In This Economy, Listrik Token dan Pascabayar Hemat Mana? Cek Perbandingannya!

Baik pakai listrik token (prabayar) atau pascabayar ternyata punya keunggulan masing-masing, lho.

Suara dari meteran di depan rumah sering datang di waktu yang nggak tepat dan bikin panik. Di sisi lain, melihat tagihan di akhir bulan yang mendadak membengkak juga bisa bikin kaget. Dua kondisi inilah yang biasanya bikin orang bingung menentukan listrik token dan pascabayar hemat mana.

Sebenarnya, dari kedua sistem tersebut nggak ada yang pasti lebih hemat secara mutlak. Tarif dasar per kWh yang ditetapkan PLN untuk keduanya pada dasarnya sama saja.

Advertisements

Hasil akhirnya murni bergantung pada kebiasaan kamu sehari-hari sewaktu menggunakan elektronik di rumah. Pas banget buat kamu yang lagi mau bangun rumah baru atau sekadar kepikiran buat ganti sistem meteran, yuk lihat perbandingannya secara objektif sesuai kebutuhanmu!

Kenali Perbedaan Listrik Token dan Pascabayar

hipwee-Perbedaan Listrik Token dan Pascabayar

Beberapa perbedaan listrik token dan pascabayar | Foto via ottopay

Biar nggak bingung pas milih, kita bahas dulu cara kerjanya, yuk! Kalau kamu pakai sistem listrik prabayar alias token, konsepnya mirip beli pulsa HP. Kamu wajib beli stroom listrik dulu buat dapat kode token 20 digit, lalu kodenya tinggal dimasukkan ke kWh meter rumahmu.

Advertisements

Sementara itu, listrik pascabayar cara kerjanya kebalikannya. Kamu bisa bebas pakai listrik seharian tanpa takut mati di tengah jalan, baru nanti dibayar pas tagihan bulanan keluar sesuai ID pelanggan PLN milikmu.

Lalu, apakah listrik pascabayar masih ada di zaman sekarang? Jawabannya jelas masih ada dan pelanggannya juga masih banyak. Cuma memang buat rumah atau bangunan baru, PLN biasanya langsung mengarahkan penggunaan token listrik prabayar biar pelanggannya lebih gampang memantau pemakaian sendiri.

Tarif per kWh dan Biaya Lainnya yang Wajib Dipertimbangkan

hipwee-Tarif per kWh dan Biaya Lainnya yang Wajib Dipertimbangkan

Tarif listrik terbaru per kWh untuk rumah, bisnis, dan industri | Foto via journalarta

Advertisements

Kalau ngomongin soal listrik token dan pascabayar hemat mana dari segi angka, patokan utamanya jelas ada di tarif dasar listrik per kWh . Banyak yang ngira token listrik prabayar itu harganya jauh lebih mahal dibanding meteran biasa. Padahal secara aturan resmi dari PLN, tarif per kWh buat kedua sistem ini sama persis selama golongan dayanya serupa.

Bedanya baru kerasa di biaya-biaya tambahannya. Pas kamu beli token, biasanya ada biaya admin pembelian token yang besarnya bervariasi tergantung tempat kamu beli, entah itu di minimarket atau aplikasi mobile banking. Walau cuma seribu atau dua ribu rupiah, kalau sering beli nominal kecil dalam sebulan, lumayan juga lho akumulasinya.

Sebaliknya, listrik pascabayar memang nggak bikin kamu bolak-balik keluar biaya admin. Tapi kalau kamu sampai kelewat tanggal jatuh tempo pembayaran, siap-siap aja kena denda keterlambatan PLN. Jadi dari segi pengeluaran ekstra, dua-duanya punya konsekuensi masing-masing yang perlu kamu atur.

Antara Mati Listrik Mendadak vs Tagihan Bengkak Akhir Bulan

hipwee-Antara Takut Mati Listrik Mendadak vs Kaget Lihat Tagihan Akhir Bulan

Terdapat kelebihan dan kekurangan antara listrik prabayar dan pascabayar | Foto via Canva @Lumppini

Selain urusan biaya, rasa tenang pas pakai listrik sehari-hari juga nggak kalah penting buat dihitung. Kalau kamu pakai token listrik prabayar, melatih disiplin budgeting emang terasa jauh lebih gampang.

Advertisements

Kamu bisa membatasi pengeluaran dari awal dan otomatis terpancing buat membangun kebiasaan hemat energi. Cuma ya itu, kamu mesti siap rajin ngelirik ke meteran listrik biar nggak kena risiko listrik padam mendadak di waktu yang nggak tepat.

Gaya hidup yang beda bakal kamu rasakan kalau pilih listrik pascabayar. Sistem ini ngasih kenyamanan penuh karena arus listrik mengalir nonstop tanpa perlu drama rumah mendadak gelap gulita.

Tapi di balik enaknya itu, ada potensi kecolongan kalau kamu tipe yang kurang sadar dengan pemakaian daya listrik harian. Tahu-tahu pas tanggal bayar datang, kamu cuma bisa elus dada ngelihat tagihan listrik membengkak di luar perkiraan.

Mana yang Lebih Praktis dan Nggak Bikin Ribet

hipwee-Mana yang Lebih Praktis dan Nggak Bikin Ribet

Pilih sistem listrik yang paling mudah untuk sehari-hari | Foto via Canva @Wahyu Nugroho

Kalau kamu pakai token listrik prabayar, kamu harus telaten beli stroom listrik dan mencet kode token 20 digit ke kWh meter. Kelihatannya sepele, tapi urusan mencet tombol ini bisa menguji kesabaran pas listrik mendadak habis tengah malam atau pas aplikasi lagi gangguan.

Beda cerita kalau rumahmu pakai listrik pascabayar. Kamu tinggal pakai sepuasnya tanpa perlu drama mencet meteran, lalu bayar sekali di akhir bulan lewat ID pelanggan PLN.

Hal yang perlu kamu ingat adalah buat disiplin dan ingat-ingat tanggal. Sekali kamu bablas dari batas waktu pembayaran, siap-siap aja didatangi petugas dengan ancaman pemutusan aliran listrik.

Jadi, Listrik Token dan Pascabayar Hemat Mana Buat Rumahmu?

Nah, dari pembahasan tadi, jawaban listrik token dan pascabayar hemat mana balik lagi ke karakter dan kepribadianmu sendiri. Kalau kamu tipe orang yang suka pegang kontrol penuh atas dompet, gampang kepikiran kalau punya tagihan menggantung atau lagi mengelola rumah sewaan, token listrik prabayar jelas pilihan yang aman biar pengeluaran nggak bocor halus.

Sebaliknya, kalau kamu tipe yang super sibuk, malas ribet urusan isi ulang dan pengin arus listrik di rumah selalu aman tanpa drama padam mendadak, listrik pascabayar bakal terasa jauh lebih nyaman.

Asalkan kamu punya komitmen buat mawas diri pas pakai elektronik dan selalu ingat tanggal bayar, sistem ini tetap bisa irit dan bikin pikiran tenang. Cek tips hemat listrik  berikut ini, yuk.

FAQ

Listrik pasca bayar apakah token?
Listrik pascabayar adalah sistem pemakaian listrik sepuasnya yang tagihannya baru dibayar bulanan. Sementara sistem yang memakai kode token 20 digit dinamakan listrik prabayar.

Mana yang lebih hemat, listrik prabayar atau pascabayar?
Kedua sistem ini sebenarnya punya tarif dasar per kWh yang sama persis dari PLN. Tingkat kehematannya murni tergantung dari cara kamu mengontrol pemakaian elektronik harian.

Apakah listrik token lebih boros?
Tarif per kWh yang dikenakan PLN tetap sama dengan listrik pascabayar. Kesan boros biasanya cuma muncul kalau kamu sering beli token nominal kecil yang memicu penumpukan biaya admin.

Mana yang lebih mahal, token atau meteran?
Dari segi tarif dasar listrik, harganya sama saja dan nggak ada yang lebih mahal. Perbedaannya cuma ada di biaya admin tiap kali beli token versus risiko denda kalau kamu terlambat bayar tagihan meteran.

Advertisements

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Part time - Content Writer, Copywriter, Editor Buku, dan Penulis. Full time - menghabiskan waktu dengan para kucing, nonton drama maupun film.

Editor

Part time - Content Writer, Copywriter, Editor Buku, dan Penulis. Full time - menghabiskan waktu dengan para kucing, nonton drama maupun film.