Sebagai cewek, kamu pasti sering dipesenin sama orang-orang terdekatmu untuk jaga diri. Di luar sana banyak bahaya mengintai, dan orang-orang yang peduli sama kamu pasti sering khawatir kalau kamu jauh dari mereka. Orang tua misalnya, sering wanti-wanti agar kamu nggak ke tempat macem-macem yang bisa bikin keselamatanmu terancam. Pacar (kalo punya) pun nggak henti-hentinya ngecek keadaan kamu ketika lagi nggak sama dia.

Kekhawatiran mereka memang beralasan. Sebagai seseorang yang sangat berharga di dalam hidup mereka, kamu sangat diperhatikan dan dilindungi. Namun, nggak setiap saat kamu bisa bergantung kepada orang lain untuk melindungi kita. Kamu punya kehidupan sendiri, yang terkadang mengharuskan kamu untuk ke mana-mana sendiri. Toh kamu juga sudah dewasa, sepatutnya bisa menangani segala sesuatunya dengan mandiri.

Agar orang-orang terdekatmu nggak selalu khawatir, kamu bisa nunjukkin ke mereka kalau kamu bisa jaga diri. Beberapa hal ini bisa jadi panduan untuk bisa selalu jaga diri di kondisi apapun.

1. Jangan membantah kata-kata ortu. Di balik wejangannya yang kolot, ada doa abadi yang akan menjagamu setiap waktu.

Ditanyain terus, iyain aja.. via rsvpmagazine.ie

Pasti sering, kan, dikasih pesan macam-macam dari orang tua. Kadang-kadang dongkol sih. Bagaimanapun sudah dewasanya kamu, seorang anak perempuan tetaplah anak perempuan di mata orangtuanya. Karena itu pula, orang tua tidak akan pernah berhenti mendoakan keselamatan anaknya, dan terkadang bersikap sedikit cerewet untuk memastikan kamu tetap aman. Udah, diiyain aja.

Advertisement

Mama: “Lagi di mana?”

Kamu: “Di rumah Raisa, Ma.”

Mama: “Jangan pulang malem-malem.”

Kamu: “Iya, Ma.”

*terus malah pulang pagi*

2. Biasakan riset sebelum pergi ke tempat baru, atau melakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.

Mumpung udah zaman internet, Google dulu lah.. via www.skinnymom.com

Tempat atau kegiatan baru memang bikin deg-degan. Ketika pergi ke tempat baru atau melakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya, pastikan kamu sudah mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang tempat dan kegiatan yang akan kamu lakukan. Kalau kamu sudah punya pengetahuan terlebih dahulu tentang apa yang akan kamu hadapi, kamu akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Mulai dari barang apa saja yang harus dibawa, rute mana yang aman, cuaca apa yang akan menyambutmu dan bagaimana cara berdamai dengannya, berapa budget yang harus dibawa, sampai penampilan seperti apa yang tetap asyik namun aman untuk berpergian ke sana. Ketika mempersiapkan itinerary perjalanan seperti ini, kamu juga butuh bertanya kepada orang-orang yang sudah pernah ke sana sebelumnya. Mereka akan memberimu rekomendasi hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari. Dengan begitu, bertambah pula panduanmu untuk jaga diri di tempat baru.

Riset kecil-kecilan juga mencegahmu terlihat bego di depan orang-orang yang selalu mengkhawatirkanmu. Makin kelihatan bego, makin beratlah mereka melepasmu. Nggak pengen kan rencanamu gagal karena nggak dapet restu?

3. Ketika kamu sedang jalan sendiri, pasang tampang PEDE dan tenang. Kocar-kacir di dalam hatimu janganlah ditampakkan.

Keliatan pede dulu aja. Deg-degan urusan belakangan. via makeuptutorials.com

Kalau kamu sedang di situasi yang tidak menguntungkan, misalnya kesasar, tarik napas. Jangan panik, jangan…pernah…terlihat…panik!

Ketika di tempat asing dan kamu sendirian, sebenarnya kamu dapat dengan mudah menjadi mangsa empuk orang-0rang yang berniat jahat. Bisa jadi mereka jadi punya pikiran untuk mencopet, menipu, atau melakukan hal-hal mengerikan terhadap dirimu. Cewek polos yang sedang panik itu sangat gampang diperdaya. Tapi, jika kamu bisa menguasai diri dan tetap terlihat percaya diri, tidak akan ada yang sempat berpikiran untuk mengganggumu. Tetap tenang juga bisa membantumu berpikir jernih dan menyelesaikan masalah dengan cara yang efektif.

4. Ramah boleh, tapi seperlunya aja. Lebih baik tidak menarik perhatian yang berlebihan.

Ramah, tapi nggak usah ramah-ramah amat. Gimana tuh? via www.torontosun.com

Salah satu hal yang menyenangkan dari pergi sendirian itu adalah kamu jadi punya waktu untuk mengobservasi dan berinteraksi dengan sekitarmu dengan total. Hal-hal kecil yang seringkali terlewatkan ketika pergi bersama orang lain, dapat dengan mudah masuk ke dalam radarmu. Kamu jadi lebih penasaran, dan biasanya ingin berinteraksi dengan orang baru untuk sekadar menanyakan informasi atau menawarkan bantuan.

Merupakan hal yang baik untuk ramah kepada orang baru. Tapi tetaplah ingat, bagaimanapun orang yang baru pertama kali kamu kenal itu adalah orang asing. Tanpa bermaksud berpikiran negatif, ada baiknya kamu tetap waspada dan tidak terlalu membeberkan informasi-informasi sensitif tentang dirimu kepada orang lain.

5. Ya tapi jangan terlalu songong juga. Nanti malah nggak ada yang mau nolongin kamu kalau ada apa-apa.

jangan songong-songong amat juga. via www.mostwatchedtoday.com

Iya sih, kamu bisa menyelesaikan segala sesuatunya sendiri dan itu membuatmu bangga. Namun berhati-hatilah agar nggak kebablasan. Kalau kamu terlalu songong dan sok nggak butuh siapa-siapa, justru itu akan berbalik jadi bumerang bagimu ketika ada situasi-situasi tidak terduga. Tidak apa-apa kok mengakui sesekali bahwa kamu memerlukan bantuan orang lain. Mencari teman seperjalanan menjadi metode yang cukup aman

Lagipula, jika ada yang dikenal selama kamu sedang melakukan perjalanan sendirian akan memberimu sugesti rasa aman karena setidaknya ada yang bisa didekati ketika kamu membutuhkan pertolongan. Jangan lupa berterima kasih ketika sudah dibantu.

6. Peraturan itu dibuat untuk melindungimu. Patuh aja deh, kalau mau protes bukan ini waktunya.

Patuhi aja. Bukan karena takut denda, tapi emang biar aman. via edexcellence.net

Rambu-rambu jalan, standar prosedur operasi sistem, dan safety briefing yang kaku itu memang sengaja dibuat untuk menjauhkanmu dari bahaya. Ketika kamu sedang melakukan perjalanan sendirian, penting untuk selalu mengetahui peraturan yang ada di tempat di mana kamu sedang berada. Usahakan juga untuk mengetahui lokasi kantor polisi atau otoritas keamanan terdekat di situ. Setidaknya kamu tahu siapa yang harus kamu hubungi untuk menanyakan peraturan yang belum jelas, atau melaporkan hal-hal yang tidak sesuai dengan semestinya.

7. Belajar peka dengan common sense. Kalau ada hal-hal yang berjalan tidak sebagaimana mestinya, kamu patut meningkatkan kewaspadaan.

waspada. via www.medicinenet.com

Misalnya ada sekelompok orang yang membuntutimu, cobalah berjalan lebih cepat dan bergabung dalam keramaian. Hindari tempat-tempat sepi dan gelap ketika berjalan sendirian. Kamu harus mengerti bahwa common sense atau hal-hal yang wajar dilakukan merupakan sesuatu yang umum di belahan bumi manapun. Jadi ketika ada peristiwa-peristiwa aneh yang tidak wajar, usahakan dengan cepat untuk segera menjauh dari lokasi tersebut.

Peka dengan common sense ditambah riset yang sudah kamu lakukan di awal tadi juga membantumu untuk tidak terlalu paranoia dan ketakutan dengan hal-hal yang menurutmu menakutkan, padahal belum tentu berbahaya. Bisa jadi di tempat baru yang kamu kunjungi, hal-hal yang kamu takutkan tersebut adalah sesuatu yang wajar dilakukan. Nggak enak kan kalau jadi nggak bisa ngapa-ngapain karena terlalu takut mencoba hal baru?

8. Jangan mau jadi cewek lemah. Berani untuk melawan ketika ada tanda-tanda pelecehan seksual.

lawan! via www.sheknows.com

Sebagai cewek, kamu perlu aware dengan tanda-tanda pelecehan seksual. Pergi sendiri ke tempat baru dan terpaksa berdesak-desakan di angkutan umum yang medannya belum kamu kuasai bisa mengundang orang-orang yang suka cari kesempatan dalam kesempitan. Semoga nggak terjadi padamu, tapi kalau seandainya ada yang mulai memandangimu dengan tidak sopan, menggodamu, atau sampai menyentuhmu, kamu bisa langsung memarahinya dengan suara keras di depan umum. Dengan begitu dia tidak akan berani bertindak lebih jauh lagi.

9. Untuk jaga-jaga, bawalah pepper spray racikan sendiri untuk bela diri.

Semprotan ini ampuh untuk bela diri via peppereyes.wordpress.com

Nggak semua orang menguasai teknik bela diri. Baguslah kalau kamu memegang sertifikat taekwondo, pencak silat, atau karate. Namun kalau tidak pun, bela diri masih bisa disiasati.

Bawalah semprotan berisi air, bubuk cabe, dan lada di dalam tasmu. Dalam kondisi terdesak dan harus bela diri, kamu bisa menggunakan peper spry ini sebagai metode untuk bela diri. Berharaplah pepper spray ini tidak akan pernah kamu gunakan, tapi tetaplah bawa ke mana-mana di tempat yang gampang kamu temukan. Walau tidak kamu gunakan, memiliki ‘senjata’ bela diri di dalam kantungmu bisa memberikanmu sugesti perasaan aman.

Waspada memang penting. Di antara semuanya, jangan lupa berdoa dan selalu mengabari orang-orang terdekatmu agar mereka tidak khawatir yang berkepanjangan. Satu lagi, jangan lupa bersenang-senang ya! 😉