6 Mitos Seputar Sunscreen yang Sering Dikira Benar, Jangan Asal Oles kalau Belum Tahu Faktanya!

Mitos sunscreen

Salah satu dari sekian banyaknya urutan skincare yang esensial adalah sunscreen. Fungsinya mungkin bukan untuk membuat wajah mulus atau cerah tapi perannya dalam melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) merupakan hal yang justru membuatnya nggak boleh ketinggalan. Kesadaran orang akan pentingnya menggunakan skincare ini juga semakin tinggi yang membuat berbagai perusahaan kecantikan berlomba untuk menciptakan brand sunscreen terbaik.

Advertisement

Sayangnya, kebanyakan orang hanya mengaplikasikannya namun belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang benda yang satu ini. Alhasil, berbagai informasi yang muncul dipercaya begitu saja padahal bisa jadi apa yang mereka dengar hanyalah mitos belaka. Ada beberapa mitos tentang sunscreen yang saking sudah umumnya mungkin terdengar seperti fakta, apa saja? Simak yuk penjelasan selengkapnya!

1. Pemilik kulit gelap sering dianggap aman dari bahaya yang dapat ditimbulkan sinar matahari bahkan termasuk kanker, makanya mereka merasa nggak perlu sunscreen

Kulit gelap/ Credit: lookstudio on Freepik via www.freepik.com

Orang yang memiliki kulit gelap secara natural memproduksi lebih banyak senyawa kimia yang disebut melanin, zat yang memberikan warna pada kulit dan mampu menyerap sinar UV yang dapat merusak kulit. Dilansir dari laman Winchester Hospital, orang berkulit gelap mampu menapis sinar UV dua kali lebih baik daripada pemilik kulit cerah. Meskipun memerlukan waktu yang lebih lama untuk bereaksi, namun orang berkulit gelap tetap akan mengalami dampak buruk seperti munculnya noda hitam, kerutan, bahkan kanker juga. Peneliti dari University of Cincinnati juga menunjukkan orang berkulit gelap biasanya akan terdampak secara lebih buruk seperti meninggal karena jarang mengecek kondisi kulit dan kurang melakukan aksi preventif termasuk memakai sunscreen.

2. SPF yang lebih tinggi biasanya dianggap memiliki tingkat proteksi lebih tinggi pula, ternyata SPF berkaitan dengan jangka waktu

SPF/ Credit: rawpixel.com on Freepik via www.freepik.com

Selama ini mungkin banyak yang mengira bahwa SPF50 memberikan proteksi yang lebih kuat daripada memakai SPF30, padahal ternyata angka yang muncul di belakang SPF lebih berkaitan dengan waktu. Saat menggunakan SPF30 maka idealnya kulitmu akan terlindungi selama 30 kali lebih lama daripada ketika tanpa sunscreen, begitu pula dengan SPF50 yang artinya kulitmu akan terlindungi selama 50 kali lebih lama. Sedangkan kemampuan melindunginya ternyata tak jauh signifikan, SPF30 akan mengizinkan 3% sinar UV menyentuh kulit sedangkan SPF50 hanya memperbolehkan sekitar 2%.

Advertisement

3. Biasanya saat di dalam ruangan atau cuaca sedang mendung kita akan merasa aman dari sinar matahari lalu menganggap bahwa sunscreen tak penting lagi deh

Dalam ruangan/ Credit: lookstudio on Freepik via www.freepik.com

Matahari yang ngumpet di balik awan atau kita yang terlindungi di bawah atap rumah seringkali membuat kita berpikir bahwa menggunakan sunscreen sudah tak penting lagi. Padahal sinar UV akan tetap ada di segala cuaca, bahkan ketika sedang mendung sinar tersebut tetap mungkin berpenetrasi melalui awan. Tak hanya menembus awan, sinar UV ternyata juga bisa menembus kaca dan pakaian sehingga walaupun di dalam ruangan maka kamu tetap perlu memakai sunscreen.

4. Ternyata memakai sunscreen nggak bisa hanya asal rata dan tipis-tipis saja tapi sudah ada takarannya

Harus rata/ Credit: lookstudio on Freepik via www.freepik.com

Mengoleskan susncreen memang harus dilakukan secara merata di bagian yang terpapar sinar UV untuk menghindari dampak buruknya. Meskipun begitu, ternyata nggak bisa hanya tipis-tipis saja dan asal rata lo tapi juga sesuai dengan takaran. Seorang ahli dari Skin Cancer Foundation menyarankan untuk menggunakan 2mg sunscreen per cm2 kulit atau 2 sendok teh pada area yang terekspos. Yang perlu diingat bahwa sunscreen perlu dioleskan kembali setelah 2 jam pemakaian.

5. Banyak orang yang enggan menggunakan sunscreen karena takut wajah yang tadinya aman malah jadi berjerawat

Jerawat/ Credit: gpointstudio on Freepik via www.freepik.com

Mitos yang satu ini membuat banyak orang maju mundur mau pakai sunscreen padahal bahaya sinar matahari mengintai setiap hari. Anggapan tentang sunscreen sebagai penyebab jerawat ini tak sepenuhnya benar, nggak semua jenisnya bisa membuat wajahmu berjerawat kok. Kemungkinan timbulnya jerawat tersebut biasanya karena kandungan yang terdapat pada suatu merek misalnya pewangi atau pengawet, apalagi jika memiliki kulit berminyak dan sensitif. Dengan alasan tak berani memakai sunscreen akhirnya banyak lo yang memilih pakai make-up yang sudah ada SPF-nya biar lebih ‘ringan,’ padahal SPF tersebut hanya ditaruh sebagai perlindungan tambahan saja sehingga tetap perlu menggunakan sunscreen.

Advertisement

6. Ada sunscreen dengan embel-embel waterproof sehingga banyak yang menganggap tak perlu mengoleskannya lagi setelah berenang atau berkeringat

Waterproof/ Credit: awesomecontent on Freepik via www.freepik.com

Walaupun memiliki klaim bahwa sunscreen tersebut bersifat water resistant tapi ternyata produk tersebut tetap tak bisa dikatakan tahan air lo, secara logika kita nggak bisa membilasnya kalau klaim tersebut benar. Makanya, walaupun memiliki label tersebut tetap saja ada kemungkinan lapisan sunscreen yang diterapkan sudah berkurang ketika terkena air saat berenang atau berkeringat. Makanya, penting untuk mengoleksannya kembali dengan lebih sering seperti satu jam sekali.

Produk sunscreen adalah salah satu perawatan yang tak kalah penting dari pelembap atau serum, makanya jangan sampai melewatkan langkah skincare yang satu ini. Yuk ucapkan selamat tinggal pada mitos sunscreen dan mulai memakainya dengan benar supaya bisa benar-benar terhindar dari berbagai dampak yang disebabkan sinar matahari mulai dari terbakar atau paling parah terkena kanker.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE