6 Rahasia Nyeduh Kopi Tubruk yang Minim Ampas dan Nendang Rasanya. Pakai Kopi Saset juga Bisa

Kopi tubruk

Sebagai penikmat kopi asal Indonesia, nama kopi tubruk pasti sudah tak asing lagi didengar. Kopi tubruk adalah kopi hitam yang paling sederhana. Bahkan filosofi kopi tubruk pun dikaitkan dengan kesederhanaan penikmatnya. Menurut sejarah kopi tubruk, metode seduh ini awalnya diperkenalkan oleh pedagang dari timur tengah pada era kolonial. Namun seiring perkembangan zaman dan migrasi penduduk, metode seduh kopi tubruk mulai banyak dipakai hampir di seluruh pelosok negeri Indonesia.

Advertisement

Kopi tubruk artinya kopi yang diseduh langsung dalam cangkir dengan menggunakan air panas. Beda dengan kopi kekinian lainnya, cara menikmati kopi tubruk justru masih dengan ampasnya. Sekalipun berampas, bukan berarti rasa kopi tubruk jadi nggak nikmat. Malah lebih terasa otentik dan jadi kopi tubruk Indonesia banget. Tapi kalau kamu nggak begitu suka kopi tubruk robusta yang berampas, rahasia cara membuat kopi hitam ini bisa dipraktikkan. Bisa mengurangi sedikit ampas di kopi tubruk sachet tanpa mengurangi kesederhanaan rasanya.

1. Kopi tubruk terbaik bisa dibuat dengan menggunakan biji kopi segar yang baru disangrai dan digiling. Tapi hasil gilingannya pun mesti pas, nggak boleh terlalu halus

gilingan fine atau halus | credit: Know your Grinder via knowyourgrinder.com

Jangan gunakan biji kopi yang sudah disimpan selama berbulan-bulan karena akan mengurangi kesegaran rasanya. Alih-alih membeli bubuk kopi jadi, lebih baik giling sendiri biji kopinya. Grind size kopi tubruk yang paling tepat ialah gilingan fine yang teksturnya sedikit lebih halus daripada garam dapur. Grind size atau gilingan kopi tubruk yang terlalu halus atau extra fine dapat membuat seduhan kopi jadi over extraction dan bikin rasanya jadi pahit.

Kalau nggak memungkinkan untuk menggiling sendiri, mintalah pada roastery atau pengiling kopi untuk membuat gilingan kopi tubruk. Biasanya, mereka akan langsung tahu dan membuat grind size fine.

Advertisement

2. Selain gilingan, rasio atau perbandingan biji maupun bubuk kopi dengan air seduhan juga mesti pas dan sesuai

rasio kopi dan air seduhan | credit: Fellow Product via fellowproducts.com

Sebenarnya, rasio kopi dan airnya nggak mesti pakem, terlebih jika kamu mau membuat kopi tubruk susu. Tapi kalau kamu masih ragu-ragu dan pengin punya takaran aman untuk kopi tubruk nikmat, coba gunakan perbandingan berikut: 15 gram bubuk kopi atau setara satu sendok makan dengan air seduhan sebanyak 140 ml. Hitungan ini tak berlaku jika kamu mau menambahkan gula atau bikin resep kopi tubruk susu karena mesti disesuaikan lagi rasionya.

3. Dalam kopi tubruk, peranan air seduhan ini sangat penting. Tapi kopi tubruk nikmat justru nggak dibuat dengan air yang baru mendidih lo!

jangan diseduh pakai air mendidih | credit: Buckin via www.buckin.com.tr

Menggunakan air mendidih untuk menyeduh kopi tubruk Aceh justru dapat mengurangi cita rasanya. Lebih baik gunakan air seduhan yang sudah didiamkan selama 1 sampai 3 menit dulu setelah mendidih atau bersuhu sekitar 90 derajat Celcius. Gunakanlah air minum kemasan atau air biasa yang tak terbau untuk mendapatkan cita rasa yang lebih maksimal.

4. Proses penuangan air seduhan ternyata juga bisa memengaruhi rasa dan ampas pada kopi tubruk

proses tuang air seduhan ke kopi | credit: Pinterest via in.pinterest.com

Penggunaan teko leher angsa akan mempermudah proses pouring atau penuangan air dalam biji kopinya. Tiap orang mungkin punya cara tuang yang berbeda-beda, ada yang memutar, ada pula yang langsung dituang di tengah permukaan. Sekalipun terlihat sepele, ternyata proses ini akan memengaruhi gelembung kopi dan endapan ampasnya. Semakin kecil gelembung kopi yang dihasilkan, makin maksimal pula ekstraksi bubuk kopinya. Nah, untuk mendapatkan kesempurnaan rasa yang diinginkan, coba cek proses pouring mana yang paling sesuai buatmu.

Advertisement

5. Diamkan dulu seduhan kopi selama beberapa menit agar aromanya lebih kuat dan ampasnya nggak mengganggu saat diminum

diamkan selama beberapa menit sebelum diseruput | credit: MLD Spot via www.mldspot.com

Untuk metode tubruk, waktu seduhan yang dibutuhkan ialah sekitar 4 menit. Namun sebelumnya, kamu juga mesti melakukan pre-heating atau membasahi bubuk kopi selama 30 detik untuk mengeluarkan gas yang ada dalam biji kopinya. Tunggulah sampai kopi larut secara alami kemudian aduk perlahan lalu nikmati. Jika pengin rasanya lebih kuat, maka aduklah kopi sedikit agak lama. Metode seduhan ini juga dapat dipraktikkan saat menyeduh kopi tubruk Kapal Api maupun merek lain.

6. Atur jumlah gula yang paling sesuai, termasuk ketika membuat kopi tubruk gula aren

sesuaikan gulanya | credit: Mental Floss via www.mentalfloss.com

Buat yang nggak begitu suka kopi tubruk pahit, maka kopi tubruk susu atau gula aren bisa jadi alternatif yang tepat. Untuk 140 ml air seduhan, tambahkan sekitar 1/2 sendok makan gula. Atau bisa juga 1 sendok gula untuk 210 ml kopi tubruk. Usahakan untuk nggak menambahkan banyak gula maupun campuran bahan lainnya agar rasa kopi tubruk tetap otentik dan sederhana.

Kalau kamu mau bikin kopi tubruk pakai kopi saset instan, pilihlah produk yang nggak ada campuran gula atau susunya. Tapi lebih baik gunakan biji kopi yang sudah digiling supaya aromanya lebih keluar dan rasanya pun jauh lebih kuat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE