Marak Kasus Viral COD Belanja Online, ini Tips Belanja dengan Bayar di Tempat. Yuk, Pahami Dulu!

Cara COD online

Jika diperhatikan, lini masa kita akhir-akhir dipenuhi kasus viral COD belanja online. Semenjak video ibu-ibu komplain ke tukang kurir karena barang yang diterimanya tak sesuai pesanan, semakin banyak kasus serupa yang bermunculan. Terbaru, seorang laki-laki mengancam kurir dan meminta uangnya kembali lantaran barang pesanannya nggak sesuai harapan. Namun, kurir tak bisa menyanggupi karena transaksi COD atau Cash On Delivery memiliki aturan tersendiri. Sesuai prosedur transaksi secara COD suatu marketplace, barang bisa dikembalikan bila masih belum dibuka.

Advertisement

Aturan itu hanya satu dari sekian ketentuan transaksi COD lo. Diduga karena kurangnya pemahaman, kurir dan pembeli kerap salah paham. Alhasil, pertengkaran pun sering terjadi sampai diwarnai makian. Demi menghindari kejadian yang sama, ada baiknya perhatikan dulu sistem COD dan segala aturannya berikut ini. Jangan sampai kita membeli sesuatu secara online dengan sistem COD, tapi nggak tahu sama sekali tentang sistem tersebut. Urusan jual-beli barang bisa jadi runyam~

Kenali dulu apa itu sistem COD belanja online, supaya nggak merasa tertipu

Sistem COD | Photo by mohamed hassan (CC0 Public Domain) via pxhere.com

Banyak kejadian viral COD belanja online disebabkan ketidaktahuan soal sistem COD. Sehingga pembeli merasa tertipu karena barangnya nggak sesuai dan akhirnya meminta tanggung jawab kurir. padahal emkasinem COD diciptakan untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli, bukan malah sebaliknya. Nah, pahami dulu sistem COD sebelum memutuskan untuk berbelanja online dengan sistem itu.

COD adalah metode pembayaran setelah pembeli menerima pesanan yang dipesan. Karena keterbatasan jarak dan waktu, ada kalanya penjual dan pembeli tak bisa bertemu secara langsung. Untuk itu, jasa kurir berperan penting dalam proses transaksi COD. Pasalnya, ia yang mengantarkan barang ke pembeli. Bisanya sistem COD dipilih oleh pembeli yang nggak memiliki kartu kredit atau rekening bank. Jadi, pembeli bisa menyediakan uang tunai ketika barang sudah di tangan. Sistem ini juga memungkinkan pembeli mengirimkan kembali barang ke penjual kalau barang diterimanya nggak sesuai. Bukan asal mengirimkan kembali, ada ketentuan yang harus dipatuhi.

Advertisement

Bila barang yang dibeli dengan sistem COD nggak sesuai, coba terapkan cara ini

Transaksi belanja online | Photo by mohamed hassan (CC0 Public Domain) via pxhere.com

Terdapat layanan atau fitur untuk menampung keluhan dari pembeli yang berbelanja online. Setiap penjual online atau akrab disebut markeplace/e-commerce pasti menyediakan fitur tersebut. Bila barang yang dibeli sistem COD ternyata nggak sesuai pesanan, kita bisa fitur komplain. Setelah aduan diterima, penjual akan mengganti barang dikirim. Cara lainnya, penjual akan mengembalikan dalam bentuk uang. Bahkan ketika nggak merasa memesan barang, kita bisa menolaknya. Lantas kurir akan mengembalikan ke penjual. Namun perlu diingat, setiap markerplace memiliki ketentuan yang lebih rinci soal pengembalian barang.

Setiap marketplace punya aturan masing-masing soal COD, perhatikan dengan baik setiap mekanismenya

Belanja di Shopee | Credit: Shopee via shopee.co.id

Sebaiknya kita memahami betul ketentuan COD di tiap marketplace. Langkah ini dapat mencegah kita dari kesalahpahaman ketika melakukan transaksi. Saat barang ngak sesuai, kita bisa meminta pertanggungjawaban dengan mekanisme yang tepat. Menukil Kompas, Shopee yang menjadi salah satu situs jual-beli online terbesar di Indonesia ini memiliki syarat-syarat khusus. Pengembalian dan pengajuan dana dapat diproses bila:

Advertisement
  • Produk yang diterima rusak, cacat, atau tidak berfungsi dengan baik
  • Produk tidak sesuai pesanan/berbeda dengan deskripsi atau foto di etalase toko
  • Kesepakatan bersama dengan penjual

Alasan yang bisa digunakan meliputi tidak menerima pesanan, barang yang dikirim tidak lengkap, barang rusak atau cacat, barang tidak sesuai dengan deskripsi, atau barang tidak berfungsi dengan baik. Sebelum mengadukan keluhan, pastikan kita punya bukti kuat kalau pesanan memang nggak sesuai. Kemudian lakukan pengaduan melalui akun kita di Shopee.

Berbeda dengaan Shopee, Tokopedia menyaratkan barang dengan pembelian COD nggak boleh terbuka bila ingin dikirimkan balik ke penjual

Belanja di Tokopedia | Photo by Jon Russel via www.flickr.com

Selain membatasi jumlah transaksi COD tiap pembeli sebanyak 5 kali dalam seminggu, Tokopedia punya ketentuan lain. Pembeli tak boleh membuka barang hingga ia memberikan uang kepada kurir. Bila ingin mengembalikan barang tanpa membuka paket, pembeli nggak dibebankan uang pembayaran pada kurir. Namun jika barang sudah terlanjur dibuka, maka pembeli harus membayar kurir dan mengajukan komplain kepada pihak Tokopedia. Semua syarat pengembalian barang dipenuhi oleh pembeli, pihak Tokopedia akan menanggung semua ongkos pengembalian barang.

Ulasan di atas hanyal contoh kecil mekanisme COD di marketplace. Selain itu, masih ada marketplace seperti Blibli dan Bukalapak. Tentunya dua marketplace itu mempunyai ketentuan yang berbeda soal COD. Usahakan untuk memahami persyaratan dan ketentuan yang diterapkan marketplace, tempatmu membeli barang online secara COD, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE