Istilah ‘kerokan’ memang sudah akrab di telinga masyarakat. Aktivitas menggores permukaan kulit punggung berkali-kali hingga muncul ruam merah ini sudah dikenal di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Biasanya alat bantu kerok adalah minyak gosok hangat, ujung tumpul uang logam atau pinggiran bawang merah yang diiris tebal.

Namun, sebenarnya kerokan nggak ada dalam literatur medis atau kesehatan. Karena penggunaan metode ini sudah diterapkan sejak lama dan turun temurun, sebagian besar masyarakat menganggap kerokan adalah obat yang manjur untuk memerangi masuk angin.

Advertisement

Nah, biar nggak penasaran lagi mengenai bagaimana cara kerja kerokan dalam tubuh, efek, juga bahayanya, yuk cari tahu bareng Hipwee Tips..

1. Kerokan dipercaya sebagai terapi tradisional untuk mengusir angin dari dalam tubuh. Memangnya tubuh kita beneran ‘(ke)masuk(an) angin’, ya?

bukan masuk angin

bukan masuk angin via www.pressandjournal.co.uk

Dalam dunia medis, nggak ada penyakit yang namanya ‘masuk angin’, istilah ini hanyalah pemeo yang digunakan orang-orang zaman dahulu sebelum mengenal bahasa ilmiah.

Praktisi kesehatan, Dr. Fransiscus Alvionita mengungkapkan bahwa ‘masuk angin’ adalah penggambaran dari gejala yang dirasakan seseorang saat kondisinya sedang nggak fit, seperti pusing, mual, perut kembung, rasa pegal pada otot dan sendi, bahkan muntah-muntah. Mirip gejala yang timbul pada penderita influenza.

Advertisement

Jadi, penyebab masuk angin sebenarnya bukanlah ada ‘angin’ yang masuk ke dalam tubuh. Masuk angin biasanya disebabkan karena kondisi dingin, seperti terlalu banyak terkena anginmalam, berada di ruangan ber-AC terlalu lama, awal musim penghujan, dan lain-lain. Kondisi dingin tersebut menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah dan membuat oksigen pada otot-otot berkurang sehingga menyebabkan nyeri otot atau pegal-pegal.

2. Bukan mengeluarkan angin lewat pembukaan pori-pori, prinsip kerokan adalah meningkatkan panas tubuh akibat sirkulasi darah yang meningkat, sehingga menimbulkan efek inflamasi

efek inflamasi

efek inflamasi via 1.bp.blogspot.com

Secara ilmu biologi molukuler, saat mengerok punggung, terjadi suatu reaksi inflamasi atau peradangan yang bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan yang telah mati sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Inflamasi memiliki ciri seperti kemerahan pada kulit yang dikerok, yang menandakan karena adanya jaringan yang meradang dan mengandung banyak darah. Pembuluh kapiler pada jaringan tersebut tadinya kosong karena menyempit kemudian melebar dan diisi oleh darah. Itulah mengapa saat punggung kita dikerok akan timbul warna kemerahan atau merah kebiruan pada kulit.

3. Kerokan membantu tubuh menghasilkan kandungan morfin dalam tubuh sehingga kamu akan merasa lebih segar dan nyaman

efeknya seperti habis dipijat

efeknya seperti habis dipijat via www.panglaoisland.com

Waduh, kok bawa-bawa morfin segala? Tenang, jangan kaget dulu.

Menurut Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dokter ahli saraf, mengungkapkan bahwa kerokan ternyata mampu membantu tubuh menghasilkan morfin alami yang disebut beta endorfin yang produksinya diatur oleh jaringan endotel, jaringan terdalam dari pembuluh darah. Fungsi dari endorfin itu sendiri diantaranya mampu meredakan nyeri dan mengatasi stres.

Sama halnya ketika dipijat, tekanan dan peregangan yang terjadi saat kerokan mampu menyentuh jaringan endotel sehingga produksi beta endorfin meningkat. Dengan ini, otot-otot yang tegang akan terasa kendur serta menimbulkan adanya sensasi relaksasi pada kulit. Itulah sebabnya mengapa setelah kerokan kamu akan merasa lebih segar dan nyaman.

4. Kerokan dipercaya sebagai bukti nyata dalam perwujudan ilmu Einstein (E=MC2) yang menerangkan bahwa energi muncul karena pergesekan dua benda

seperti panas yang ditimbulkan oleh tangan yang digosok

seperti panas yang ditimbulkan oleh tangan yang digosok via www.newtonsapple.org.uk

Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR, akupunturis klinik, upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein.

Jika permukaan tubuhmu digosok-gosokan dengan tangan atau benda tumpul dengan cepat, maka suhu panas dalam tubuh akan meningkat. Karena meningkatnya panas dalam tubuh, maka akan terjadilah perlebaran pembuluh darah sehingga oksigenasi atau pasokan oksigen menjadi lebih baik karena peredaran darah kembali lancar dan rasa sakit di tubuh pun mereda.

5. Lalu, di mana titik yang ideal untuk dikerok? Jawabannya adalah di punggung. Caranya pun nggak boleh sembarangan. Begini penjelasannya…

punggung adalah titik ideal

punggung adalah titik ideal via cdn-2.tstatic.net

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari kerokan, sebaiknya adalah di area pembuluh dari yang terpanjang dan menyebar ke seluruh tubuh. Nah, punggung adalah pusat saraf terpadu dengan pembuluh darah yang panjang dan menyebar ke seluruh tubuh. Saat pembuluh darah pada punggung terbuka saat kerokan, maka seluruh pembuluh darah juga akan dipaksa untuk melebar. Dengan kata lain, mengerok satu titik namun efeknya kemana-mana.

Adapun cara kerokan yang benar dengan mengerok lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping lalu sejajar dengan arah bahu agar melalui titik tertentu, dimulai dari atas ke bawah. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit nggak terlalu sakit.

6. Hebatnya, kerokan merupakan aktivitas untuk merangsang sistem pertahanan dan kekebalan tubuh manusia

lebih kebal

lebih kebal via www.eea.europa.eu

Melalui peradangan dengan cara dikerok, maka pembuluh darah akan melebar sesaat. Pada saat melebar, faktor-faktor pertahanan tubuh seperti interferon menjadi aktif. Selain itu juga pergerakan sel darah putih yang merupakan agen kekebalan tubuh meningkat. Dengan upaya itu, sistem pertahanan tubuh akan bangkit untuk melawan dan mengontrol keberadaan virus maupun ragam penyakit yang menyebabkan kamu sakit.

Sel-sel darah putih ini pun menjadi reaktif untuk mempertahankan tubuh ketika pembuluh darah tepi pecah bagaikan terbentur atau dipukul saat kerokan. Pecahnya pembuluh darah tepi yang juga bisa disebut peradangan ini memicu reaksi zat anti-peradangan yang disebut cytokines.

Nah, ilusi seakan-akan tubuh kita terserang radang dan terluka dalam kerokan itu ternyata memicu peningkatan sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Wow, hebat ‘kan?

7. Banyak orang meyakini bahwa semakin merah bekas kerokannya, berarti semakin parah masuk anginnya. Duh, ini salah kaprah!

bukan berarti sakitnya parah

bukan berarti sakitnya parah via i.ytimg.com

Jadi, semakin merah bekas kerokannya bukan berarti semakin parah masuk anginnya atau semakin banyak angin yang keluar. Faktanya adalah kemerahan pada kulit merupakan pertanda adanya aliran darah di sekitar area yang dikerok karena pelebaran pembuluh darah sebagai efek imflamasi. Terlalu merah atau nggak, tergantung frekuensi menggosok dan tekanannya.

8. Sebaiknya hindari kerokan di bagian leher karena pada area ini terdapat urat-urat saraf yang terhubung langsung ke kepala

jangan di leher, ya.

jangan di leher, ya. via 3.bp.blogspot.com

Menurut dr. Stephanie Dewi, Sp.PD dari Klinik Citra 2, menjelaskan bahwa sebainya menghindari kerokan di area seputar leher. Kebiasaan mengerok di bagian ini berpotensi menimbulkan dampak yang berbahaya.

Kerokan di bagian leher berisiko melemahkan atau menyempitkan pembuluh darah ke jantung. Bahaya lainnya adalah terserang stroke bila ada saraf yang rusak. Hal ini diyakini karena di sekitar leher terdapat urat-urat saraf yang terhubung langsung ke kepala.

9. Khusus ibu hamil, kerokan bisa membahayakan karena bisa menimbulkan kelahiran bayi prematur

bahaya untuk ibu hamil

bahaya untuk ibu hamil via wdy.h-cdn.co

Zat anti-peradangan atau cytokines yang ada di tubuh orang biasa bisa meningkatkan kekebalan tubuh, tapi buat ibu hamil justru bisa menyebabkan munculnya zat prostaglandin yang bisa memicu kontraksi dini pada kehamilan.

Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang diantaranya berfungsi untuk menstimulasi kontraksi rahim serta otot polos lain, selain itu juga mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asma lambung, suhu tubuh, dan mempengaruhi kinerja sejumlah hormon.

10. Meski demikian, kerokan punya efek samping. Terbukanya pori-pori kulit justru memberi jalan masuk bagi bakteri dan virus

jalan masuk bagi bakteri dan virus

jalan masuk bagi bakteri dan virus via www.ereportaz.gr

Pori-pori kulit yang terbuka lebar oleh karena efek gesekan kulit dengan benda tumpul maupun karena panas tubuh yang meningkat, akan memudahkan angin masuk kembali ke tubuh dengan membawa bakteri dan virus dari udara. Memang efeknya nggak akan langsung terasa oleh tubuh, tapi akan muncul di kemudian hari.

Sebenarnya, kerokan relatif aman, hanya saja perlu diperhatikan kandungan, bahan, dan alat yang digunakan untuk mengerok. Karena bisa saja penggunaan alat yang nggak dianjurkan bisa menyebabkan dan memperparah keadaan, misalnya timbul alergi atau infeksi, apalagi alat yang digunakan nggak higienis.

Kamu juga harus ingat bahwa kerokan hanyalah sebuah langkah pencegahan. Kamu disarankan untuk periksa ke dokter untuk supaya sakit yang diderita nggak semain parah, ya!

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya