6 Trik Mengolah Masakan Bersantan Saat Lebaran. Minim Kolesterol, Masih Aman Dikonsumsi

Mengolah masakan bersantan

Dalam hitungan hari, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri usai 30 hari menjalani ibadah puasa Ramadan. Lebaran menjadi momen yang biasanya akan tersaji beberapa hidangan spesial. Dari mulai opor ayam, ketupat, rendang, sayur godog dan lainnya.

Advertisement

Bicara soal hidangan saat Hari Raya, maka tak terlepas dari yang namanya kudapan bersantan. Bahan itu terkenal memberikan cita rasa yang lebih gurih dan “nendang” pada masakan. Namun, di balik kelezatannya, santan selalu dikaitkan dengan peningkatan kolesterol.

Bukan hanya itu, jika kamu mengkonsumsinya secara berlebihan, maka permasalahan seperti berat badan yang naik, hingga pencernaan yang tak lancar bisa saja terjadi akibat lemak jenuh di dalamnya. Nah untuk mengatasi hal tersebut Hipwee punya trik mengolah santan supaya minim kolesterol dan aman dikonsumsi saat lebaran tiba. Yuk simak ulasannya!

1. Hindari untuk memanaskan masakan bersantan sesering mungkin, sebab akan mengubah kandungan lemak di dalamnya menjadi lemak jenuh

Hindari memanaskan makanan bersantan berulang kali | Credit: belchonock via depositphotos.com

Bukan rahasia lagi jika makanan yang masih hangat memang mampu meningkatkan nafsu makan. Maka banyak dari kita yang seringkali memanaskan kembali dengan maksud menjaga cita rasa supaya tetap fresh. Namun, jika dipanaskan terlalu sering atau mengalami proses pemanasan yang panjang justru akan mengubah kandungan lemak di dalamnya menjadi lemak jenuh.

Advertisement

Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh. Banyaknya LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan penyumbatan aliran darah ke otak sehingga menimbulkan risiko penyakit jantung dan stroke. Santan yang dipanaskan terus menerus akan berubah menjadi minyak kelapa yang membahayakan tubuh.

2. Selain dapat mengubah kandungan yang ada di santan, memasak dengan api besar justru bikin santan menjadi pecah, lo

Masaklah dengan api yang kecil | Credit: lasse bergqvist via unsplash.com

Masakan yang mengandung santan sebaiknya dimasak menggunakan api kecil. Selain bisa mengubah lemak jahat, penggunaan api yang besar justru bikin santan mudah pecah. Pastikan masukkan santan terlebih dahulu sebelum api dinyalakan. Gunakan api yang tinggi bisa bikin santan cepat mendidih dan akhirnya tak tercampur sempurna dengan bahan lain. Kandungan minyak berlebih justru bikin kolesterol semakin naik.

3. Sebisa mungkin santan dituang di proses akhir memasak. Cara memasak santan yang baik sebenarnya tak boleh lebih dari 3 menit

Masukkan santan di bagian akhir | Credit: OtnaYdur via depositphotos.com

Santan sebenarnya termasuk kategori lemak baik, mengandung asam lemak dan trigliserida yang mudah dibakar oleh tubuh. Namun, cara memasak yang salah justru bikin lemak pada santan berubah menjadi lemak jenuh. Salah satu cara yang keliru saat memasak santan ialah dipanaskan terlalu lama hingga mendidih. Padahal memasak santan tak boleh lebih dari 3 menit. Untuk itu, disarankan memasukkan santan di bagian akhir saat memasak.

Advertisement

4. Supaya tak menjadi boomerang bagi kesehatan. Hindari memasak santan dengan tambahan makanan yang berkolesterol tinggi, ya

Usahakan jangan dicampur dengan makanan kolesterol tinggi | Credit: Jez Timms via unsplash.com

Konsumsi santan bisa memicu kolesterol tinggi apabila pengolahannya bersama bahan makanan lain yang mengandung kolesterol. Misalnya, telur, daging, dan terutama bagian jeroan. Sering mengkonsumsi santan dengan porsi yang banyak juga memicu peningkatan berat badan seseorang.

Dengan alasan tersebut maka disarankan sebaiknya membuat makanan bersantan untuk satu kali santap saja, sehingga memungkinkan untuk mengurangi risiko pemanasan kembali hingga masuknya kalori yang masih bisa dikendalikan tubuh.

5. Usahakan untuk tak terlalu sering konsumsi makanan bersantan, sesekali kamu juga perlu mengimbangi dengan makanan sehat berserat tinggi

Imbangi dengan makan berserat tinggi | Credit: Iñigo De la Maza via unsplash.com

Tak masalah jika kamu pengin konsumsi makanan bersantan di Hari Raya usai 30 hari penuh menjalankan ibadah puasa, tetapi juga perlu dibarengi makanan berlemak tinggi dengan serat dua kali lipat lebih banyak. Misalnya, sayur, buah-buahan, gandum, chia seed, kuaci yang bikin pencernaan menjadi lancar. Jangan lupa untuk dibarengi dengan pola hidup yang sehat. Usahakan untuk tetap olahraga dan konsumsi air putih yang banyak, ya.

6. Gunakan bahan pengganti santan yang saat ini mudah ditemukan. Selain lebih sehat, rasanya pun nggak kalah gurih!

Susu kedelai bahan pengganti santan | Credit: Pxhere via pxhere.com

Saat ini sudah banyak bahan makanan pengganti santan yang lebih sehat. Bahkan beberapa bahan mampu menggantikan peran santan yang memberikan tekstur creamy dan pastinya gurih. Mulai dari susu kedelai yang sangat populer sebagai alternatif pengganti santan, kemiri juga mampu tingkatkan kadar kolesterol baik, kacang mete, almond, hingga susu cair dengan kandungan high density lipoprotein (HDL) yang mampu mencegah penyakit jantung dan stroke.

Jika trik di atas sudah kamu lakukan, yuk praktikkan cara bikin opor ayam santan yang simpel dimasak di kostan

Opor ayam khas lebaran | Credit: Pxhere via pxhere.com

Bahan-bahan:

  • Daging ayam
  • Bumbu jadi opor ayam (bisa dibeli di pasar)
  • Santan merk apa pun
  • Daun jeruk dan daun salam
  • Air secukupnya

Cara membuat:

  1. Cuci daging ayam sampai bersih buang kulit dan lemaknya. Baluri dengan garam dan jeruk nipis kemudian bersihkan kembali.
  2. Masukkan air 500 ml ke dalam magic com, masukkan santan dan bumbu jadi kemudian aduk hingga merata.
  3. Masukkan ayam ke bahan yang telah mendidih tadi, aduk perlahan kemudian diamkan sampai bumbu opor meresap. Jangan lupa tambahkan daun jeruk dan daun salam.
  4. Uji kematangan dengan tusuk gigi. Pindahkan opor ke mangkuk dan makanan pun siap untuk dinikmati.

Itulah trik mengolah masakan berbahan dasar santan untuk hari lebaran. Selain minim kolesterol cara di atas juga mengingatkan kita untuk makan sesuai dengan porsinya. Semoga informasinya bisa langsung kamu praktikkan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE