Nggak Sekadar Mengguyur, ini 6 Cara Menyiram Tanaman Agar Lebih Subur

Cara menyiram tanaman

Merawat tanaman menjadi sebuah hobi dan kesenangan bagi banyak orang. Mulai dari membeli benih, menanam, hingga merawat sampai tumbuh subur merupakan kepuasan tersendiri. Apalagi dengan beragam manfaat yang bisa didapatkan. Namun, dalam pengerjaannya tentu tak semudah yang dibayangkan.

Advertisement

Seringkali kamu menemukan tumbuhan yang layu dan tak berkembang dengan baik. Padahal sudah merawatnya sesering mungkin. Nah, bisa saja hal tersebut terjadi karena cara penyiramanmu yang belum benar. Salah satu tahapan yang dianggap sepele, tetapi sebenarnya sangat krusial. Agar hal ini nggak terulang kembali. Yuk coba praktikkan cara menyiram tanaman yang baik dan pastinya menyuburkan!

1. Cara menyiram tanaman agar tumbuh subur dengan memerhatikan jumlah air yang digunakan. Menyiram tanaman setiap hari justru perlu dihindari

Menyiram tanaman setiap hari

Perhatikan takan air | Credit: Jonathan Kemper on Unsplash

Manfaat menyiram tanaman akan meningkatkan siklus pertumbuhan alami di pekarangan rumah. Cara memelihara tanaman yang satu ini memang terlihat mudah, tapi jika salah penerapan bukan nggak mungkin membuat tanaman jadi cepat layu dan rusak.

Padahal untuk beberapa jenis, misal tanaman hias philodendron yang berasal dari daratan tropis tak memerlukan frekuensi air yang berlebihan. Jika pertumbuhan tanaman hias lebih sedikit dari biasanya usai menyiram, maka langkah yang harus dilakukan dengan mengurangi takaran, sampai nanti tanaman tersebut mulai tumbuh lebih banyak lagi. Lantas berapa banyak air untuk menyiram tanaman yang direkomendasikan? Jawabnya sekitar seperempat volume air dalam wadah.

Advertisement

2. Jenis air untuk menyiram tanaman juga memengaruhi kesuburan. Pakai air bekas cucian beras bisa merangsang pertumbuhan pada daun tunas dan cabang, lo

Cara menyiram tanaman dengan air cucian beras

Gunakan air cucian beras untuk menyiram | Credit: JIb_Enjoy on Pixabay

Tak boleh sembarangan gunakan air untuk menyiram apalagi bekas mencuci pakaian. Bahan detergen yang terkandung bisa membuat tanaman mudah mati. Alternatif yang baik, kamu bisa gunakan air bekas cucian beras. Cara menyiram tanaman dengan air cucian beras pun mudah, hanya perlu mengira-ngira dengan memasukkan jari ke dalam medium tanah. Jika di bawah permukaan tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunggu penyiraman di waktu berikutnya.

Selain menyuburkan tanaman, air cucian beras bisa jadi pupuk organik, menghambat berkembangnya patogen, memacu perkembangan akar tanam, dan membuat daunnya menjadi rimbun. Penyiramannya bisa dilakukan dengan jarak 2 hari sekali.

3. Cara menyiram tanaman untuk menghemat air tak perlu mengguyurnya dari daun. Penyiraman yang tepat justru di bagian dekat akar

Cara menyiram tanaman untuk menghemat air

Penyiraman yang tepat justru dekat akar | Credit: Jonathan Kemper on Unsplash

Cara menyiram tanaman indoor tentu berbeda dengan outdoor. Penggunaan air pun terbilang lebih sedikit untuk tanaman hias. Cara menyiram tanaman di musim kemarau bisa disiasati dengan diguyur pada bagian dekat akar, bukan dari daunnya. Penyiraman dari atas daun tanaman justru merugikan kesehatan tanaman. Air yang didiamkan di permukaan daun akan memicu pertumbuhan jamur yang mengakibatkan tanaman mudah busuk.

Advertisement

4. Kamu perlu memilih waktu yang tepat. Jika memungkinkan, siram tanaman di pagi hari. Hindari cuaca panas sebab bisa membuat batang dan daun rapuh

Cara menyiram tanaman di musim kemarau

Hindari cuaca panas untuk menyiram tanaman | Credit: Set.sj on Unsplash

Pagi hari adalah waktu terbaik untuk menyiram tanaman karena cocok dengan siklus pertumbuhan alaminya. Coba untuk menyiram sebelum jam 10 pagi, sebab saat cuaca sedang panas air justru bisa membakar tanaman. Jika terlupa, kamu bisa menunggu di sore hari sesudah pukul 04.00 sore.

Pertimbangkan pula musim penanamannya, tanah yang kering pada musim kemarau perlu diberi air untuk mengembalikan kelembapan. Sedangkan, tanah di musim hujan atau dingin cenderung lama mengering sehingga pemberian air perlu dibatasi. Cara menyiram tanaman aglonema bisa 2-3 hari sekali.

5. Supaya tanaman tak muda layu, pertimbangan pot yang dipakai juga krusial. Pilihah wadah dengan lubang drainase

Cara menyiram tanaman agar tumbuh subur

Pertimbangan pot dengan drainase | Credit: Markus Spiske on Unsplash

Salah satu salasan mengapa pot yang baik memiliki lubang drainase, yakni supaya air tak menenggelamkan tumbuhan di dalam. Semakin lama terendam justru membuat tumbuhan cepat rusak. Jika tanah terlalu basah dan belum mempunyai drainase yang baik, akibatnya air akan sulit untuk menjangkau akar. Lama-kelamaan tanaman hias justu akan membusuk dan mati. Ketika membeli tanaman, kamu juga perlu memperkirakan ukuran potnya, ya.

6. Usai semua langkah dilakukan, alternatif lain kamu bisa pakai alat untuk menyiram tanaman hydrospike. Air pun langsung tertuju pada akar tanaman

Alat untuk menyiram tanaman

Penggunaan hydrospike untuk menyiram | Credit: hydrospike.com

Jika sudah melakukan berbagai cara tetapi kesulitan untuk menaksir takaran yang tepat, hydrospike bisa jadi pilihan terbaik. Alat ini bisa langsung disematkan di dalam tanah tanaman. Alih-alih repot menyiramnya, yang perlu kamu khawatirkan adalah memastikan wadah stoples terisi penuh air. Selain sederhana, penggunaannya pun dapat menghemat air.

Nah, itu dia tips menyiram tanaman yang baik dan benar. Mulai sekarang, selalu perhatikan waktu penyiraman, jenis air, frekuensi hingga metode yang sesuai untuk menyiram tanaman supaya tanamanmu tak cepat mati. Bisa langsung dipraktikkan, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE