Waspadai Gejala Demam Naik Turun Berhari-hari, Bisa Jadi Kamu Terserang 6 Penyakit ini

Demam naik turun

Demam menjadi kondisi yang sering dialami ketika tubuh sedang tidak fit. Sebenarnya demam bukanlah penyakit, melainkan gejala adanya infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh. Seseorang dikatakan demam jika suhunya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

Advertisement

Biasanya tak sedikit nih yang mengeluh demam muncul secara fluktuatif, hari ini timbul esoknya reda atau bisa juga berlangsung sepanjang hari. Demam naik turun pada anak lebih mengkhawatirkan, banyak orangtua yang akhirnya tambah panik melihat sang anak tak aktif seperti hari biasa. Jika sudah mengalami gejala demam yang seperti ini dan berlangsung lama, lebih baik langsung periksa ya, bisa jadi itu merupakan tanda awal penyakit serius. Berikut ini 7 penyakit yang ditandai dari gejala demam naik turun.

1. Disebabkan karena gigitan nyamuk Aaedes aegpty, demam berdarah memiliki gejala suhu naik turun yang berlangsung dalam 2-7 hari

pasien demam berdarah dengan gejala ruam I Credit: Khamlaksana via id.depositphotos.com

Ada tiga fase ketika sesorang terserang demam berdarah, tahapan pertama pada DBD biasanya ditandai dengan demam tinggi hingga 40 derajat Celcius selama 4-3 hari. Gejala demam naik turun dan keluar bintik merah yang mirip dengan campak harus diwaspadai. Jangan hanya konsumsi obat penurun panas yang ada di warung, melainkan harus segara diperiksa ke dokter.

Gejala demam berdarah ringan bisa berupa nyeri sendi, demam tinggi, sakit kepala, sakit di belakang mata, mual dan juga muntah. DBD yang parah bisa menyebabkan pendarahan di mulut, gusi, atau hidung, dan pendarahan internal seperti muntah dan tinja berwarna hitam. Setelah melewati fase kritis, ruam kemerahan akan berkurang, nafsu makan kembali serta denyut nadi lebih menguat.

Advertisement

2. Covid-19 juga ditandai dengan gejala demam yang naik turun, kondisi yang kian parah diikuti masalah pernapasan

positif Covid-19 I Credit: Medakit Ltd via unsplash.com

Di tengah pandemi seperti sekarang, banyak dari kita yang mempertanyakan demam naik turun apakah Covid-19? Bukan tanpa alasan, melainkan suhu tubuh yang melonjak tinggi menjadi salah satu gejala seseorang terserang virus corona. Melansir dari alodokter, umumnya pengidap akan merasa demam naik turun covid, batuk pilek disertai sesak napas untuk gejala yang berat.

Jangan mengandalkan pengukuran suhu pada pagi hari, sebab salah satu gejala demam yang umum terjadi peningkatan pada sore hari. Infeksi virus corona yang parah bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia, edema paru-paru, dan kegagalan fungsi organ lain termasuk ginjal.

3. Demam naik turun sudah seminggu sebaiknya diwaspadai, bisa jadi kamu terserang bakteri Salmonela typhy atau biasa disebut tifus

Advertisement

ilustrasi demam I Credit: Fouroaks via id.depositphotos.com

Deman tifoid atau yang dikenal dengan tifus mudah sekali menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau melalui kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi. Demam naik turun dan mual, jadi salah satu gejala yang mengawali infeksi ini. Suhu badan yang naik turun dan meningkat setiap hari hingga 40,5 derajat Celcius membuat pengidapnya merasa kelelahan, nyeri otot, keringat dingin, sampai kehilangan kesadaran.

Jika sudah merasakan tanda seperti itu lebih baik langsung konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih cepat. Tifus bukan hanya menyerang orang dewasa, anak-anak pun bisa. Seringnya anak demam tapi tetap aktif saja, membuat orang tua tak menyadari kalau sang anak sudah terserang bakteri jahat ini.

4. Waspadai gejala demam naik turun pada ibu hamil, terutama jika terinfeksi penyakit malaria karena bisa pengaruhi kesehatan janin

ilustrasi demam pada ibu hamil I Credit: Belchonock via id.depositphotos.com

Mengutip dari Klikdokter, malaria disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium di sel darah merah. Demam jadi gejala utama penyakit ini. Di Indonesia sendiri, malaria masih menjadi salah satu penyakit endemis di beberapa daerah. Akibatnya, otomatis ibu hamil yang berada di daerah tersebut rentan terinfeksi. Malaria pada ibu hamil memiliki risiko yang tinggi untuk perkembangan janin.

Gejala awal berupa flu dengan demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, hingga merasa panas dingin. Orang yang terinfeksi juga bisa mengalami sakit kepala, mual, menggigil,  berkeringat dan lemah. Untuk kasus malaria, ada gejala klasik yang disebut trias malaria. Bagi pengidap ditandai dengan kondisi menggigil sampai menyebabkan tempat tidur ikut bergoyang.

5. Hepatitis ditandai dengan gejala demam tinggi yang naik turun, dampak yang paling parah bisa menyebabkan gagal hati progresif

gejala Hepatitis I Credit: Photographee.eu via id.depositphotos.com

Hepatitis merupakan peradangan pada sel-sel hati atau kerusakan pada hati. Penyebab yang paling sering ditemukan karena infeksi virus. Setidaknya ada 5 jenis hepatitis yang dibedakan dari penyebabnya. Mengutip alodokter, gejala paling umum berupa demam, nyeri sendi, nyeri perut, dan penyakit kuning.

Hepatitis yang kronis jika tak ditangani dengan baik bisa menimbulkan komplikasi, seperti gagal hati sirosis atau kanker hati (hepatocellular carcinoma). Segera lakukan konsultasi ke dokter jika urine berwarna gelap disertai mata dan kulit berubah menjadi kekuningan.

6. Demam naik turun juga jadi gejala penyakit meningitis. Segera periksa jika disertai sakit kepala yang kuat, muntah, dan kejang-kejang

ilustrasi gejala meningitis I Credit: Khosrork via id.depositphotos.com

Penyakit ini terjadi karena peradangan pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis bisa disebabkan oleh virus, parasit, jamur, bakteri (yang paling parah) dan non infeksi. Ketika pengidap mengalami gejala demam yang naik turun dan berlangsung lama, sebaiknya dilakukan pertolongan supaya lebih cepat ditangani dan menghindari kemungkinan terburuk.

Nah, itulah beberapa penyakit yang diawali dari gejala demam naik turun. Semoga ke depannya kita tak lagi menyepelekan demam agar penanganannya lebih cepat dilakukan dan menghindari kemungkinan terburuk, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE