5 Sinyal Pertemananmu Harus Berakhir, Ini Cara Memutuskannya demi Perpisahan yang No Drama

tanda pertemanan berakhir

Sama seperti hubungan pacaran, nggak semua pertemanan akan bertahan dalam waktu lama. Ada kalanya, memutuskan pertemanan bukanlah sebuah dosa, sebab beberapa orang dalam hidup memang nggak digariskan untuk berteman selamanya. Meskipun kamu berusaha keras menjaga dan merawatnya, pertemanan itu harus berakhir jika justru makin menyakitkan, baik untukmu maupun dia.

Pernah, kan, kamu mendengar istilah hubungan beracun atau toxic relationship? Nah, istilah ini nggak terbatas untuk relasi romantis aja. Hubungan pertemanan pun bisa berujung toxic. Bila jalinan pertemanan sudah terlalu beracun dan nggak bisa diselamatkan, sudah saatnya kamu merelakannya. Bukan berarti nggak saling sayang, tapi memutuskan pertemanan justru tepat agar kalian berhenti saling menyakiti.

Sayangnya, memutuskan pertemanan toxic nggak segampang apa yang dibayangkan. Beberapa orang urung mengakhirinya karena takut atau nggak enak. Parahnya nih, nggak sedikit orang yang malah nggak sadar kalau sudah terjebak pertemanan nggak sehat.

Yuk, perhatikan sinyal yang menandakan hubungan pertemanan sudah nggak perlu dipertahankan lagi! Pun, kamu jadi tahu cara mengakhirinya tanpa rasa gamang dan nggak menciptakan perpisahan yang penuh drama.

ADVERTISEMENTS

Kalau pertemananmu sudah menunjukkan tanda-tanda ini, kamu perlu bersiap diri untuk merelakannya berakhir, ya, meski rasanya sangat berat

5 Sinyal Pertemananmu Harus Berakhir, Ini Cara Memutuskannya demi Perpisahan yang No Drama

Ciri pertemanan yang sehat | Illustration by Hipwee

Nggak semua pertemanan memang layak dipertahankan, terutama bila sudah menunjukkan tanda-tanda yang akan dibocorkan ini. Terkadang, pertemanan berbahaya untuk kesehatan fisik dan jiwa. Melansir The Source, beberapa tanda ini bisa jadi sinyal yang menunjukkan bahwa pertemananmu sudah nggak sehat.

1.Dia nggak menghormati batasanmu

Temanmu mungkin mengabaikan batasan-batasan yang ada lantaran kalian sudah sangat dekat. Supaya nggak terus-menerus terjadi, kamu dan dia perlu saling mengomunikasikan batasan masing-masing. Namun, bila memang dia nggak berbenah diri dan masih sering mengabaikan hal itu, inilah sinyal kuat untukmu segera keluar dari pertemanan.

2. Pertemanan hanya berpusat padanya

Pertemanan yang sehat dilandasi oleh hubungan timbal-balik yang seimbang. Alih-alih cuma menguntungkan satu pihak, kalian bisa saling mengandalkan satu sama lain dalam kondisi baik maupun buruk. Jika dia bersikap seolah paling utama yang harus diperhatikan dan dipedulikan, kamu perlu mengevaluasi ulang pertemananmu nih. Jangan-jangan selama ini kamu menjalani relasi satu arah. Waduh~

3. Bukannya berkonflik dengan sehat, kalian malah terjerat drama yang rumit

Nggak ada hubungan tanpa masalah, tapi konflik yang nggak diatasi dengan tepat akan berujung drama. Pun, nggak semua orang bisa diajak untuk menghadapi konflik dengan sehat. Jika temanmu memilih bertindak kekanak-kanakan, cenderung asumtif, dan nggak mau saling mendengarkan, kamu harus tahu caranya menyerah agar nggak terjerat drama-drama tak penting yang melelahkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini