Begini Cara Perawatan Luka yang Benar Agar Cepat Kering dan Nggak Meninggalkan Bekas di Kulit

Perawatan luka

Kadang-kadang kita mengalami hal yang nggak terduga sehingga timbul luka pada bagian tubuh. Bisa berupa luka bakar, robek, lecet, tusuk, hingga luka post operasi. Tentu masing-masing membutuhkan perawatan yang berbeda. Tujuan perawatan luka adalah mencegah infeksi agar cepat sembuh dan menghindari bekas luka.

Advertisement

Untuk melakukannya, kita perlu memahami prinsip perawatan luka. Usahakan untuk melakukan pertolongan pertama agar luka nggak terlambat ditangani. Berikut materi perawatan luka yang bisa dipelajari bersama.

1. Kalau mengalami luka bakar, perawatan yang tepat bukanlah mengoleskan odol. Tetapi rendamlah luka di air dingin

Luka bakar / Credit: APN Live via www.apnlive.com

Luka bakar bisa terjadi akibat kecipratan minyak, terpapar sinar matahari, atau lainnya. Kulit jadi berwarna kemerahan dan terasa perih. Bagaimana cara mengatasinya? Ternyata bukan dengan mengoleskan odol, melainkan merendam luka ke air dingin selama lima menit atau lebih.

Dilansir dari GoodDoctor, perawatan luka bakar bisa dilakukan dengan mengoleskan lidokain (obat anestesi) atau gel lidah buaya. Daerah yang terluka juga bisa dilindungi dengan salep antibiotik dan kain kasa. Untuk mengurangi perih, kamu juga bisa minum obat analgesik seperti ibuprofen atau acetaminophen. Sedangkan untuk luka bakar yang parah, sebaiknya langsung pergi ke rumah sakit untuk ditangani dokter.

Advertisement

2. Nggak semua luka robek perlu dijahit di rumah sakit. Yang penting hentikan dulu darahnya lalu tutup dengan perban

Merawat luka robek / Credit: Ohio State News via news.osu.edu

Luka robek bisa terjadi saat kita terjatuh atau ada bagian tubuh yang tergesek benda tajam. Biasanya, luka ini bakal langsung mengeluarkan darah. Tetapi jangan panik karena nggak semua luka robek harus dijahit di rumah sakit. Jadi terlebih dulu kita bisa menerapkan perawatan luka terbuka. Yang penting, hentikan keluarnya darah dengan menekan area luka menggunakan kasa steril.

Setelah darah berhenti, bersihkan daerah sekitar luka dengan cairan fisiologis steril atau cairan infus. Lalu berikan obat oles pada luka jika diperlukan. Untuk menghindari masuknya kuman, tutup luka dengan kasa steril dan gantilah secara berkala. Jangan lupa menjaga luka agar tetap kering. Sedangkan kalau kamu mengalami luka robek yang parah, sebaiknya langsung pergi ke rumah sakit atau memanggil dokter.

3. Meskipun terkesan sepele, luka lecet yang nggak ditangani dengan baik bisa menimbulkan bekas luka. Oleskan antibiotik dan tutup dengan kasa steril

Advertisement

Luka lecet / Credit: Top 10 Home Remedies via www.top10homeremedies.com

Luka lecet bisa terjadi karena bagian tubuh kita bergesekan dengan permukaan yang kasar. Pada umumnya, jenis luka ini nggak menyebabkan pendarahan hebat, tetapi bisa menimbulkan bekas luka kalau nggak ditangani dengan baik. Dilansir dari AloDokter, prosedur perawatan luka yang pertama adalah membersihkan luka dari kotoran di bawah air mengalir. Gunakan sabun yang lembut seperti sabun khusus bayi.

Setelah itu, oleskan antibiotik untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Lalu tutup luka dengan kasa steril dan gantilah setiap hari. Hindarkan luka dari paparan sinar matahari untuk mencegah bercak gelap pada kulit. Kamu juga bisa mengompresnya dengan es kalau terjadi memar atau bengkak. Seandainya luka lecet masih terasa sakit, konsumsilah obat pereda nyeri atau periksakan ke dokter kalau pendarahan nggak berhenti.

4. Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah luka tusuk. Bersihkan luka dengan air hangat dan sabun, lalu oleskan salep antiseptik

Membalutkan perban / Credit: Brain and Spinal Cord via www.brainandspinalcord.org

Jenis luka ini bisa terjadi saat kaki kita nggak sengaja menginjak paku. Biasanya darah yang keluar nggak terlalu banyak, tetapi kita tetap perlu menerapkan perawatan luka steril untuk mencegah infeksi dan bekas luka. Cara pertama adalah menghentikan pendarahan dengan mengangkat area yang terluka sampai posisinya di atas jantung selama 15 menit.

Setelah itu, cuci luka tusuk dengan air hangat dan sabun yang lembut. Keringkan luka dan oleskan salep antiseptik, lalu lindungilah dengan perban yang diganti setiap hari. Jangan lupa untuk memerhatikan tanda-tanda infeksi seperti kulit yang kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya nanah dari luka.

5. Setelah melakukan operasi, luka harus dirawat agar nggak infeksi dan menimbulkan bekas luka. Caranya nggak sulit kok

Pasien operasi / Credit: Photo by Ali Yahya on Unsplash via unsplash.com

Kesembuhan pasien nggak hanya ditentukan oleh operasi yang dilakukan dokter, tetapi juga perawatan luka post operasi. Misalnya adalah perawatan luka jahitan di kaki. Jangan sampai luka itu terkena air pada 24 jam pertama. Jadi kamu nggak perlu mandi dulu, cukup menyeka tubuh dengan kain. Pasien juga nggak diperbolehkan berendam atau berenang sampai jahitan dilepas.

Selain itu, ganti perban yang menutupi luka secara berkala. Saat perban dibuka, kamu bisa membersihkan luka dengan kain kasa yang sudah direndam cairan infus garam. Jangan gunakan sabun antibakteri atau cairan antiseptik seperti alkohol, sebab justru bisa mununda penyembuhan luka operasi. Hindari menggaruk luka walaupun terasa gatal karena bisa membuat benang operasi terlepas.

Itulah berbagai pertolongan pertama untuk merawat luka agar kelak nggak berbekas. Indikasi perawatan luka yang berhasil adalah jika bagian tubuh membaik dan menyerupai kondisi semula. Jika ingin mempelajarinya lebih lanjut, kamu bisa mencari makalah perawatan luka dari berbagai sumber yang terpercaya di internet. Semoga membantu, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE