9 Cara Tepat Meminta Maaf yang Benar. Bukan Basa-basi, Nggak Pakai “Tapi”

Ini cara minta maaf yang tulus, nggak rendah diri, dan nggak gengsi

Aku minta maaf, ya, tapi… kan kamu yang mulai duluan

Jengkel nggak kalau ada orang yang meminta maaf dengan embel-embel kata “tapi”? Bukannya mengakui kesalahan, dia justru memberi kesan bahwa kita adalah pihak yang sebenarnya patut disalahkan karena memicu gara-gara sejak awal. Permintaan maaf yang seharusnya bertujuan untuk memperbaiki keadaan malah membuat hubungan makin merenggang.

Ada lagi permintaan maaf yang nggak kalah bikin kesal dan emosi, yakni dengan mengucapkan, “Iya deh, aku yang salah. Aku minta maaf.” Cara meminta maaf ini bukan cuma mengesankan kerterpaksaan, tapi juga basa-basi semata. Nggak ada ketulusan dalam setiap kata yang diutarakan, apalagi mengakui kesalahan. Kita yang mendengarnya pun nggak nyaman.

Jadi, kamu mau minta maaf atau menambah panjang pertengkaran?

Kata “maaf ” memang mampu meluluhkan hati dan membuka pintu keharmonisan, bahkan kata ini tergolong kata ‘sakti’ yang harus dikuasai siapa aja sepanjang hidupnya. Namun, bila kita nggak tahu cara mengucapkannya dengan benar, “maaf” tak ubahnya kata tanpa makna. Padahal, kata ini perlu diucapkan dengan penuh ketulusan dan kesadaran diri bahwa kita cuma manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan.

Kamu nggak mau, kan, relasimu dengan orang lain berantakan gara-gara salah mengucapkan kata “maaf”? Hipwee Premium udah merangkum cara meminta maaf yang tepat nih. Ssst… sedikit bocoran aja. Kamu bakal mendapatkan resep meminta maaf yang terbukti bisa menunjukkan ketulusan hati dan memperbaiki suasana. Yuk, belajar mengekspresikan maaf tanpa banyak kata “tapi” atau basa-basi!

1. Pahami letak kesalahanmu. Ada kalanya kata ini nggak perlu diucapkan, lo

Perselisihan dalam hubungan, apa pun bentuknya, lumrah terjadi. Dari konflik yang muncul, ada banyak hal yang bisa dipelajari, misalnya belajar untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Jadi, nggak jauh beda dengan orang lain, kita pun bisa melakukan kesalahan dan itu bukan sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, orang yang tahu dan berani mengakui kesalahan adalah sosok yang patut diacungi jempol.

Nah, ketika hubungan memburuk, kita mungkin bertindak berlebihan sehingga menyakiti orang lain. Kalau kamu di posisi ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah merenungkan pertengkaran yang baru saja terjadi. Jangan buru-buru merespons, termasuk mengucapkan maaf. Kamu punya PR untuk memahami situasinya sehingga kamu tahu letak kesalahanmu ataupun letak kesalahan orang lain.

Ada baiknya hindari meminta maaf, sedangkan kamu nggak melakukan kesalahan.

Jika dilakukan berulang-ulang, sikap ini malah berdampak nggak baik untuk diri sendiri maupun hubungan. Pasalnya, ada pihak yang sepenuhnya bertanggungjawab atas hal-hal yang sebenarnya tanggung jawab pihak lain.

Tim Dalam Artikel Ini