Sudah sewajarnya kamu merasa bimbang sebelum membeli motor bekas. Takut ditipu, mendapatkan harga yang tak layak, bahkan terkecoh legalitas yang tak jelas: ada berbagai risiko yang membuatmu harus super teliti sebelum membeli motor bekas.

Banyak penjual memoles motor dagangannya sedemikian rupa, menutupi kekurangan produk hingga bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi dari seharusnya. Namanya juga pedagang: punya trik berjualan pasti sah-sah aja. Tapi kamu nggak boleh pasrah, kamu juga harus punya tips dan trikmu sendiri. Tenanglah, disini Hipwee sudah menghimpun segalanya yang perlu kamu tahu tentang beli-membeli motor bekas. Saran-saran ini kami dapatkan dari bapak-ibu polisi di Polda Metro Jaya. Yuk, simak!

1. Tentukan Dulu Motor Apa yang Mau Kamu Beli

Pertama, tentukan dulu jenis motor yang mau kamu beli. Apakah motor bebek, skuter matik, atau sport? Tentukan juga tipe dan pabrikan pembuatnya, karena tiap merek punya keunggulan masing. Ada dua patokan yang bisa kamu gunakan untuk memilih motor mana yang harusnya kamu beli:

  • Patokan Anggaran. Jika danamu terbatas, lupakan motor yang mahal. Ingat, kamu masih memerlukan dana buat perawatan dan perbaikan motor bekas itu nantinya.
  • Patokan Selera. Jika danamu gak terbatas, patokan ini boleh kamu gunakan. Silakan saja cari tipe motor yang selama ini kamu idam-idamkan. Tapi kalau dana kamu gak terbatas bukankah lebih enak beli motor baru?

2. Ketahui Harga Pasaran

Advertisement

Kalau Moge pasarannya berapa? via www.mpm-motor.co.id

Sebelum masuk ke pasar motor bekas, cari tahu dulu harga pasaran motor yang kamu incar itu. Apakah harganya wajar? Apakah tren pasar terlalu sering naik turun? Bikin riset mini dengan baca media cetak dan online. Jika tipe yang kamu cari masih mahal di pasaran, kamu bisa mencari produk keluaran tahun sebelumnya. Motor yang umurnya lebih tua biasanya dijual dengan harga lebih murah.

3. Jangan Sembarangan Pilih Penjual

Cari penjual yang terpercaya via sugimasihada.com

Setelah tahu apa yang kamu cari dan berapa uang yang mau kamu habiskan, telitilah tempat membeli motor bekas. Cari penjual yang udah punya reputasi bagus. Biasanya dealer motor bekas yang bonafid bisa kamu percaya, karena mereka punya prosedur yang ketat saat membeli motor dari pengguna pertama. Kamu juga bisa berbisnis dengan orang yang udah biasa jual-beli motor bekas. Orang seperti ini biasanya hanya menjual 1-2 motor karena belum punya cukup modal buat buka dealer sendiri.

Namun kamu perlu ekstra hati-hati jika menemukan penjual di situs jual-beli, Penjajakan yang dalam wajib kamu lakukan.

4. Periksa Kelengkapan Surat

Cocokkan dengan yang tertera di surat via www.pringgo.com

Sekurang-kurangnya, sebuah unit motor harus memiliki STNK dan BPKB. Pemilik pertama juga kadang akan menyertakan faktur pembelian. Cek juga kecocokan nomor rangka dan nomor mesin di badan motor dengan yang ada di surat. Angka-angka itu harus sama persis. Jika ada satu aja angka yang gak sama, kemungkinan besar motor itu memiliki surat palsu — atau lebih parah, adalah hasil pencurian.

Agar lebih yakin, kamu bisa mengecek keabsahan nomor plat kendaraan (nomor polisi) dengan SMS center kepolisian terdekat.

  • Untuk wilayah Jakarta kamu bisa memeriksa plat B dan BK caranya, ketik: Metronomor polisi kirim ke 1717. Contoh : Metro B8118HJ
  • Wilayah Jawa Timur, ketik : JATIMnomor polisi kirim ke 1717
  • Wilayah Jawa Barat, ketik: poldajbrnomor polisi kirim ke 3977
  • Wilayah Jawa Tengah, ketik: jatengnomor polisi kirim ke 7070
  • Wilayah Yogyakarta, ketik: DIYnomor polisi kirim ke 9600

Tarif dan ketentuan berlaku ya, guys! Oh iya, pastikan juga pemilik lama membayar pajak tahunan motor supaya tagihan kamu gak membengkak. Jika usia nomor kendaraan mendekati 5 tahun, berarti kamu juga harus segera mengurus STNK baru. Berundinglah dengan penjual untuk mendapatkan diskon.

5. Kondisi Body Motor

Kondisi mulus via tempatkredit.blogspot.com

Ini yang lebih rumit.  Pastinya kamu harus melihat apakah body motor dalam kondisi yang baik. Motor tersebut harus tanpa goresan, harus tidak penyok, dan tidak retak. Tanyakan juga apakah semua suku cadang masih asli. Jika ada yang diganti, pastikan kualitas suku cadang itu memang bagus. Sedikit cerewet dalam memeriksa kondisi motor gak apa-apa. Jangan malu bertanya, asal jangan menyudutkan penjual juga.

Mengecek kondisi body motor gak hanya memerlukan keahliantapi juga perasaan. Jika kamu butuh masukan, ajak serta seseorang yang lebih paham soal motor daripadamu.

6. Lihat Olinya

Oli yang berlebihan bisa meredam suara motor via www.gilasport.com

Kamu harus rela kotor-kotoran buat ini. Minta penjual membuka penutup oli mesin. Pastikan jumlah oli gak berlebihan, karena oli yang banyak bisa meredam suara mesin yang sebenarnya bising dan kasar. Pengukur batas maksimal oli biasanya penutup oli itu sendiri, namun mesin yang kebanyakan nampung pelumas akan segera memuntahkan oli seketika tutupnya dibuka.

7. Cek Speedometer

Ini kalau hilang lumayan mahal lho via foto.okezone.com

Sekarang, mari kita beralih ke panel depan motor. Motor yang baik sudah semestinya memiliki speedometer, meteran bensin, indikator lampu, dan penghitung jarak yang berfungsi dengan baik. Khusus motor gede, panel juga harus dilengkapi tachometer. Pastikan nggak ada keretakan atau bekas pembongkaran pada panel motor.

Hitung juga kewajaran antara jarak yang telah ditempuh motor dengan umurnya. Pemakaian wajar motor dalam setahun adalah 10.000 km. Berarti jika motor yang kamu beli baru berusia 2 tahun, jarak yang ditempuhnya nggak boleh lebih dari 20.000 km.

8. Nyalakan Mesin

Nyalakan mesin

Setelah yakin dengan kondisi motor secara kasat mata, sekarang kamu membutuhkan perasaan dan pendengaran yang bagus untuk memastikan motor memiliki mesin yang sehat. Gunakan pendengaranmu apakah ada bunyi kasar saat mesin menyala.

Nyalakan mesin tanpa bantuan gas. Setelah menyala, jangan segera gas kencang-kencang. Justru kamu harus melepaskan tanganmu dari motor. Lihat apakah motor bisa langsam (tetap menyala pada putaran mesin rendah/tanpa digas). Motor dengan mesin yang bermasalah nggak akan langsam pada putaran mesin di bawah 1500 rpm.

9. Rasakan Perpindahan Transmisinya

Rasakan perpindahan transmisinya via www.youtube.com

Setelah kamu yakin dengan kondisi mesin, sekarang tunggangi motor dan coba jalankan pelan-pelan. Rasakan perpindahan dari gigi 1 ke 2 dan seterusnya. Apakah halus dan nyaman ataukah keras dan sulit dipindahkan? Gigi yang kasar saat dipindahkan menandakan kampas kopling harus segera diganti. Jika terdengar suara mendesir pada rantai dan mesin saat berjalan, maka kemungkinan besar gir motor harus diganti — hati-hati, ini memakan biaya yang cukup besar.

Bagaimana dengan motor matic? Walaupun bukan kamu yang mengoper gigi motor matic tapi kamu tetap bisa merasakan perpindahannya ketika berakselerasi. Gunakan perasaan kamu untuk menilai apakah perpindahannya mulus tanpa ada kesan tersendat-sendat.

10. Lihat Apakah Ada Kebocoran

Gak mau gini kan? via motor.otomotifnet.com

Kendarai lagi motor yang kamu coba sejauh 500 meter untuk memastikan tarikan dan perpindahan gigi yang nyaman. Kemudian menepilah, dan cek apakah ada tetesan oli atau BBM yang tercecer di mesin dan jalanan. Cek juga: jika motor tersebut menggunakan radiator, apakah ada air radiator yang keluar?

11. Periksa Juga Kelistrikan Motor

All system go via edorusyanto.wordpress.com

Cek kondisi kelistrikan dengan menyalakan lampu depan, lampu sein, lampu belakang, lampu rem, lampu panel, dan klakson. Pastikan juga apa starter elektrik bekerja seperti semestinya. Jika salah satu komponen listrik di atas gak berfungsi sempurna maka ada masalah pada aki dan/atau sekering motor.

12. Pastikan Motor Gak Pernah Mengalami Kecelakan

Motor yang udah pernah jatuh ketahuan dari rangka yang gak sejajar

Secara kasat mata, kamu bisa melihat apakah motor itu pernah mengalami kecelakaan dari rangkanya. Dirikan motor dengan standar ganda di atas permukaan yang datar. Lalu lihat apakah roda depan dan belakang berada pada garis yang sejajar sempurna. Perhatikan juga kesejajaran stang dengan bodi dan roda.  Pastikan rangka motor nggak mengalami kebengkokan.

Jalankan motor pada jalan sepi dengan kecepatan 40 km/jam, lalu rem secara mendadak untuk memastikan motor masih bisa dikendalikan. Jika kamu kesulitan melakukan ini, hampir bisa dipastikan ada ketidaksejajaran antara roda, stang, dan rangka motor.

13. Minta Kesempatan Test Ride Lebih Lama

Agar kamu benar-benar yakin dengan motor yang ingin kamu beli, minta penjual untuk mengizinkanmu melakukan test ride lebih jauh. Jika dia berkenan, ajak serta si penjual supaya kamu bisa merasakan akselerasi motor pada saat berboncengan. Hitung-hitung sambil tawar menawar harga juga.

Sebelum bernegosiasi ada baiknya kalau kamu membuat catatan tentang kekurangan/kecacatan yang kamu temui selama memeriksa motor bekas tadi. Gunakan catatan ini untuk berunding. “Nanti ‘kan saya mau betulin ini-itu, Pak, yah…kurang-kurangin lah, Pak…” Ketelitian semacam ini mungkin bisa memuluskan transaksi kamu.

Nah, itu dia tips-tips yang bisa Hipwee berikan. Semoga berguna, ya. Selamat berburu motor bekas!