Pahami Betul Kapan Pakai Api Kecil dan Api Besar Saat Memasak. Biar Olahanmu Pas Matangnya

Memasak api kecil dan besar

Saat memasak, penggunaan api jadi hal yang penting. Kebanyakan orang akan menganggap penggunaan api besar diperlukan agar masakannya cepat matang. Sebaliknya, api kecil digunakan agar masakan bisa matang merata. Padahal nggak selamanya aturan ini berlaku. Beda masakan, beda pula penggunaan apinya.

Advertisement

Biar nggak keliru menyetel api, begini penggunaan api kecil dan besar saat memasak yang tepat. Niscaya masakanmu nggak gosong dan matang sempurna.

Gunakan api kecil untuk memasak makanan yang butuh waktu lama untuk menyerap bumbu

ungkep ayam via www.cumahobi.com

Masakan-masakan yang butuh penyerapan bumbu misalnya rendang, atau ketika kamu mengungkep ayam untuk kemudian digoreng. Dengan menggunakan api kecil, makanan nggak akan gosong tapi bumbunya tetap menyerap. Berbeda jika menggunakan api besar, dagingnya malah hancur sebelum bumbunya meresap.

Saat masakanmu berbentuk tumisan. Setelah mendidih dan diberi bumbu, setel api kecil lalu kumpulkan dan rapikan tumisan di tengah agar bumbunya meresap. Jangan gunakan api kecil untuk menggoreng gorengan karena gorengan justru lebih banyak menyerap minyak, alhasil nggak renyah.

Advertisement

Sedang untuk masakan yang butuh krispi di luar dan lembut di dalam, atau makanan-makanan yang mengembang, gunakan api besar

kentang goreng krispi via www.riverfronttimes.com

Minyak goreng akan jadi lebih panas ketika menggunakan api besar. Makanya, nggak bisa sembarangan memasukkan makanan, bisa-bisa gosong. Kamu bisa gunakan api besar untuk makanan-makanan yang butuh tekstur renyah di luar tapi lembut di dalam seperti kentang goreng, ikan dan ayam goreng, atau telur dadar yang mengembang dan krispi.

Karena minyaknya sudah panas, proses memasaknya pun relatif cepat. Jangan ditinggal-tinggal, ya!

Penggunaan api kecil dan besar untuk memasak kue pun berbeda lo ya, tergantung jenis kuenya

Advertisement

bolu kukus merekah via plus.kapanlagi.com

Untuk kue-kue yang membutuhkan tekstur yang lembut seperti kue ku, talam, atau lapis, butuh dimasak dengan api kecil. Jika menggunakan api besar, kue-kue ini akan berlubang dan nggak halus teksturnya.

Sedangkan api besar biasanya digunakan untuk kue-kue yang merekah seperti kue mangkuk, kue apem, dan bolu kukus. Untuk kue lain seperti roti, bakpao, atau putu ayu, gunakan api sedang saja agar nggak kempis dan bagus kematangannya.

Sekarang sudah punya gambaran, kan? Jangan keliru lagi penggunaan apinya saat memasak, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE