Di awal karir, kamu begitu senang dapat bekerja dan menerima gaji pertama. Segenap rencana setelah gaji masuk ke rekening pun sudah dipersiapkan. Sebutlah membeli handphone baru, membeli perhiasan untuk orangtua atau keluarga, sampai baju atau tas baru untuk diri sendiri. Apa daya, setelah dibelanjakan, kamu harus mengakrabkan diri dengan mie instan sampai waktu gajian berikutnya tiba.

Begitulah kira-kira simulasi keuangan kamu-kamu yang bergaji sekitar Rp 1.000.000,00 dan masih memulai karir pertama. Bagi banyak orang, gaji dengan nominal begini mungkin tidak realistis dan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun kenyataannya, masih ada sejumlah orang di kota atau wilayah tertentu yang menerima gaji di kitaran angka satu juta. Dan jika pintar mengaturnya, gaji ini sebenarnya cukup-cukup saja.

Meski UMR di wilayahmu masih ada di bawah gajimu, kamu juga perlu mulai menata masa depan. Jangan sampai gajimu sebulan langsung habis tanpa sisa. Oleh karenanya kamu perlu berhemat dan menekan pengeluaran-pengeluaran di pos-pos tertentu. Lalu bagaimana caranya?

1. Bergaji tak begitu tinggi, kamu harus tahu diri. Selalu langganan paket internet di awal bulan agar tak perlu mengeluarkan uang untuk biaya pulsa lagi.

Isi pulsa dengan nominal untuk paket internet dan sisanya untuk jaga-jaga via www.cumhuriyet.com.tr

Berapa sih biaya bulanan kamu untuk pulsa? Bila masih lebih dari seratus ribu, perkecillah menjadi paling banyak Rp 100.000,00. Rata-rata biaya paket internet ponsel untuk sebulan paling mahal adalah Rp 60.000,00. Dengan pulsa sebesar itu, kamu sudah bisa menggantikan fungsi SMS dengan Whatsapp, Line, BBM, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Ingin telepon? Ketiga aplikasi yang disebutkan tadi bahkan sudah mendukung kamu lewat layanan telepon lewat paket data internet. Karenanya, kamu tidak akan dikenai biaya lagi bila ingin menelepon sahabat, pacar, atau klien.

Advertisement

Dan ingat: walaupun sudah berlangganan paket internet, selalu manfaatkan WiFi di tempat yang punya fasilitas WiFi gratis — supaya paketmu tidak habis sebelum waktunya.

Dengan sisa kuota pulsa sebesar Rp 40.000,00 dapat kamu simpan untuk keadaan-keadaan darurat. Misalnya harus menghubungi orang tua di kampung halaman yang belum mengenal teknologi semacam BBM, Line, dan Whatsapp. Atau menghubungi klien kantor yang baru dikenal di luar kantor. Terkadang kamu juga harus berjibaku dengan sinyal karena tidak semua area terkover dengan sinyal operatormu. Inilah gunanya pulsa cadanganmu tadi.

Biaya paket internet Rp 60.000,00

Pulsa untuk keadaan darurat Rp 40.000,00

Total Rp 100.000,00

2. Soal urusan makan, gizi dan nutrisi seimbang adalah hal utama. Jangan mudah tergoda pada gaya atau kemasannya.

Nasi, sayur, dan lauk ada via gatotwid.wordpress.com

Ingatlah 4 sehat 5 sempurna setiap kali kamu hendak makan. Paling tidak, ada nasi, sayur, dan lauk pauk dalam menumu. Bila kawanmu mengajak santap siang di suatu tempat, cermati dulu menunya. Jika yang akan kamu santap hanyalah nasi dan lauk saja, tanpa nutrisi lengkap, ditambah harganya yang tidak masuk akal, tolaklah! Pertimbangkan bahwa uangmu akan habis banyak demi gaya, gengsi, lokasi, dan kemasan yang bagus. Tapi kebutuhan gizimu tidak seimbang. Belum lagi resiko gemuk bila konsumsi sayur dan buahmu tidak terpenuhi. Sayang ‘kan uangnya? Lebih baik makan di warung kecil yang bersih, sayur dan buah tersedia. Lauknya pun beragam. Dijamin sehat!

3. Kartu kredit hanya untuk mereka-mereka yang punya “iman” kuat. Kalau “iman”mu setengah-setengah, sebaiknya lupakan saja niatmu mendaftar kartu kredit.

Kartu kredit bisa menjerat hidupmu via blackbusinessnow.com

Tidak dapat dipungkiri kalau kartu kredit dapat memberikanmu aneka diskon menarik di merchant-merchant yang bekerja dengan bank penerbit kartu. Kamu pun menjadi seolah-olah hemat karena penawaran tersebut. Akan tetapi, perlu kamu teliti juga. Berapa sih bunga yang diberikan oleh bank penerbit terhadap setiap transaksimu? Kalau kamu tidak mendapatkan diskon, akankah harganya juga sama dengan tagihan kartu kredit per bulannya?

Kamu juga perlu belajar terlebih dahulu dari kawan-kawan yang pernah menggunakan kartu kredit. Bagaimana sih cara mereka menggunakannya dengan bijak dan sesuai kebutuhan? Soalnya banyak juga lho yang akhirnya jatuh bangkrut karena tidak sanggup membayar tagihan kartu kredit yang semakin lama, semakin besar. Penggunaan kartu kredit pun mewajibkan kamu agar dapat membayar tagihan tepat waktu. Semua bank akan memiliki catatan atas penggunaan kreditmu. Catatan ini akan berpengaruh pula jika suatu saat kamu mendaftar KPR. Bila catatanmu terbilang macet, KPR bisa saja ditolak.

5. Buatlah komitmen untuk menyisakan beberapa persen dari gajimu. Tabungkan uang itu dalam rekening khusus agar tidak diutak-atik.

Kalau ada hal-hal yang mendesak, kamu sudah bisa antisipasi via s.likes-media.com

Percayalah! Jika kamu tidak berkomitmen sejak dini untuk menyisakan sebagian dari gajimu, susah sekali nantinya untuk membuat rekening tersisa dalam saldo minimal 6 digit. Oleh karenanya, segeralah survei bank yang menurut kamu mampu memberikan bunga yang terbilang tinggi namun biaya administrasinya kecil. Lebih bagus lagi, kalau bank itu akan memberikanmu resiko yang besar bila kamu sering menarik saldonya dari ATM atau perbelanjaan dengan kartu kredit. Misalnya yang tadinya tidak dikenakan biaya tarik tunai menjadi dikenakan karena kamu mengambil uang dari ATM yang tidak bekerjasama. Segeralah mendaftar pada bank tersebut dan mulai berkomitmen untuk mengisinya sesegera mungkin setelah kamu menerima gaji. Dengan begitu, otomatis nilai gaji kamu akan berkurang. Ini pun akan membuat pikir-pikir jika ingin membeli hal-hal yang tidak perlu.

Misalnya, uang yang kamu sisihkan sebulan Rp 250.000,00

Dalam setahun: 12 x 250.000 = Rp 3.000.000,00

4. Kalau gadget terakhirmu masih belum ketinggalan jaman dan tidak rusak, untuk apa beli lagi? Setidaknya kamu tidak perlu lapar mata dengan hal-hal yang belum kamu perlu.

Jangan lapar mata via infopublik.id

Mau dituruti atau tidak, yang namanya teknologi akan terus-menerus berkembang. Jangankan tahunan, dalam bulanan pun kamu sudah dapat melihat versi terbaru dari gadget yang kamu pakai sekarang. Sebagai anak muda, siapa sih yang tidak penasaran mencoba produk terkini? Tapi, tunggu dulu! Barangkali inilah yang disebut dengan lapar mata. Apakah kamu sudah pernah mencoba semua fitur-fitur yang ada dalam gadget kepunyaanmu? Sudahkah kamu memanfaatkannya secara maksimal? Sebaiknya manfaatkanlah dulu gadget yang kamu punya secara maksimal, daripada kamu tidak bisa beradaptasi dengan teknologi yang baru?

5. Kalau kamu hobi liat yang unyu-unyu, jangan pernah ke mall. Kecuali kamu memang kerja di sana.

Jangan ke mall kalau kamu bukan orang yang tahan godaan via ranilgroup.com

Yang namanya shopping mall, sudah pasti punya tujuan untuk memfasilitasi orang-orang berbelanja, dong! Makanya gak heran kalau ada banyak toko atau tenant yang menjual macam-macam barang unyu. Nah kalau kamu orangnya memang gatel dan gak bisa gak beli barang unyu, mendingan jangan ke mall deh! Percuma, pasti kamu gatel pengin belanja. Belum lagi jika kamu digoda sama mbak dan mas SPG/SPB yang menawan. Katanya lagi ada diskon lah. Beli satu gratis satu lah. Yakin uang gajimu bisa selamat?

6. Kurangi juga belanja pernik-pernik. Harganya memang murah, tapi kalau diakumulasi lumayan juga lho!

Murah sih, tapi… via ardisfamily.files.wordpress.com

Beli bando Rp 15.000,00

Beli jepit Rp 9.000,00

Beli sandal jepit Rp 20.000,00

Total Rp 44.000,00

Besoknya, kamu pergi ke toko aksesoris yang berbeda dan belanja dengan total yang sama. Kalau dalam sebulan kamu bisa empat kali ke toko aksesoris, maka kamu bisa menghabiskan uang hampir sebesar Rp 200.000,00. Gak sayang tuh?

6. Jangan jajan di luar rumah ya! Mendingan belajar cara buat jajanan sendiri.

Gorengan yang kamu beli di luar belum tentu sehat via 1.bp.blogspot.com

Jangan pernah meremehkan kekuatan jajan. Sadar nggak sadar, uang kamu justru habis karena jajan. Selain itu, berpotensi membuat badanmu tidak sehat dan bentuknya tak lagi seperti gitar spanyol. Kalau memang sedang ingin jajan, coba kamu beli buah-buahan. Belajar cara buat jajanan sendiri juga malah lebih bagus lho. Coba saja resep gorengan atau no bake cake yang pernah Hipwee bagi beberapa waktu lalu.

7. Batasi bukan hanya apa yang kamu beli, namun juga ang kamu punya. Jangan punya lebih dari dua pasang sepatu: satu untuk acara resmi, dan satu untuk olahraga/sehari-hari.

Sepatu sebanyak ini gak ribet rawatnya? via s3-us-west-2.amazonaws.com

Soal alas kaki, kamu tidak perlu beli sepatu banyak-banyak. Ibarat slogan Keluarga Berencana, dua sepatu saja cukup. Satu untuk acara resmi, satunya lagi yang biasa dipakai untuk keperluan olahraga atau kegiatan sehari-hari. Harga sepatu tidak murah. Mungkin kamu bisa mendapatkan yang sangat murah di pasaran. Akan tetapi yang bagus, awet, dan tidak cepat rusak adalah sepatu-sepatu yang harganya di atas angka seratus ribuan. Sudah begitu, merawat sepatu juga gampang-gampang susah. Ada sepatu yang tidak boleh dicuci air dan dilap saja. Ada juga yang perlu menggunakan semir khusus agar tidak jamuran. Kalau kamu punya sepatu begitu banyak, seharusnya kamu punya tempat dan perawatan khusus untuk koleksi-koleksimu itu.

8. Baju pun tidak perlu banyak-banyak dan bermerek. Semakin banyak dan bermerek, semakin banyak uang yang harus kamu keluarkan untuk merawatnya.

Pakaian baru via www.pennine-bus.co.uk

Percuma saja jika kamu membeli baju banyak-banyak dan bermerek jika kamu tidak bisa merawatnya. Tahukah kamu jika artis-artis yang kamu lihat di layar kaca mempunyai cara tersendiri dalam merawat barang dari hasil jerih payahnya? Mungkin juga laundry yang mereka pakai juga beda kelasnya dengan kamu. Salah-salah bajumu cepat rusak dan bernoda. Dalam mengenakan busana, hendaknya kesampingkan gengsi. Yang penting kamu berbusana secara layak dan sopan, juga sesuai situasi. Jika tidak ada keperluan mendadak dan diharuskan bertemu dengan orang penting, pikir-pikir juga untuk membeli pakaian yang kesannya mewah dan anggun.

Dengan niat, perencanaan, dan alokasi hidup yang tepat niscaya gaji satu jutaan yang kamu terima setiap bulan tidaklah sedikit. Yang paling terpenting dari semua, hilangkan gengsi dan jangan menuruti gaya hidup yang tidak perlu. Lebih baik ‘kan kalau uangmu disimpan untuk mencicil rumah demi keluargamu?