7 Cara Memulai Bisnis Thrift Shop Via Online. Bikin Konsumen Pengin Beli

Cara memulai bisnis thrift shop

Saat ini banyak sekali jenis usaha yang bisa ditekuni oleh anak-anak muda, salah satunya yaitu bisnis thrift shop. Belakangan ini fesyen sedang menjadi tren sangat digandrungi oleh anak-anak muda sehingga peminatnya cukup tinggi. Hal ini bisa menjadi peluang bagi kamu yang baru ingin mulai menekuni dunia bisnis.

Advertisement

Kira-kira apa saja ya hal yang perlu dipersiapkan sebelum terjun ke bisnis ini? Nah, kali ini Hipwee akan memberikan beberapa cara memulai bisnis thrift shop buat kamu lo. Yuk simak ulasan berikut ini~

1. Cara memulai bisnis thrift shop yang pertama ialah menyusun rencana bisnis

Rencana bisnis | Photo by Firmbee.com on Unsplash

Sebelum terjun langsung ke dunia thrift shop, ada baiknya kamu membuat rencana bisnis terlebih dahulu. Buat rencana mengenai produk yang ingin kamu jual, survei harga produk dan perhitungan omzet. Selain itu, kamu juga perlu menentukan tempat berjualan. Apakah kamu akan membuka toko offline atau ingin berjualan secara online?

Kalau ingin membuka toko, kamu perlu mempertimbangkan lokasi yang strategis dan biaya sewa toko. Sedangkan jika kamu ingin berjualan secara online, kamu perlu mempelajari syarat dan ketentuan berjualan di marketplace.

Advertisement

2. Selanjutnya, kamu bisa mulai menentukan produk apa yang ingin kamu jual

Tentukan produk | Photo by Burgess Milner on Unsplash

Kalau sebelumnya kamu sudah membuat rencana bisnis, kali ini kamu bisa menentukan secara detail produk apa saja yang ingin kamu jual. Misalnya, kamu memilih produk fesyen sebagai produk jualanmu. Nah, kamu bisa menentukan lebih spesifik lagi produk fesyen apa yang ingin kamu jual. Apakah tas? Beragam jenis sepatu? Atau pakaian mulai dari celana hingga atasan?

Fokus pada satu produk juga bisa menjadi bagian dari identitas toko dan membedakan produkmu dengan toko thrift shop lainnya. Selain itu, spesifik pada salah satu produk juga bisa membuat para konsumen menjadikan tokomu sebagai salah satu rujukan ketika konsumen lain sedang mencari produk dengan model tertentu. Misalnya, kamu lebih spesifik menjual produk luaran seperti hoodie atau sweater.

3. Selain itu, tentukan juga siapa yang akan menjadi target pasar dari produk jualanmu

Advertisement

Target pasar | Photo by Kaleidico on Unsplash

Melakukan riset mengenai target pasar bisnis juga menjadi salah satu cara memulai bisnis thrift shop. Kamu bisa melakukan riset sederhana kira-kira siapa saja ya kalangan yang sering berbelanja produk fesyen melalui thrift shop?

Biasanya berbelanja thrift shop lebih dikenal oleh generasi muda. Selain itu, anak-anak muda juga lebih terbiasa membeli suatu produk melalui marketplace karena memiliki metode pembayaran yang cukup beragam. Nah, hasil riset seperti ini juga bisa membantu kamu untuk menentukan platform yang tepat untuk berjualan dan strategi marketing apa yang cocok diterapkan agar produkmu bisa sampai ke target pasar yang tepat.

4. Cari supplier atau pemasok produk jualanmu. Biasanya para penjual membeli dari pasar besar

Cari supplier | Photo by Prudence Earl on Unsplash

Setelah menentukan produk dan target pasar yang tepat, kamu bisa mulai mencari supplier atau pemasok untuk produk jualanmu. Kamu bisa pergi ke pasar besar seperti Pasar Senen atau Pasar Baru untuk mencari supplier yang menjual baju bekas dengan kondisi dan kualitas yang masih bagus. Selain kualitas barang, kamu juga perlu mempertimbangkan harganya.

Cari toko yang menjual pakaian bekas dengan harga yang masih terjangkau supaya kamu bisa menjual kembali dengan harga yang nggak terlalu mahal dan nggak melampaui harga pakaian baru. Biasanya supplier menjual pakaian bekas per karung dengan kisaran harga yang beragam. Pastikan kamu menemukan supplier yang memiliki barang masih layak pakai dan harganya masih terjangkau, ya.

5. Kamu juga perlu memerhatikan kebersihan produk. Cuci dan bersihkan pakaian sebelum kamu menjualnya

Cuci bersih produk | Photo by Daria Sannikova from Pexels

Meski menjual produk preloved, tapi kamu juga harus tetap memerhatikan kebersihannya. Setelah membelinya dari supplier, pastikan kamu mencuci bajunya hingga bersih dengan pewangi. Saat proses pencucian, kamu bisa rendam pakaian tersebut menggunakan air panas untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang terdapat di pakaian.

Pakaian yang bersih dan rapi juga bisa menjadi salah satu usaha untuk membangun kepercayaan konsumen dalam berbelanja melalui thrift shop, lo.

6. Setelah itu, unggah foto produkmu dengan tatanan yang apik ke laman media sosial atau marketplace

Unggah foto produk | Photo by Mediamodifier on Unsplash

Setelah produk bersih dan rapi, kamu bisa lanjut melakukan sesi foto produk. Kamu bisa mengambil foto dalam kondisi produk digantung menggunakan hanger, lalu siapkan sudut kecil di rumah untuk dijadikan spot foto produkmu.

Kamu bisa menggunakan bagian belakang kalender yang berwarna putih lalu ditempel ke dinding sebagai latar untuk menampilkan kesan ‘clean’ dan cerah pada foto. Kamu juga bisa menambahkan aksesori pelengkap seperti hiasan bunga kering supaya foto produk semakin ciamik ketika diunggah ke laman media sosial dan marketplace.

7. Terakhir, promosi juga menjadi salah satu cara memulai bisnis thrift shop yang nggak kalah penting

Lakukan promosi | Photo by Maddi Bazzocco on Unsplash

Sambil menunggu produkmu dalam proses pencucian dan pembersihan, kamu juga bisa mulai membangun komunikasi dan membuat unggahan awal untuk mendapatkan awareness dari calon konsumen. Setelah itu, kamu bisa mulai unggah foto produk yang dilengkapi dengan deskripsi menarik serta call to action di mana para konsumen bisa mendapatkan produkmu.

Nah, itu dia beberapa cara memulai bisnis thrift shop bagi pemula yang bisa dicoba untuk mendapatkan konsumen yang tepat sasaran. Selamat mencoba!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE