya berhubungan dengan skripsi yang akan kamu buat. Manfaatkan momen ini untuk lebih dekat dengan dosen sehingga beliau bisa memantau pengerjaan skripsimu sewaktu-waktu dibutuhkan. Nggak cuma imbalan berupa uang yang biasanya akan didapat, kalau dosennya baik hati, kamu juga bisa menggunakan fasilitas untuk mendukung penyusunan skripsimu. Enak, kan?

4. Untuk bahan referensinya, nggak perlu harus beli buku, pinjam saja. Atau cari jurnal-jurnal yang tersedia di internet

pinjam buku di perpus via opac.uma.ac.id

Ketersediaan referensi mutlak diperlukan dalam penyusunan skripsi. Biasanya sumber dari buku atau jurnal ilmiahlah yang disarankan dosen pembimbing. Nggak usah repot-repot beli lah, pinjam saja dari teman, kakak angkatan atau di perpustakaan. Kalaupun kamu butuh punya banget, fotokopi saja. Lagipula banyak jurnal ilmiah yang tersedia di internet kok, jadi nggak perlu bingung.

5. Jika butuh survei, lakukan dengan teliti biar nggak boros biaya. Manfaatkan aplikasi survei berbasis online ketimbang harus mencetaknya di kertas

pakai survei online via www.youtube.com

Karena berkaitan dengan orang banyak, perhitungkan pengeluaran untuk survei ini sebaik-baiknya. Survei nggak harus dicetak di kertas, kamu bisa melakukan survei berbasis online, baik menggunakan jasa SurveyMonkey atau pun Google Survey yang selain cepat juga gratis. Kalau pun harus mencetak, pakailah kertas bekas. Suvenir yang diberikan sebagai ucapan terima kasih juga nggak perlu neko-neko, belilah dengan grosir untuk menghemat pengeluaranmu.

6. Diskusikan dulu dengan dosenmu, syukur-syukur beliau membolehkanmu bimbingan lewat email dan nggak perlu cetak di kertas berkali-kali

bimbingan lewat online via www.landhiani.com

Jika dosen pembimbingmu berkenan, kamu bisa berkirim draft bimbingan lewat email. Selain hemat kertas, kamu juga bisa memeriksa hasil bimbinganmu di mana saja dan kapan saja. Makanya, penting banget untuk mendiskusikan hal ini dengan dosen pembimbingmu karena hubungannya nanti bukan hanya dengan tenaga dan waktumu, tapi juga isi dompetmu.

7. Kalau dosen pembimbing menginginkan lembar bimbingan fisik, pertimbangkan untuk menggunakan kertas bekas biar nggak mubazir

pakai kertas bekas via www.idntimes.com

Diskusikan juga tentang penggunaan kertas bekas untuk bimbingan jika dosenmu ternyata menghendaki lembar bimbingan dalam bentuk fisik. Kumpulkan kertas-kertas bekas seperti makalah atau tugas yang nggak terpakai untuk mencetak bimbingan skripsi, gunakan sisi belakang kertas yang masih kosong. Cara ini cukup meringankan pengeluaran biaya pencetakan selama pengerjaan skripsi.

8. Memakai printer sendiri untuk mencetak lembar bimbingan memang lebih efektif, tapi kalau nggak punya, pilih fotokopian berkualitas print

cetak fotokopi via www.mahkotaprinting.id

Sebenarnya penggunaan printer sendiri nggak sepenuhnya menghemat biaya, terutama yang dari awalnya memang nggak punya. Pilihlah fotokopian berkualitas print yang harganya biasanya dua kali lipat fotokopi biasa, tapi hasilnya oke. Jadi, jangan ke jasa cetak yang menggunakan printer, lebih mahal jatuhnya. Kalaupun kamu pakai printer sendiri, cetak yang berwarna saja.

Selain 8 poin di atas, solusi yang nggak kalah penting adalah dengan mengerjakan skripsimu sendiri. Kalau kamu tahu apa yang kamu kerjakan, tentu kesalahan dalam pengerjaan dan pencetakan juga semakin minim bukan? Satu lagi, teliti. Karena banyak kasus salah cetak padahal hanya perkara typo. Satu kertas kan ada harganya. Semoga membantu dan selamat skripsian ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya