5 Pesan Penting Mirabel dalam Film Encanto untukmu yang Merasa Nggak Berharga

Ia menggambarkan bahwa kita tetap istimewa meski punya kekurangan

“Lalu, apa kekuatanmu, Mirabel?” tanya anak-anak yang tinggal di sekitar Casita (rumah) keluarga Madrigal.

Nyanyian itu terhenti. Suasana jadi canggung dan sejujurnya membuat penonton ikut cemas. Seperti ada semacam perasaan nggak nyaman yang bikin kita pengin kabur secepatnya, mirip saat tetangga bertanya ini-itu tentang hidup kita. Sementara itu, Mirabel Madrigal hanya nyengir lalu mengalihkan perhatian dengan kembali menyebutkan satu per satu kekuatan super anggota keluarganya.

“Isabela bisa menumbuhkan bunga-bunga. Luisa, perempuan kuat yang bisa diandalkan untuk mengangkat benda berat. Julieta, ibuku, dapat menyembuhkan luka. Pepa, bibiku, mampu mengendalikan cuaca….” Mirabel terus bersenandung.

Membayangkan karakter utama tanpa kekuatan super atau keunikan sudah cukup aneh, apalagi kita sedang membicarakan film animasi Disney yang terlanjur lekat dengan citra “melahirkan tokoh fiksi yang hebat dan spesial”. Karakter Elsa dengan kekuatan menghasilkan es melalui sihir tangan dalam film Frozen, misalnya.

Namun, Mirabel Madrigal dalam Encanto adalah karakter utama yang nggak lazim. Dia tak ubahnya kita di dunia nyata. Sosoknya justru dibuat biasa-biasa aja. Lahir di tengah keluarga yang dikaruniai kekuatan ajaib, Mirabel adalah satu-satunya keturunan yang nggak punya kekuatan super. Ia menjadi sosok liyan, yang diakui atau tidak, memang dianggap nggak seistimewa anggota keluarga lainnya.

Tak sulit menemukan benang merah antara hidup Mirabel dengan hidup kita. Soalnya, hampir sebagian besar dari kita pernah berada di posisi Mirabel. Betul, kan, SoHip? Ada kalanya nih, kita merasa nggak berharga dan tertinggal, apalagi bila dibandingkan dengan orang lain. Bisa jadi kita nggak sepintar kakak, nggak setampan adik, atau nggak serajin teman.

Mirabel menggambarkan dengan baik perasaan rumit tersebut, tapi dia juga yang menunjukkan caranya untuk bebas dari perasaan nggak berharga terus-menerus. Mirabel Madrigal mengajakmu untuk menemukan keberhargaan diri melalui 5 pesan ini dalam Encanto.

1. Ekspektasi-ekspektasi dari orang sekitar jangan sampai membuatmu jadi orang lain. Kehilangan diri sendiri adalah patah hati terhebat dan terberat

Ketika Luisa, kakak Mirabel akan dijodohkan, semuanya tampak sempurna. Memiliki penampilan elegan, baik hati, dan mampu menumbuhkan bunga-bunga, sosok Luisa kerap jadi idaman. Calon pasangannya pun lelaki tampan yang serasi sekali bila bersanding dengannya.

Anggapan itu pula yang bersemayam di benak Mirabel. Sepanjang adegan, penonton juga tertipu sampai akhirnya menjelang akhir cerita, kita tahu bahwa Luisa nggak bahagia. Ekspektasi Abuela Alma, sang nenek yang berambisi menjaga garis keajaiban keluarganya jadi alasan. Tuntutan itu membuat Luisa terus menampilkan diri sesuai keinginan nenek, yakni perempuan yang menyenangkan. Bunga bermahkota cantik seperti mawar atau kamelia yang Luisa tumbuhkan adalah simbol emosi bahagia yang selalu ia tampilkan.

Padahal, seperti manusia pada umumnya, Luisa tak selamanya bahagia. Ada kalanya, ia sedih, marah, atau kecewa, persis saat dirinya bakal dijodohkan. Sewaktu Mirabel nggak sengaja mengacaukan acara perjodohan, di luar dugaan Luisa justru merasa tertolong. Di momen itulah, Luisa belajar untuk menemukan dirinya yang ‘hilang’ dan mengekspresikan emosinya tanpa rasa bersalah.

Lewat sepenggal cerita Luisa, kita jadi paham, ekspektasi orang lain seharusnya bukan penghalang untuk menjadi diri sendiri, ya. Patah hati terhebat Luisa justu bukan karena lelaki, tapi ketika ia terus menjadi sosok yang diinginkan orang lain. Tanpa sadar ia kehilangan jati dirinya.

Kamu berharga

Kamu berharga | Illustration by Hipwee

2. Terkadang kita hanya tahu caranya menerima kelebihan, tapi nggak tahu caranya memeluk diri yang penuh kekurangan

Gimana sih rasanya bila orang sekitar hanya senang dengan kelebihan yang kita punya?

Sepertinya paman Mirabel, Bruno, yang menghilang bertahun-tahun silam paling mengerti perasaan ini. Dianugerahi bisa melihat masa depan, awalnya Bruno disanjung oleh anggota keluarga lainnya. Namun, mereka lupa bahwa masa depan bukan perkara kebahagiaan semata. Ketika muncul prediksi buruk, Bruno justru dikucilkan, seolah ia membawa bahaya.

Tim Dalam Artikel Ini