Feses atau tinja adalah sisa kotoran dari makanan yang nutrisinya sudah diserap tubuh. Kotoran ini mengandung makanan yang nggak tercerna, bakteri, lendir, dan sel mati, hal inilah yang menyebabkan kotoran berbau. Meski dirasa menjijikkan, sebaiknya jangan buru-buru menyiram kotoran di kloset. Melalui kotoran, ternyata kita bisa melihat status kesehatan, mulai dari pola makan, kecukupan air, atau apakah kita berisiko terhadap suatu penyakit tertentu.

Menurut Dr Jean Perre Raufman dari University of Maryland School of Medicine, perut menjadi tempat terakhir penyerapan nutrisi setiap bahan makanan, termasuk bahan kimia dan bakteri yang hinggap di makanan. Dilansir dari My health news daily, warna, bau dan bentuk menjadi tanda alarm awal gangguan pencernaan. Berikut Hipwee Tips paparkan khusus buat kamu, yang peduli kesehatan..

1. Bentuk dan tekstur tinja yang normal adalah padat, nggak keras dan bisa dikeluarkan dengan mudah. Kalau nggak begini, berarti ada masalah..

kenali bentuk dan teksturnya via g01.a.alicdn.com

Salah satu sinyal kesehatan kita bisa dilihat dari bentuk dan tekstur feses, apakah lembut, cair, atau keras.

  • Bentuk mirip sosis, lembut dan halus, kadang-kadang terdapat potongan yang jelas. Kotoran bentuk ini adalah yang paling ideal. Kamu nggak perlu kuatir karena tubuhmu sehat.
  • Bentuk mirip sosis namun terdapat retakan pada permukaan, masih termasuk normal. Retakan itu berarti tubuhmu masih membutuhkan asupan air.
  • Bentuk bongkahan kecil dan padat, kadang-kadang terpisah seperti kacang. Artinya kamu kekurangan serat dan cairan. perbanyak minum air putih, sayuran buah dan makanan berserat.
  • Bongkahan lunak dengan ujung kasar dan encer. Bentuk ini menandakan kondisi kesehatanmu sedang menurun. Bisa jadi, kamu akan mengalami diare.
  • Keras dan sulit dikeluarkan. Artinya kamu mengalami konstipasi atau susah buang air besar. Minum banyak air dan makanan berserat, jangan lupa jaga pola makan dan olahraga teratur.
  • Cair dan nggak padat sama sekali. Ini artinya kamu menderita diare. Penyakit ini bisa disebabkan karena infeksi. Diare merupakan cara tubuh membersihkan diri. Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari tubuh.
  • Lengket dan menempel di permukaan kloset, kadang-kadang ada minyak yang menetes. Kotoranmu mengandung terlalu banyak minyak karena tubuh nggak menyerap lemak dengan baik. Bisa jadi ini adalah gejala awal penyakit parkreatitis kronis.
  • Bentuk bulatan kecil-kecil menyerupai kotoran kambing atau kecil memanjang. Kamu perlu waspada! Hal ini terjadi karena adanya penyempitan pada saluran cerna. Bisa jadi ini adalah gejala kanker usus besar atau obstruksi bagian bawah usus besar.

2. Warna tinja menjadi jawaban dari makanan yang dikonsumsi dan kadar cairan empedu di dalamnya

Advertisement

kenali juga warnanya via cdn.shopify.com

Saat pigmen di dalam cairan empedu ini melalui saluran pencernaanmu, maka akan terjadi perubahan warna pigmen dari hijau menjadi coklat akibat kerja berbagai enzim pencernaan. Coba cek sinyal kesehatanmu dari beberapa warna tinja ini:

  • Warna cokelat
    Warna alami ini menandakan tubuhmu sehat. Warna cokelat dihasilkan oleh empedu di liver.
  • Warna hitam
    Bisa jadi kamu mengalami pendarahan di dalam tubuh karena maag atau kanker. Vitamin tertentu yang mengandung zat besi juga dapat menyebabkan kotoran menjadi hitam. Segera ke dokter jika kotoran tersebut juga lengket.
  • Warna hijau
    Artinya makanan terlalu cepat melewati usus besar. Kemungkinan lainnya, kamu terlalu banyak mengkonsumsi sayuran atau makanan yang berwarna hijau.
  • Warna putih, cerah, atau krem
    Warna ini termasuk nggak lazim, bisa jadi disebabkan karena ada penghalang pada saluran empedu. Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebabnya. Segeralah ke dokter!
  • Warna kuning
    Kotoran ini mengandung lemak berlebih dan cenderung berbau tajam. Hal ini bisa disebabkan karena gangguan penyerapan seperti yang disebabkan penyakit celiac pada usus.
  • Warna merah atau ada bercak darah
    Waspadalah jika kamu sering menemukan darah pada kotoran karena bisa jadi salah satu gejala kanker.

3. Walaupun semua tinja punya bau nggak sedap, kamu tetap nggak boleh mengabaikannya. Kenapa?

deteksi baunya juga via i.ytimg.com

Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri, Bakteri menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida.

Bau tunja sangat dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Terlalu banyak lemak membuat tinja berbau busuk. Obat-obatan juga membuat tinja berbau obat. Bau asam pada tinja yang cair disebabkan karena infeksi rota virus. Sedangkan yang mengandung darah akan berbau amis.

Jika bau feses tercium sangat bau atau busuk nggak seperti biasanya, ini merupakan pertanda buruk. Bisa jadi ini adalah gejala penyakit malabsorpsi, celiac, pankreatitis, sumbatan saluran cerna atau abses abdominal.

4. Konstipasi atau sembelit juga perlu diwaspadai, pengerasan tinja yang berlebihan ini bikin kamu susah BAB

susah BAB via 1.bp.blogspot.com

Tinja yang keras dan kering menjadi tanda kamu mengalami sembelit. Biasanya, orang yang menderita sembelit akan buang air besar kurang dari tiga kali seminggu. Sembelit bisa terjadi karena pergerakan tinja pada usus yang berlangsung lambat sehingga menyebabkan bentuk dan teksturnya menjadi keras dan kering.

Sembelit disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pola makan yang nggak sehat, kurangnya olah raga atau gerak badan, kurang minum atau karena diet (asupan makanan) yang kurang serat.

Untuk mengatasinya, ubahlah gaya hidupmu menjadi lebih sehat dengan banyak mengkonsumsi makanan berserat, buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran dan air putih. Selain itu jangan tinggalkan olahraga dan hindari menahan BAB yang terlalu sering.

5. Diare memang cara normal tubuh menyingkirkan bakteri, tapi kamu juga bisa terserang dehidrasi karena ini

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi BAB yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Bisa juga karena efek samping obat, faktor psikologi atau minum-minuman beralkohol. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu

Untuk mengatasinya, kamu dianjurkan untuk minum banyak air sebagai pengganti cairan yang hilang. Jika nggak berhasil, kamu bisa minum oralit yang dikenal sebagai obat pereda diare, namun juga harus konsultasi terlebih dahulu untuk pemakaiannya.

Meski begitu, diare yang melebihi empat minggu bisa menjadi tanda yang serius. Diare yang berlangsung lama bisa menjadi tanda penyakit kronis, seperti sindrom iritasi usus besar.

Jadi, gimana keadaan tinjamu?

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!