Carpe diem, seize the day, raih harimu! Kalimat penyemangat ini telah bergaung sejak zaman Romawi Kuno sampai sekarang. Untuk meraih hari, kamu harus memulai usahamu sejak pagi. Ketika banyak orang masih sibuk bermimpi di alam kapuk, kamu harus menjadikan pagi waktumu untuk mengontrol hari.

Nah, jika memang ingin meraih harimu, ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan saat pagi. Hal-hal apa saja? Simak artikel di bawah ini, yuk!

1. Tidak Segera Bangun

Nggak bisa bangun? Pencet tombol snooze terus, ya? via farm5.staticflickr.com

Menekan tombol snooze di alarm HP-mu adalah hal yang haram untuk kamu lakukan. Ketika kamu menekan tombol snooze dan mencuri waktu untuk tidur lagi, tubuhmu akan dibingungkan tentang kapan sebenarnya dia harus bangun. Jam 6.00, jam 6.10, atau jam 6.30? Otakmu perlu tahu pasti karena harus mengatur perpindahan tubuh dari fase deep-sleep ke fase “sadar”. Kalau otakmu kebingungan, bisa-bisa kamu sudah bangun ketika tubuhmu sebenarnya belum siap. Akibatnya, kamu pun jadi semakin malas bangkit dari kasur dan hanya ingin tidur. Begitulah yang dijelaskan dr. Rafael Pelayo dari Stanford University Sleep Medicine Center.

Pengaruh buruk dari menekan tombol snooze berlangsung lama. Sekali jadwal tidurmu kacau, otakmu akan butuh waktu untuk bisa mengatur jadwal biologismu lagi. Akibatnya, tidak hanya harimu yang sekarang yang akan kacau. Kamu juga masih bisa malas bangun di hari-hari selanjutnya gara-gara menekan tombol snooze pagi ini!

2. Menulis to-do list “lebay”

Advertisement

To-do listmu lebay via www.freerangethinking.com

Kunci dari pagi yang sempurna adalah kemampuanmu untuk mengambil kemudi atas apa yang akan dan ingin kamu lakukan. Ketika kamu yakin akan kemampuanmu mengontrol apa yang akan terjadi, kamu pun akan merasa lebih percaya diri.

Agar kamu tidak “keder” melihat tugasmu yang banyak, jangan langsung menuliskan semua tanggung jawabmu di to-do list-mu. Sebaliknya, buatlah to-do list khusus pagi yang hanya berisi tiga tugas. Pikirkan tiga hal yang ingin kamu raih hari itu juga. Menulis 2 lembar untuk skripsi? Latihan 20 soal Matematika? Ketika kamu membatasi apa yang ada di to-do list pagi harimu ke tiga hal ini saja, kamu akan tahu apa yang benar-benar penting untuk kamu selesaikan, dan kamu tidak akan “takut” menghadapi hari hanya karena melihat daftar tugas yang terlalu panjang.

3. Membuka Media Sosial

Cek media sosial? No! via www.vs-world.net

Bukalah media sosialmu hanya ketika kamu sudah sampai di kantor atau sekolah. Sebagai pemanasan kuliah atau kerja, membuka media sosial bisa jadi sesuatu yang baik. Tapi jangan sampai kamu membuka Twitter, Path, atau Instagram sebagai aktivitas pertama di pagi hari. Bisa-bisa, kamu ketiban overdosis informasi! Ketika kamu membuka media sosial, aliran foto sarapan cantik, gambar-gambar lucu, breaking news, sampai potongan quote akan menghujani otakmu. Padahal, tidak semua informasi itu kamu perlukan, bukan?

Overdosis informasi, sebagaimana yang pernah Hipwee tuliskan disini, bisa membuatmu bingung dan cepat stres. Otakmu akan merasa tak berdaya. Untuk mencegahnya, jangan langsung membuka media sosial ketika kamu baru bangun tidur, ya.

4. Membaca Berita

Baca koran itu penting, tapi… via articles.bplans.com

Membaca berita adalah hal yang penting. Kamu harus mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia ini. Tapi, sama dengan media sosial, koran dan majalah berita bisa mengasupimu dengan informasi yang sebenarnya tidak kamu perlukan. Coba kamu bayangkan: di antara berlembar-lembar berita yang kamu baca, berapa persen sih sebenarnya yang bisa membantumu bersemangat meraih hari?

Membaca berita sebelum kamu ‘benar-benar siap’ bisa membuat semangatmu jatuh. Apalagi ketika berita yang kamu baca adalah berita buruk: kasus korupsi, bencana alam, pembunuhan di daerah dekat kost-mu. Nggak mau, ‘kan, pagi harimu diisi dengan rasa kesal dan ketakutan?

5. Menganggap Sarapan Sebagai Hal yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

malas sarapan via kokikutv.fimela.com

Sarapan memang penting untuk membuatmu berenergi. Tapi kalau kamu nggak sempat, sebenarnya kamu boleh melewatkannya, kok. Tak seperti yang selama ini dipercaya, melewatkan sarapan tidak akan membuatmu makan membabi buta di siang hari atau “membalas dendam” waktu makan malam. Para periset dari University of Birmingham at Alabama (UAB) juga menemukan bahwa sarapan juga sebenarnya tidak akan berpengaruh banyak pada perbaikan metabolisme tubuhmu.

Memang, sarapan tetap baik untukmu. Kalau kamu sarapan, kamu bisa lebih mengontrol level gula darahmu. Kamu pun jadi lebih mudah bersabar dan bersemangat dalam menyambut hari. Tapi ketika kamu lupa sarapan, itu bukan akhir dunia. Asal kamu ingat bahwa sekarang kamu harus berusaha ekstra untuk bersabar, kamu akan bisa bertahan sampai waktu makan siang, kok.

Jadi, apa kamu sudah siap meraih hari?