Keputihan adalah hal yang wajar terjadi pada setiap cewek. Ketika terjadi keputihan, itu tandanya organ intim sedang melakukan pembersihan. Lendir yang keluar dari vagina ini diproduksi oleh leher rahim dan mengangkut sel-sel mati dan bakteri. Keputihan nggak selamanya berwarna putih. Terkadang warna dan teksturnya berubah sesuai dengan siklus menstruasi kita. Kondisi ini jugalah yang memberi tahu tentang kesehatan vaginamu lo!

Simak dulu deh beberapa warna keputihan yang telah Hipwee Tips rangkum berikut. Sambil memantau warna keputihan yang kamu alami juga, ya!

1. Cairan keputihan yang berwarna bening dan agak encer berarti normal

bening dan encer via www.readersdigest.co.uk

Advertisement

Selaput lendir berwarna bening menyerupai putih telur ini sepenuhnya normal. Keputihan seperti ini bisa terjadi kapan pun setiap bulannya, khususnya di awal siklus menstruasi sampai masa ovulasi. Bisa juga muncul ketika terlalu capek berolahraga atau beraktivitas fisik lainnya.

2. Kalau warnanya bening, agak kental dan elastis, tandanya kamu lagi subur-suburnya

kayak putih telur via www.thekitchn.com

Gimana kalau cairan keputihanmu berwarna bening, tapi sedikit kental dan nggak terputus ketika diregangkan alias elastis? Ini tandanya indung telur dalam tubuh sedang berovulasi, dan ini termasuk dalam keadaan normal. Justru kamu lagi subur-suburnya lo!

3. Keputihan berwarna putih dan kental seperti krim, juga masih tergolong normal

putih kental via www.romper.com

Jika vaginamu mengeluarkan cairan berwarna putih, terutama pada awal atau akhir dari masa menstruasi, tenang saja karena artinya masih normal. Biasanya bertekstur agak kental menyerupai krim karena efek pelepasan hormon progesteron. Kecuali jika cairan ini disertai dengan rasa gatal, baiknya periksakan ke dokter, ya!

4. Berwarna kecokelatan atau terlihat bercampur dengan darah termasuk normal, biasanya terjadi di akhir masa menstruasi

kecokelatan via wallpaperstock.net

Advertisement

Keputihan yang berwarna cokelat biasanya terjadi di akhir masa menstruasi. Warna cokelat didapatkan dari warna darah yang sudah tua. Tapi kalau keputihan berwarna kecokelatan ini nggak terjadi di akhir menstruasi, bisa jadi merupakan bercak darah pertanda awal kehamilan.

Nah, kalau bukan pertanda kehamilan, baiknya periksakan ke dokter untuk memastikan cairan tersebut bukan kemungkinan infeksi, peradangan atau masalah organ intim lainnya.

5. Hati-hati kalau cairan yang keluar berwarna putih berbentuk gumpalan menyerupai keju cottage 

menggumpal via todiscoverrussia.com

Cairan putih yang berbentuk gumpalan bisa menunjukkan ada infeksi jamur. Jamur menyukai lingkungan yang hangat dan lembab. Makanya usahakan untuk selalu menjaga area vagina tetap kering. Hindari mengenakan celana ketat dan segera mandi setelah berolahraga.

Konsumsi antibiotik juga bisa jadi pemicunya karena akan membunuh bakteri yang baik di dalam vagina. Minumlah probiotik untuk memelihara bakteri baik dalam tubuh, termasuk dalam vaginamu.

6. Waspadalah ketika keputihanmu berwarna kuning atau mengarah ke kehijauan

kuning kehijauan via thefullest.com

Ketika keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan, terlihat kental, dan mengeluarkan aroma kurang sedap yang menyengat, ini bisa menjadi tanda infeksi trikomoniasis atau penyakit menular seksual. Nggak usah ditunda lagi, segera konsultasikan ke dokter, ya!

Oiya, sebagai catatan, warna yang kamu lihat pada celana dalam belum tentu adalah warna cairan keputihanmu ya, karena bisa jadi sudah teroksidasi dan berubah warna karena udara. Jadi kalau celana dalammu meninggalkan bekas yang terlihat kuning padahal cairan yang keluar warnanya jernih atau mirip susu, jangan panik dulu. Selalu rutin cek warna dan tekstur keputihanmu, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya