Daftar Kalori Gorengan yang Perlu Kamu Perhatikan, Jangan Keseringan Biar Perut Nggak Melar

Kalori gorengan

Siapa sih yang tak suka gorengan? Mereka yang tidak suka pun, kemungkinan besar bukan tidak suka rasa atau tekstur gorengan yang renyah, tapi karena tahu betapa buruk dampaknya terhadap kesehatan.

Advertisement

Nah, artikel ini bukan bermaksud mengajak kalian semua hidup tanpa gorengan kok (itu kan termasuk salah satu kenikmatan hidup), tapi sekadar memberi gambaran seberapa banyak sih sebenarnya kalori yang ditambahkan ketika makanan disulap jadi gorengan. Setelah paham, kalian mungkin akan lebih mudah mengurungkan niat untuk makan gorengan sering-sering.

Untuk dapat mengukur tambahan kalori setelah makanan digoreng itu sebenarnya cukup rumit dan banyak faktornya. Mulai dari jenis minyak, banyak minyak, kepadatan makanan yang digoreng, sampai temperatur ketika menggoreng. Maka dari itu, Hipwee memakai data yang dilansir dari aplikasi penghitung kalori FatSecret.id untuk secara singkat membandingkan perbedaan kalori setelah makanan tertentu digoreng.

Semua angka di bawah ini pakai satuan kkal atau kilo kalori per 100 gr makanan ya~

Advertisement

Kita mulai dengan tempe goreng yang jadi favorit orang Indonesia. Punya tekstur yang cukup berongga, penambahan kalori setelah proses penggorengan ternyata cukup signifikan

Kalori dari tempe goreng tepung (atas) vs tempe rebus (bawah) | Credit: Midori, CC BY-SA 3.0 via commons.wikimedia.org

Sebagai varian gorengan yang populer, tempe goreng seolah menjadi jajanan wajib. Tekstur renyah dan rasa gurih yang menggoyang lidah akan membuat siapa pun ketagihan. Hanya saja, kalori gorengan tempe lumayan tinggi. Apalagi jika dibaluri adonan tepung yang gurih.

Dengan tekstur yang cukup berongga, tempe mendapat tambahan kalori yang cukup lumayan dalam proses penggorengan. Ya tapi karena perubahan tesktur itu pula, tempe goreng tuh jadi enak banget~

Penambahan kalori yang lebih banyak bisa ditemukan di makanan dengan tekstur seperti tahu.  Lihat tuh, beda banget sama kalori tahu kukus

Kalori dari tahu goreng (atas) vs tahu kukus (bawah) | Photo by Wow Phochiangrak via pixabay.com

Tekstur makanan memang jadi salah satu penentu penambahan kalori dalam gorengan. Dasarnya sih semakin berongga tekstur makanannya, semakin banyak kemungkinan tambahan kalorinya. Alhasil, makanan seperti tahu yang notabene tergolong makanan sehat dan banyak nutrisinya bisa ketambahan kalori 2-3 kali lipat karena digoreng garing. Tipe-tipe makanan seperti ini sih yang mungkin bisa lebih sering dihindari atau dikukus saja.

Advertisement

Meski terdiri dari sayuran seperti kubis, wortel, dan jagung, satu potong gorengan bakwan mengandung kalori yang cukup tinggi

Kalori dari bakwan (atas) vs campuran sayuran yang direbus (bawah) | Photo by Mufid Majnun via pixabay.com

Selain tempe dan tahu isi, bakwan adalah varian gorengan yang nggak kalah tenar di lidah penggemarnya. Adonan tepung ditambah dengan irisan sayuran ini memberikan tekstur empuk di dalam tapi garing di luar. Meskipun terdiri dari beragam sayuran seperti jagung, kubis, dan wortel, bakwan masih mengandung kalori yang cukup tinggi lo.

Manis dan digoreng, itu sudah jadi pertanda makanan berkalori tinggi. Nah, termasuk pisang goreng nih~

Kalori dari pisang goreng (atas) vs pisang (bawah) | Photo by Bzee Sun via pixabay.com

Pisang goreng memang enak jadi camilan. Apalagi dimakan saat masih panas kala muism hujan. Tapi ingat kalori pisang goreng masih lumayan tinggi lo. Bila makan beberapa potong, kalorinya setara dengan nasi putih. Jadi ada baiknya kalian nggak makan pisang goreng secara berlebihan.

Contoh lain lagi dari makanan manis legit yang dibalut tepung, ubi goreng mempunyai kalori sebanyak 246 kkal per 100 gr

Kalori dari ubi goreng (atas) vs ubi rebus tanpa kulit (bawah) | Photo by likesilkto via pixabay.com

Memiliki cita rasa manis seperti pisang goreng, ubi goreng adalah jajanan yang cukup digemari. Bagi kamu yang bosan dengan gorengan gurih, ubi goreng memang jadi pilihan populer. Asalkan dimakan dalam jumlah yang normal, ya tidak masalah sih. Cuma misalkan ingin makan setiap hari, mendingan makan ubi rebus aja ya~

Berbahan dasar aci, varian gorengan ini memiliki kalori yang sangat besar. Mungkin campuran tepung dan bumbu juga aslinya juga sudah mengantongi banyak kalori 

Kalori dari cireng (atas) vs cilok yang dikukus (bawah) | Credit: Crisco 1492, CC BY-SA 4.0 via commons.wikimedia.org

Gorengan dengan bahan dasar aci ini menawarkan tekstur yang kenyal. Dengan tambahan bumbu lain, cireng alias aci digoreng memberikan rasa yang bikin orang ketagihan. Namun makan cireng nggak boleh berlebihan, ya. Pasalnya dalam 100 gr cireng, tedapat 348 kkal! Versi aci lain yang dikukus juga sebenarnya memiliki kalori yang cukup tinggi.

Biasanya ada di penjual gorengan, pun risol jadi camilan favorit. Agar kalori tubuh nggak menumpuk, perhatikan jumlah kalorinya

Kalori dari risol mayo (atas) vs campuran sayuran yang direbus (bawah) | Gambar oleh Mufid Majnun via pixabay.com

Risoles atau disebut juga dengan risol adalah varian gorengan yangg tak kalah nikmat dari varian lainnya. Biasanya berisi daging dan sayuran, risol dibungkus balutan adonan tepung dan dilapisi tepung panir. Dengan bahan-bahan tersebut, kalori gorengan risol mayo mencapai 275 kal per 100 gr lo. Risol memang enak dijadikan camilan, tapi sebaiknya makan risol secukupnya biar kalori tubuh tetap terjaga.

Dalam 100 gr gorengan singkong, terdapat 202 kal. Supaya kalori tubuh di batas aman, makan secukupnya aja ya~

Kalori dari singkong goreng (atas) vs singkong rebus (bawah) | Photo CC0 Domain Publik via pxhere.com

Kalori dari makanan ini dibandingkan yang lain dari daftar di atas memang relatif lebih rendah, tapi ya jangan dimakan banyak-banyak juga ya. Kalau makan lebih dari 100 gr singkong goreng, maka jumlah kalori pun lebih dari 202 kal. Jadi perhatikan jumlah singkong goreng yang disantap agar kalori tubuhmu nggak melonjak tinggi.

Itulah daftar kalori gorengan yang perlu diperhatikan. Sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsinya, ya. Sesuaikan dengan porsi gorengan yang dimakan dengan asupan kalori yang dibutuhkan tubuh.

Kalau ingin memimalisir penambahan kalori bisa juga memilih jenis minyak yang rendah kalori seperti minyak zaitun, kelapa, atau canola. Tidak memakai minyak berulang kali juga bisa mengurangi risiko penambahan kalori. Minyak yang sudah berulang kali dipakai, seperti minyak di restoran fast food, itu  lebih berisiko terkontaminasi zat lain yang akhirnya juga menambah kalori berlebih.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE