“Yang benar kamu mau kuliah di luar kota? Nanti kalau sakit siapa yang ngurusin?”

Entah saat berumur berapa, kamu pasti pernah mengalami masalah dengan orang tua. Mulai dari hal remeh-temeh hingga serius telah membuat hubunganmu dengan mereka sempat renggang. Salah satunya pada masa-masa menjelang masuk dunia perkuliahan. Perbedaan pendapat yang menyangkut tentang masa depanmu ini seringkali terjadi dengan perbincangan panjang.

Advertisement

Sebenarnya tak ada yang salah, toh sama-sama menginginkan yang terbaik. Hanya saja, orang tua tak ingin melihat anaknya nanti salah ambil pilihan. Karena telah memakan asam garam kehidupan cukup banyak, kadang mereka ingin sekali pendapatnya didengar atau bahkan diikuti.

Oleh karena itu, Hipwee sudah menyiapkan nih 9 tips buat kamu menyikapi problematika dengan orang tua yang menyangkut dunia perkuliahan. Silahkan disimak, ya!

1. Mungkin kamu dulu ingin kuliah di luar kota, sayangnya orang tua tak merestui. Alih-alih sedih, coba deh ambil sisi positifnya karena toh kamu bisa selalu dekat dengan mereka.

jadi lebih dekat dengan keluarga

jadi lebih dekat dengan keluarga via www.dream.co.id

“Gue masih suka galau kalau ingat dulu ingin banget kuliah di Malang.”

“Udah jangan disesali. Jalanin yang sekarang aja, hitung-hitung bikin senang orang tua. Lo jadi bisa merawat bokap yang lagi sakit.”

Advertisement

Kuliah di luar kota memang menjadi salah satu pilihan seru buat kamu yang ingin melihat Indonesia dari daerah lain. Akan banyak hal yang bisa kamu dapatkan, mulai dari pelajaran hidup bersama masyarakat setempat hingga kemandirian dan kedewasaan yang terbentuk ketika menjadi anak kos. Atau mungkin kamu yang memang ingin mencoba tinggal berjauhan dengan orang tua.

Jika memang tak ada pilihan lainnya untuk mengiyakan permintaan mereka, coba yuk ambil sisi positifnya. Bisa saja mereka memang tak ingin berjauhan dan khawatir kalau dirimu nanti salah bergaul. Mereka pun khawatir juga kalau kamu sakit siapa yang akan merawatnya. Hal tersebut sebenarnya merupakan wujud kasih sayang mereka kepadamu lho.

Oh iya, dengan kamu yang nggak kuliah di luar kota nih, kamu jadi bisa sering membantu dan merawat orang tuamu ketika mereka lagi sakit. Selain menyenangkan mereka, merawat dan membantu orang tua merupakan hal positif yang bisa kamu lakukan untuk menyayangi mereka bukan?

2. Orang tua tak merestui pilihanmu karena kamu dinilai belum cukup dewasa dan mandiri. Nah agar saat kuliah S2 tak terulang lagi, tunjukan kalau kamu sudah piawai mengurus diri sendiri.

coba yuk bantuin ibu masak di rumah, siapa tahu itu jadi dinilai mandiri sama orang tua

coba yuk bantuin ibu masak di rumah, siapa tahu itu dinilai mandiri sama orang tua via teeninfonet.com

Baik kamu yang berhasil kuliah di luar kota sesuai keinginan maupun kamu yang kuliah mengikuti saran orang tua, sebaiknya dari sekarang sudah menunjukan kemandirian dan kedewasaanmu ya. Hal ini bertujuan untuk mempermudahmu saat menuju pendidikan kuliah lagi, S2 atau S3 misalnya. Kalau mereka melihatmu udah cukup mandiri dan dewasa, mereka tidak akan mempermasalahkan panjang lebar pendidikanmu selanjutnya. Bahkan, kuliah ke luar negeri pun mereka ikhlas tanpa perlu diperdebatkan panjang lebar.

3. Kalau kamu saat ini berhasil kuliah ke luar kota meski sebelumnya berdebat sengit dengan orang tua, sering-seringlah menghubungi mereka. Tunjukan juga kalau kamu bisa survive di kota orang.

jangan lupa kabari orang tuamu

jangan lupa kabari orang tuamu via theodysseyonline.com

“Halo bu, ini Dian. Aku sekarang ikutan organisasi sama iseng-iseng jadi freelance penulis nih dimedia online.”

“Media apa ndok? Wah selamat ya! Ibu ikutan senang. Coba kirimkan ke ibu link artikelnya.”

Akhirnya kamu bisa juga kuliah di luar kota nih sesuai cita-citamu, tapi nggak langsung bebas lepas gitu aja ke orang tua. Sebagai anak, kamu wajib rutin memberikan kabar ke mereka lho. Kamu masih harus memberikan perhatian dan kasih sayang ke mereka. Jangan lupa juga menceritakan apa yang kamu alami selama berada di kota orang untuk kuliah. Siapa tahu hal tersebut dapat membuka mata dan hati orang tua supaya tahu kalau kamu itu bisa survive.

4. Kadang, perbedaan pendapat dengan orang tua bukan hanya tentang kampusnya, tapi juga pilihan jurusan. Untuk itu, jangan sungkan memperlihatkan ke mereka passion-mu yang sebenarnya.

aku ingin jadi penyiar radio maaa

aku ingin jadi penyiar radio maaa via fidkomuinjkt.blogspot.co.id

“Kamu jangan masuk komunikasi. Mau jadi apa kamu? Kerjaannya gak jelas gitu-gitu aja.”

Meskipun orang tua telah memakan asam garam kehidupan yang banyak, tapi nggak ada salahnya kalau kamu mempertahankan jurusan yang diinginkan.  Berikanlah pengertian kepada mereka dengan berbagai hal yang kamu lakukan. Misalnya mengikuti kegiatan di kampus yang sesuai bidangmu atau ikut bergabung ke organisasi yang akan menunjang karir di masa depan.

5. Jangan hanya menyatakan dengan lisan. Tunjukkan passion-mu dengan mengikuti berbagai perlombaan dan cetak prestasi yang membanggakan!

misalnya kayak gini ;)

misalnya kayak gini 😉 via hukum.ubaya.ac.id

“Eh ada lomba debat nih. Ikutan yuk!”

Jangan sungkan untuk mengikuti berbagai perlombaan yang sesuai dengan passion-mu ya. Kalau memang itu kamu suka dan ada waktu untuk mengikutinya, langsung aja ikutan. Siapa tahu kamu jadi pemenangnya dan jangan lupa juga untuk mengabari orang tua. Sekecil apapun kegiatan atau prestasimu, mereka pasti tertarik kok. Dengan begitu, siapa tahu orang tua dapat terbuka menerima pilihanmu itu.

6. Salah satu alasan kenapa orang tua tak menyetujui jurusan pilihanmu karena mereka mengkhawatirkan soal masa depan. Nah, mulai sekarang kamu wajib banget cari informasi karir yang berkaitan dengan pilihanmu itu.

wah, ternyata jurusan sastra bisa ke mana aja ya kerjanya

wah, ternyata jurusan sastra bisa ke mana aja ya kerjanya via theodysseyonline.com

Kadang, saat awal memasuki dunia perkuliahan, kamu masih “abu-abu” melihat masa depanmu. Kamu sendiri kadang bingung akan bekerja sebagai apa setelah lulus karena informasi mengenai jenis pekerjaanmu nanti yang sesuai jurusan. Oleh sebab itu, bagimu yang berhasil meyakinkan orang tua untuk mengambil jurusan sesuai keinginan, maka jangan disia-siakan ya. Galilah informasi sebanyak-banyaknya.

7. Kalau orang tua masih saja gak yakin dengan jurusan pilihanmu, coba minta bantuan teman yang sudah dikenal oleh mereka. Siapa tahu lama-kelamaan mereka mengamini keinginanmu.

coba minta bantuan teman

coba minta bantuan teman via thoughtcatalog.com

“Kamu masih yakin kuliah di jurusan hukum? Gak mau coba jurusan hubungan internasional aja jadi diplomat?”

Meminta teman untuk meyakinkan orang tua tentang pilihanmu ini bisa diterapkan lho. Apalagi kalau temanmu itu memang cukup kenal dengan mereka, wah bantuannya bisa bermanfaat sekali. Mereka bisa mengerti pilihanmu.

8. Kalau udah terlanjur kuliah di jurusan pilihan orang tua, selesaikanlah cepat-cepat, jangan ditunda. Supaya kamu bisa move on dan memilih bidang yang benar-benar kamu suka.

yuk cepat selesaikan

yuk cepat selesaikan via anthropology.ui.ac.id

“Aku mau cepat selesaikan skripsi ah biar nanti langsung kerja. Habis itu mau lanjut S2 yang sesuai passion-ku.”

Jangan menyerah gitu aja kalau jurusan S1 nggak sesuai keinginan. Tenang kok, karena masih ada jenjang pendidikan S2 dan S3 yang biasanya orang tua menyerahkan keputusan kepadamu. Saat dunia kerja nanti, kamu juga bisa memilih pekerjaan sesuai bidang yang benar-benar kamu suka.

9. Karir di masa depan juga gak melulu di satu jenis pekerjaan saja. Kamu pun mungkin akan mencoba berbagai pekerjaan dan belum tentu sesuai dengan jurusan. Kalau udah begini, orang tua biasanya bilang “terserah”. Asalkan pekerjaan itu jelas dan halal. 🙂

ada banyak jenis pekerjaan yang menantimu

ada banyak jenis pekerjaan yang menantimu via blog.compete.com

Ketika kamu sudah terjun ke dunia kerja, mungkin ada saatnya mereka masih mengarahkanmu. Terima saja dan cobalah. Karena pada akhirnya mereka pun akan tahu apa sebenarnya yang bisa membahagiakan dan memajukanmu di masa depan. Mereka akan paham dan mengerti nantinya.

Permasalahan anak dengan orang tua menyangkut dunia perkuliahan sudah biasa terjadi. Hal ini karena mereka menginginkan masa depan yang terbaik untuk anaknya. Kamu sendiri pun memiliki cita-cita dan bidang yang digemari, sayangnya orang tua kadang sulit mengerti.

Entah kamu yang mengikuti keinginan mereka atau sebaliknya, ketika menjalaninya harus dihadapi dengan baik dan positif ya. Saat sudah menjalaninya, baik kamu dan orang tua pun nanti akan tahu apa yang terbaik untuk masa depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya