Jangan Dibuang Sembarangan, 8 Jenis Limbah Rumah Tangga ini Perlu Penanganan Khusus. Supaya Aman!

Limbah rumah tangga

Tahukah kamu kalau limbah rumah tangga adalah salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia ini. Jadi sebelum ikut bermacam-macam campaign atau pergerakan cinta lingkungan, ada baiknya kita semua memperhatikan sampah-sampah terdekat yang kita hasilkan sendiri di rumah. Jika benar-benar diamati, kamu mungkin akan terkaget-kaget dengan banyaknya sampah jenis organik maupun anorganik yang kita ‘produksi’ tiap harinya.

Advertisement

Meskipun sudah banyak edukasi tentang pentingnya membedakan jenis sampah, tetapi tanpa disadari kita masih sering kurang jeli untuk memilahnya. Padahal, ada beberapa jenis sampah berbahaya yang harus benar pengolahannya untuk meminimalisir dampak buruk di kemudian hari.

Untuk itu dibutuhkan pengetahuan mengenai metode pengolahan limbah di rumah. Sampah bukan hanya dibuang pada tempatnya, melainkan kita wajib tahu pengolahannya hingga tempat daur ulang dari sampah tersebut. Lantas bagaimana pengolahan sampah berbahaya yang tak boleh sembarang dibuang? Berikut ini ulasannya.

1. Termasuk sampah berbahaya yang mengandung logam berat, untuk menyiasati baterai sebelum dibuang bisa gunakan selotip di kedua ujung kutubnya

Cara membuang batu baterai yang tepat | Credit: John Cameron via unsplash.com

Baterai termasuk limbah rumah tangga yang sukar terurai, terdapat kandungan logam berat seperti alkali, seng, nikel dan alumunium yang berbahaya jika mengendap terlalu lama di tempat sampah. Perlu sedikitnya 30 tahun untuk menetralisir kandungan di dalam baterai. Jika dibuang sembarangan, logam tersebut akan mencemari tanah dan membahayakan kesehatan manusia.

Advertisement

Untuk mengolahnya, pertama bisa pisahkan baterai dengan limbah yang lain, kemudian pasang selotip bening yang tak konduktif di kedua ujungnya. Terakhir tempatkan baterai bekas dalam plastik atau wadah khusus. Jika sudah mengetahui tempat pengolahan limbah B3 terdekat kamu bisa mengirim baterai tersebut sebagai langkah pencegahan.

2. Peralatan medis dan obat-obatan kedaluwarsa rentan disalahgunakan. Beberapa bisa, lo dikirimkan ke apotek bahkan untuk jenis vitamin tertentu dapat dipakai untuk tanaman

obat-obatan kirim ke apotek untuk daur ulang | Credit: Volodymyr Hryshchenko via unsplash.com

Salah satu bahaya limbah rumah tangga berupa obat-obatan ialah disalahgunakan, selain itu bahan kimia di dalamnya mempunyai efek buruk bagi lingkungan. Seperti jenis antibiotik, antiseptik, antivirus dan anti cacing jika sampai ke tanah akan menumbuhkan banyak mikroorganisme yang mengancam kehidupan hewan di dalamnya.

Namun, bukan berarti tak ada cara untuk mengolahnya. Limbah cair rumah tangga berupa obat-obatan ada yang justru bermanfaat bagi tanaman tanpa harus membuangnya ke fasilitas limbah B3. Salah satunya, vitamin B1 yang dapat meningkatkan proses metabolisme dalam jaringan tanaman. Untuk jenis termometer yang rata-rata mengandung 500 miligram merkuri dapat dikumpulkan ke tempat pengolahan limbah berbahaya terdekat. Gunakan situs web EPA atau earth911.com.

Advertisement

3. Jangan membuang limbah skincare sembarangan, beberapa brand kecantikan besar sekarang ini sudah mengadakan program daur ulang

Penanganan khusus produk skincare | Credit: Elsa Olofsson via unsplash.com

Banyak cara untuk mengolah limbah skincare tak terpakai. Pertama, kamu bisa mengalihkan produk perawatan wajah yang tak cocok menjadi skincare tubuh. Misalnya produk serum atau essence yang tak berefek di kulit wajah bisa dijadikan campuran pada produk body lotion.

Pilihan lain sebelum membuang kamu bisa menjual barang tersebut secara preloved. Kemudian kembalikan kemasan produk yang sudah digunakan ke brand kecantikan yang punya program daur ulang. Beberapa diantaranya, The Body Shop, Kiehls, Innisfree, dan Sensatia Botanicals.

Kemasan skincare juga bisa disumbangkan ke tempat tertentu. Namun, sebelumnya mulailah untuk membersihkan bagian dalam botol hingga melepaskan label kemasan produk. Apabila sudah bersih, bisa menghubungi perusahaan sosial daur ulang Waste4Change yag sudah beropreasi sejak 2014.

4. Korek gas bisa meledak di bawah sinar matahari, untuk mencegahnya kamu bisa bawakan ke pengepul atau isi ulang untuk penggunaan harian

Termasuk limbah B3 yang mudah meledak | Credit: Christian Allard via unsplash.com

Terbilang praktis dan bisa dibawa kemana-mana, tetapi jika dibuang dengan cara yang salah justru menimbulkan petaka. Pasalnya sisa cairan dalam korek gas jika diletakkan di ruangan terbuka dan terkena panas matahari bisa meledak secara tiba-tiba, lo. Maka kamu bisa cari alternatif lain menggunakan korek api atau jika sudah terlanjur bisa berikan kepada pengepul korek gas dan kemudian diisi ulang kembali. Tips terbaik untuk membuang limbah yang satu ini dengan mengirimnya ke tempat pegolahan limbah B3 terdekat.

5. Lampu bohlam yang sudah tak terpakai bisa didaur ulang jadi hiasan media tanam terrarium

Terrarium dari bohlam | Credit: AliExpress via id.aliexpress.com

Lampu bohlam yang terbuat dari bahan kaca jika dibuang secara sembarangan akan membahayakan. Untuk itu sebaiknya diubah menjadi sesuatu yang bisa bernilai tinggi. Cabut perangkat listrik yang terdapat dalam bohlam dan ganti isinya denga media tanaman terrarium.

Layaknya lampu yang berfungsi, rangkaian terrarium dari lampu bohlam bisa digantung di bagian plafon ruangan dengan memasang tali pada ujungnya. Untuk barang berbahan kaca dengan ukuran besar, kamu bisa menaruhnya dalam kardus sebelum dibuang pada tempat pengelolaan sampah. Jangan lupa untuk tuliskan di atas kardus bahwa barang mudah pecah.

6. Cara paling ampuh membuang limbah elektronik dengan menyumbangkannya atau dikirim ke pusat daur ulang

limbah elektronik | Credit: Murai .hr via unsplash.com

Limbah elektronik pada umumnya mengandung logam berat seperti kadmiun dan timah, yang berarti alat elektronik tak bisa begitu saja dibuang ke tempat sampah. Mengutip dari compareandrecycle, setidaknya 80 persen limbah elektronik dunia masih ada sedangkan hanya 20 persen yang mampu didaur ulang.

Hal ini disayangkan, sebab pembuangan sampak elektronik berkontribusi pada polusi udara dan air. Sama halnya dengan skincare beberapa brand besar elektronik juga menyediakan jasa daur ulang untuk barang elektronik lama, seperti Apple dan Samsung. Cara lainnya, kamu bisa menyumbangkan barang elektronik ke mall rongsokan terdekat.

7. Jangan buru-buru dibuang, limbah cat di rumah bisa disimpan lebih lama untuk kemudian digunakan lagi. Begini lo, Penanganannya~

Limbah cat jangan langsung dibuang | Credit: russn_fckr via unsplash.com

Cat, pelapis noda, pernis ialah bahan berbasis minyak yang memenuhi syarat sebagai limbah berbahaya rumah tangga (B3) karena kandungan kimianya. Jangan-jangan buru-buru buang cat sisa atau cat lama ya. Misal cat lateks yang masih tersisa sebenarnya dapat dicampur sebagai lapisan cat dasar. Pastikan cat disimpan dengan tutup yang rapat.

Beberapa hal ini perlu dihindari ketika memutuskan untuk membuang cat sisa, diantaranya:

  • Jangan pernah membuah cat ke saluran air, sebab dapat mencemari air dan merusak pipa.
  • Hindari membuang ke tanah, karna kandungan kimia dapat mematikan mikroorganisme penyubur tanaman.
  • Jika kamu pengin membuang cat lateks dalam jumlah banyak sebisa mungkin didaur ulang dahulu atau kunjungi search.earth199.com/?what=Paint dan masukkan kode pos untuk melihat lokasi fasilitas terdekat.
  • Hubungi pabrik pembuat cat yang mungkin memiliki program daur ulang sendiri. Daripada membuang cat sisa lebih bermanfaat untuk digunakan kembali.

8. Pahami jika limbah beracun dan berbahaya bukan hanya berdampak pada lingkungan, melainkan juga manusia sebagai penyumbang limbah di alam

Pengolahan limbah rumah tangga | Credit: Nareeta Martin via unsplash.com

Limbah B3 diartikan sebagai suatu buangan yang sifatnya beracun dan berbahaya, sehingga penting untuk mengetahui jenisnya sebelum kamu memutuskan untuk membuang. Bahan-bahan yang termasuk limbah B3 seperti yang disebutkan di atas karateristiknya mudah meledak, bersifat reaktif, beracun, menimbulkan infeksi, serta korosif. Sebenarnya saat ini sudah banyak jasa pengolahan limbah B3, salah satunya yang terdapat di sekitar ibu kota, yakni lembaga Alektogreen Indonesia.

Dari awal kita sudah harus memahami sampah mana yang diletakkan ke dalam bak organik dan nonorganik. Cobalah sontek pengolahan sampah di Jepang yang mengedepankan prinsip 3R, yakni reuse, reduce, dan recycle. Jadikan daur ulang pilihan pertama sebelum memutuskan untuk membuang sampah.

Nah itulah, jenis-jenis sampah yang memerlukan penanganan ekstra. Mulai sekarang yuk coba untuk lebih teliti dalam memilah limbah rumah tangga. Setidaknya sekecil apa pun upaya yang kamu lakukan, dapat meminimalisir dampak negatif di kemudian hari.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE