5 Tipe Apology Language, Cara Minta dan Menerima Maaf dengan Baik

Bulan Ramadan sebentar lagi tiba. Artinya, kamu bakal dapat banyak chat ucapan maaf dari orang di sekitarmu. Tapi, kamu tahu nggak, sih? Kayak cinta, cara setiap orang dalam memberi dan menerima maaf juga berbeda. Meski nggak sepopuler love language, apology language membantumu mencari tahu cara minta maaf yang terbaik untuk orang-orang terkasih.

1. Mengungkapkan penyesalan (expressing regrets)

cara minta maaf

Mengungkapkan rasa penyesalan kepada teman | Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Advertisement

Pemilik apology language ini biasanya nggak suka orang yang gengsi untuk minta maaf. Ketika mereka minta maaf, mereka mengakui efek menyakitkan dari tindakannya dan menunjukkan penyesalan. Maaf karena ketahuan itu nggak termasuk, lo! Karena itu, mereka juga mengharapkan orang lain meminta maaf secara tulus kepada mereka.

Kalau kamu mau minta maaf dengan pemilik apology language yang satu ini, kamu harus:

  • Mengakui luka atau efek yang disebabkan.
  • Dengan tulus mengungkapkan bahwa kamu menyesali tindakanmu.
  • Memvalidasi perasaan dan emosi mereka.
Advertisement

2. Menerima tanggung jawab (accept responsibility)

cara minta maaf

Poin utamanya adalah dengan mengakui secara sunguh-sungguh bahwa yang kamu lakukan adalah salah. Apology language ini juga mewajibkanmu untuk menyebutkan dan menjelaskan letak kesalahanmu. Pokoknya, cara minta maaf ini mendorongmu untuk berkata “Iya, aku salah.” dan bertanggung jawab atas semuanya.

Kamu mungkin punya apology language yang satu ini kalau:

  • Kamu ingin seseorang mengambil alih rasa sakit yang mereka sebabkan.
  • Seseorang harus dengan jelas menyatakan kesalahan mereka untuk membuktikan bahwa mereka dapat belajar dari kesalahan tersebut.
  • Kamu nggak mau mendengar alasan.
Advertisement

3. Membuat restitusi (make restitution)

cara minta maaf

Dua anak laki-laki saling memunggungi | Foto oleh Victoria Borodinova dari Pexels

Nggak cuma minta maaf, apology language ini termasuk menemukan cara untuk memperbaiki situasi. Misalnya, kamu menghilangkan atau merusak sesuatu. Kamu pasti menawarkan ganti rugi kepada pemiliknya, kan? Hal ini juga dapat terjadi dalam situasi yang lebih serius, yaitu ketika jika seseorang dikhianati secara mendalam.

Kalau cara menerima dan minta maafmu adalah yang satu ini, kamu mungkin:

  • Ingin seseorang membuktikan bahwa mereka bersedia untuk memperbaiki masalah.
  • Merasa pelaku harus memperbaiki keadaan, bagaimana pun caranya.
  • Harus ada yang berinisiatif dalam suatu situasi.

4. Merencanakan perubahan (planned change)

cara minta maaf

Kertas bertuliskan “Sorry” | Foto oleh alleksana dari Pexels

Untuk apology language yang satu ini, tobat dan mengubah perilaku jadi hal yang terpenting. Maaf saja nggak cukup, kamu harus punya rencana yang spesifik untuk berubah di masa depan.

Kalau kamu mau minta maaf dengan pemilik apology language yang satu ini, kamu harus:

  • Membuktikan bahwa kamu bertumbuh dan berusaha untuk berubah.
  • Menjamin kalau kamu nggak akan mengecewakan lagi di masa depan.
  • Kata-kata nggak cukup, harus ada action.

5. Meminta pengampunan (request forgiveness)

cara minta maaf

Perlu waktu untuk memproses semuanya | Foto oleh Alex Green dari Pexels

Terakhir, ada meminta pengampunan. Untuk apology language yang satu ini, kamu memberikan waktu kepada orang lain untuk memproses luka mereka. Jadi, kamu nggak langsung menganggap semuanya kembali normal setelah minta maaf. Bahasa maaf ini bisa digunakan ketika:

  • Kamu belum siap untuk rekonsiliasi.
  • Kamu butuh lebih dari permintaan maaf dan ingin diberikan ruang untuk memintanya.
  • Kamu ingin orang yang meminta maaf bersedia menunggu sampai kamu siap memaafkan.

Sekarang, kamu udah tahu belum yang mana bahasa permintaan maafmu?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE